
(Jangan lupa like setiap chapter dan komentarnya ya,kalu karya ini kurang apa boleh langsung komen lho. contoh: Thor ceritanya kok bertele-tele,nggak jelas alurnya,atau bahasanya kok aneh atau apalah yang menurut para pembaca kurang berkenan dihati. boleh langsung komen,author akan mendengarkan.terimakasih yang sudah setia menunggu. Apalah arti karya ini tanpa kalian semua,hehe selamat membaca,)
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Di Rumah Keluarga Handam Wijaya.
Tuan Handam mencengkeram erat tirai dikamarnya. Dia melihat menantu nya pergi sholat subuh ke masjid. Hati dan pikirannya sedang berperang. Menggabungkan potongan-potongan kisah kebaikan Sakti dan legenda tentang vampir.
Ada seseorang yang mengirim pesan padanya tentang siapa sebenarnya Sakti dirgantara. Tentu saja Tuan Handam tak percaya begitu saja. Dia sudah banyak makan asam garam kehidupan. Tapi,keterangan dari para pelayan kemarin dan pengakuannya adalah bukti yang tak bisa disangkal lagi. Kalau menantunya bukanlah manusia.
Vampire. Sebuah kata yang sarat akan makna,setan kejam penghisap darah. Ada yang mengatakan kalau vampire adalah mayat hidup,iblis kejam,dan berbagai gambaran legenda mengerikan tentang vampire yang pernah ia tahu. Lalu Vampir macam apa menantuku ini? Dia pergi kemasjid,berbuat baik,menolong orang,sopan,dan mencintai seorang manusia yang harusnya jadi makanan.
Sakti Dirgantara adalah seoarng vampire yang merubah sejarah kelam tentang kaumnya. Dia adalah seorang klan pemburu yang mau mengenal Tuhan dan jatuh cinta pada islam. Sakti adalah seorang iblis yang tak mau jadi iblis. Sebuah bukti nyata bahwa iman bisa datang pada siapa saja. Tuhan mencintai setiap makhluk yang mau beribadah kepada-Nya. Siapapun mereka. Kalu seorang iblis saja bisa jatuh cinta pada Tuhan dan islam,kenapa kita yang manusia sering lupa? Lupa memanfaatkan waktu dan sisa umur yang kita punya.
Meskipun dia tetap minum darah,yang kita sama-sama tahu kalau darah adalah salah satu hal yang haram untuk dikonsumsi untuk manusia dalam islam. Tapi,dia bukan manusia. Darah adalah makannanya. Sebuah hadis mengatakan jika hewan dan tumbuhan selalu bertasbih memuji asma Allah dengan bahasa mereka. Tapi mereka tetap hidup sebagaimana mereka hidup. Singa makan daging,dan burung makan ulat. Tumbuhan makan gas dan air. Begitu gambaran sederhana tentang seorang Sakti Dirgantara.
Sakti hanya ingin Tuhan mencintai dirinya. Setiap makhluk diciptakan hanya untuk beribadah kepada Tuhan. Satu hal yang ditangkap Tuan Handam. Jika setiap makhluk punya cara yang berbeda untuk mencintai Tuhannya. Kita tidak bisa menilai baik buruk seseorang hanya karena latar belakangnya. Sakti Dirgantara adalah contoh nyata,kasih sayang Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana.
Pagi hari dimeja makan.
__ADS_1
“Bi,siapkan makan untuk menantuku. Panggil dia untuk makan bersama,” pinta Tuan Handam.
“Tapi Tuan,biasanya Tuan Muda suka sarapan dikamar. Karena Tuan Muda suka makan,,,,” bibi pelayan ragu meneruskan kalimatnya.
“Dia suka makan puding darah?”
“Benar Tuan Besar. Kata Tuan Muda itu karena Nona Larasati sedang mengalami kehamilan simpatik. Hingga Tuan Muda ingin makan itu setiap pagi. Kata Tuan Muda,hal itu akan mengganggu selera makan Tuan Besar dan Nyonya,” jelas bibi pelayan. Dia sebenarnya tak habis pikir dengan selera makan menantu yang tampan luarbiasa itu.
“Baiklah,kalau begitu antarkan saja sarapannya ke kamar. Suruh dia menemuiku di ruang kerja setelah sarapan,”
“Baik Tuan,akan saya sampaikan,”
Dengan jantung berdebar Sakti berdiri didepan pintu ruang kerja ayah mertuanya. Harusnya pria itu sudah dikantor jam segini. Tapi pelayan bilang,mertuanya itu ingin bicara dengannya. Setelah berhasil menguasai diri,Sakti mengetuk pintu.
Sakti mendorong pintu pelan,lalu masuk kedalam ruangan. Ini pertama kalinya dia menginjakkan kaki ditempat ini. ruangan ini dipenuhi dengan rak yang berisi ratusan mungkin ribuan buku yang tersusun rapi dalam lemari kaca. Suhu udara diatur sedemikian rupa,dengan perhitungan sempurna untuk menjaga kondisi buku tetap layak.
“Duduklah,” Tuan Handam sudah duduk disofa.
“Baik Pa,”
__ADS_1
“Kau bisa memanggilku senyamanmu, panggilan Ayah juga tidak buruk,” Tuan Handam tersenyum.
Eh. Ada angin apa ini? Apa Ayah sudah menerima aku sebagai menantunya?
Sakti hanya tersenyum tipis. “Ayah memanggil saya?” pertanyaan basa-basi pertama. Bukankah itu sudah jelas?
“Aku tidak tahu takdir apa yang mempertemukan kalian. Hingga mengikat kalian dalam sebuah pernikahan tak biasa ini,” Tuan Handam mulai bicara.”Tapi satu hal yang aku tahu,putriku bahagia bersamamu. Dia sudah tahu jika kamu bukanlah manusia,tapi dia tetap mau menerimamu sebagai suami dan ayah dari anaknya,”Tuan Handam menatap Sakti tajam,” Apa itu bisa diartikan sebagai cinta itu buta?” Lalu tersenyum lagi.
Sakti hanya diam,dia tidak tahu harus menjawab apa.
“Saya ini hanya manusia biasa Muhammad Sakti Dirgantara. Jika Tuhan saja bisa menerimamu sebagai hamba,lalu apakah aku masih harus menolakmu?”
Hening.
“Satu hal yang aku percaya bahwa setiap peristiwa sudah diatur dalam kitab lauhul mahfudz. Kita sebagai hamba hanya tinggal mengikuti alur ceritanya,bukan begitu menantuku?”
Sakti tersentak,apa ini artinya dia sudah diterima dikeluarga ini? dengan segala kekurangan dan kehidupannya yang ganjil,”Benar Ayah,terimakasih karena Ayah mau menerima saya,” matanya memanas,tak dipungkiri,dia terharu dengan pengakuan dan kebesaran hati ayah mertuanya.
Tuan Handam berdiri,merentangkan tangan. Membuka pelukan sebagai tanda perdamaian.
__ADS_1
Sakti ikut berdiri dan memeluk ayah mertuanya. Ada air mata yang menetes disudut matanya.
Kebesaran hati akan membuat kita mudah memerima sebuah perkara yang sulit sekalipun.