Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)

Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)
Rencana Bella


__ADS_3

Charlie’s Corp.


Plak. Sakti membanting berkas laporan keuangan kemeja. Semua laporan penjualan mengalami penurunan. Kalau terus dibiarkan bisa-bisa Charlies Corporatin akan tinggal nama.


Semua usaha sudah mereka lakukakan,tapi mengembalikan kepercayaan masyarakat bukanlah hal yang mudah.


“Kita pergi ke Star Groub sekarang Thom,” Sakti bertumpu pada meja menatap tajam Thomas yang berdiri tenang dihadapannya.


“Tapi Tuan,bukankah itu akan membuat anda bertemu dengan perempuan itu?” semua bukti mengarah dialah pelaku sabotase ini. salah satu orang suruhannya tertangkap dan mengaku.


“Aku tidak perduli sekarang,perempuan itu benar-benar sudah gila. Apa maunya,”


“Kalau begitu saya akan siapkan mobil Tuan,”


“Hmm,” Sakti menjatuhkan tubuhnya kasar diatas kursi. Memijat pelipisnya perlahan. Kenapa urusan manusia begitu memusingkan. Andai perusahaan ini tak jadi tempat bergantung ribuan karyawan. Andai ini bukan amanah penyelamatnya. Mungkin Sakti tak akan perduli.


Mobil melaju membelah jalanan ibu kota menuju gedung Star Groub yang berada jauh dari Perusahaan mereka. Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam,mereka akhirnya tiba disebuah gedung dengan Logo bintang diatas gedung. Ternyata perusahaan ini lebih kecil dari Charlies Corp. Tapi cukup bernyali untuk menantang Perusahaan Adidaya seperti Charlies Corp.


Sakti dan Thomas memasuki gedung itu dengan mantab. Semua mata memandang mereka kagum,terpesona. Mereka tidak akan pernah menyangka jika dua pria tampan itu adalah dewa kematian Star Groub.


“Bos saya ingin bertemu CEO tempat ini,” kata Thomas pada resepsionis.


“Apa Bapak sudah ada janji?”


“Katakan saja Presdir Charlies Corp. Ingin bertemu,” lanjutnya dingin


“Baik,Bapak silahkan tunggu saya akan menghubungi Beliau dulu,”


Resepsionis itu melakukan panggilan,tapi sesekali ia mencuri pandang pada dua pria yang wajahnya membuat jantungnya senam pagi.


“Bapak berdua silahkan menuju lantai 20, Mrs.B akan menemui anda berdua diruangan beliau,”


“Terimakasih,” ucap Thomas.

__ADS_1


Mereka menuju lantai 20 dengan lift.


“Apa itu ruangan perempuan gila itu?” tanya Sakti. Amarahnya sudah diubun-ubun. Tak habis pikir dengan ulah CEO itu.


“Sepertinya benar Tuan,”Thomas mendahului langkah. Mengetuk pintu.


Seorang perempuan berambut pirang membukakan pintu. Dia yang waktu itu.


“Silahkan masuk Pak,Anda sudah ditunggu,” tuturnya ramah


Thomas dan Sakti masuk begitu saja. Melewati perempuan berambut pirang. Perempuan itu menutup pintu dari luar.


Bella sedang menyibukkan diri pada berkas dihadapannya.


“Apa maumu?” tanya Sakti tanpa basa-basi.


Bella mendongakkan kepala,menatap dua pria itu bergantian. “Beginikah cara seorang Presdir ketika berkunjung?” menutup berkas.


“Silahkan duduk dulu Tuan-Tuan,” bicaranya benar-benar tanpa dosa. Lihat juga wajahnya yang tenang bagai laut tanpa gelombang. Tapi matanya bicara jelas kalau dia sedang senang.


“Tidak perlu,” tolak Sakti.


“Apa Anda tidak ingin reuni sebentar Pangeran? Padahal saya sangat merindukan Anda lho,” Bella tersenyum tipis. Berdiri dan berjalan anggun menuju sofa. Duduk manis menyilangkan kaki.


Sedetik yang lalu Thomas dan Sakti sempat terpesona dengan kecantikannya. Dia sepuluh kali lebih cantik dari yang membekas diingatan mereka( ingatan sewaktu Bella kabur dari pernikahannya dan memilih bunuh diri dilaut). Bella yang sekarang bukan yang dulu lagi.


“Hentikan semua yang telah kau lakukan,atau aku akan menghancurkan Perusahaan ini !” geram Sakti. Kesabarannya benar-benar sedang diuji.


“Memang aku melakukan apa?” menopang dagu dengan tangan yang bertumpu pada lututnya.


Sial. Perempuan ini benar-benar menyebalkan. Sakti menarik nafas panjang.


“Kami sudah tahu semua kejahatan Anda Nona,mungkin hukum dinegri ini tidak akan mempan untuk Anda sebagai klan pemburu. Tapi Klan pemburu punya hukum sendiri,yang bersalah harus mati,” kata Thomas menimpahi. Karena Sakti masih terlihat mengendalikan amarahnya.

__ADS_1


Bella tertawa pelan,menutup mulutnya dengan tangan. Sedetik kemudian,”Baiklah aku mengaku saja,apa kalian puas?”


“Kembalikan nama baik Charlies Corp.” Kata Sakti


“Itu mudah,tapi ada syaratnya,” tersenyum penuh arti.


Sakti berdecih lagi.


“Tinggalkan istrimu,dan menikahlah denganku,”


Gila. Syarat macam apa itu? “Apa kau tidak punya syarat yang lebih gila lagi? Meminta seribu candi misalnya?” Sakti tertawa sinis.


Thomas hampir tertawa. Pangeran satu ini memang nyleneh pikirnya.


Kali ini Bella terdiam. Geram. Dia ditolak lagi untuk kesekian kalinya. Dia menyandarkan punggungnya disofa. Mengalihkan pandangan ke luar jendela.”Bisakah Kau melihatku sedikit saja? Apa kau tahu?” menoleh pada Sakti,”Aku tak pernah melupakanmu Pangeran,walau sedetik dalam kehidupanku yang abadi. Aku melakukan semua ini hanya agar Kau mau menemuiku atau mengundangku ke tempatmu,” benar dia klan Devil. Yang tak akan pernah bisa masuk kesuatu tempat jika tanpa undangan.


Sakti dan Thomas diam. Menyimak.


“Sebuah ombak besar menelanku waktu itu. aku senang karena aku akan mati,” tersenyum getir “Tapi ternyata,nasib berkata lain,aku malah diselamatkan sebuah kapal dan menikah dengan Kapten Kapal itu. lalu dia mati dan mewariskan semua hartanya padaku,seratus tahun yang lalu,” berdiri anggun berjalan ke arah jendela yang tirainya masih tertutup. “Dalam persembunyianku,aku belajar hidup jadi manusia. Belajar makan dan bekerja seperti manusia. Hingga aku bisa membangun tempat ini dari nol. Semua telah kujalani,derita hidup yang kejam ini sudah ku lalui. Tapi rupanya itu tak membuat rasa cintaku surut padamu. Aku bersyukur pada Jagat Dewa Batara,karena dipertemukan lagi denganmu,”


“Jadi kau mau aku memaafkanmu setelah mendengar kisah pilumu? Jangan mimpi,sebelum kau mengembalikan lagi nama baik perusahaan,” Sakti sama sekali tidak gentar.


“Pulanglah,aku akan melakukannya,”


Semudah itu? eh,tapi bagus juga.


“Tapi aku tetap minta syarat,” membalik badan dan berjalan mendekati Sakti yang menatap tajam padanya,


“Aku tak akan pernah meninggalkan Larasati,jika itu yang kau mau,”


Bella masih tetap berjalan,“Cih. Sepertinya kau sangat setia ya Pangeran? Baiklah,kalau begitu,aku hanya minta kau mau makan malam bersamaku malam ini,diatap gedung ini,jam dua belas malam,” kembali duduk dikursinya.


Sakti berpikir sebentar. Mungkin tak ada salahnya jika hanya makan malam. dia akan pulang sedikit terlambat malam ini. “Baik aku akan datang. Hanya untuk makan malam,”

__ADS_1


__ADS_2