Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)

Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)
PERTARUNGAN


__ADS_3

Larasati pulang diantar oleh Sakti selepas dari danau Satya. Mereka masih diam seribu bahasa dalam kecanggungan mereka. Tak ada satu kata pun yang terucap dari keduannya.


 


 


Namun sepertinya kecanggungan itu akan berubah menjadi suasana yang lebih menegangkan tatkala,Sepasang kaki binatang raksasa menghadang laju mobil Laras dan Sakti. Di tengah hutan menuju rumah mereka. Saking besarnya mereka sampai tak tau bagaimana wujud tubuhnya,hanya sepasang kaki kekar dan besar mirip kaki seekor burung yang tampak.


 


 


Hutan yang hanya ada beberapa penerangan lampu jalan yang berjarak cukup jauh membuat mereka kesulitan melihat sekeliling. hanya lampu mobil yang terlihat jelas menerangi makhluk yang berdiri tegak menghadang mereka.


 


 


“Awwwwwww,apa itu Dok?” Mobil tiba-tiba berhenti,kepala Larasati sampai terantuk dashbor mobil. Nafasnya ngos-ngosan. Ia takut setengah mati.


 


 


“Kamu nggak pa-pa?” Sakti juga kaget,tapi ia sepertinya mengenali binatang apa itu.


 


 


Tunggangan para pemburu klan Dark Bold. Burung Bangkai. Seekor makhluk yang mirip dengan burung elang,tapi lebih besar dan ganas. Dari paruhnya yang runcing terus mengalirkan lendir berbau busuk. Menjijijkkan. Burung ini adalah pemakan bangkai para Vampir.


 


 


“Apa pun yang terjadi,kamu jangan turun. Apapun yang kamu lihat ini bukan mimpi. Kamu disini aja berdoa. Minta pertolongan Tuhan,”


 


 


Laras hanya mengangguk lemah,kakinya gemetar. Keringat dingin membanjiri seluruh tubuhnya. Sakti turun dari mobil dan menutup pintu keras. Laras terus mengikuti langkahnya dengan pandangan.


 


 


ROAAAAAAAARRRRRR...!


 


 


Burung itu berteriak,suaranya bisa membuat bodi mobil ikut bergetar. Laras semakin ketakutan,mulutnya terus mengucap doa mohon perlindungan. Situasi apa yang sedang ia hadapi ini. Baru beberapa jam ia merasakan kebahagiaan karena Sakti mengatakan cinta padanya. Sekarang ia harus dihadapkan dengan situasi mencekam ini.


 


 


“Turun kamu pengecut...!!!!” Sakti berteriak lantang pada si penunggang burung. Mata pria itu merah menyala,namun sama sekali tak membuat Sakti gemetar atau gentar.


 


 


“Kau melindungi manusia itu rupanya?” pria yang diketahui bernama Erick itu balas bertanya.


 


 


“Itu bukan urusanmu.!”


 


 


“Apa kau pikir,rasa simpatimu terhadap manusia itu bisa menyelamatkan kehancuran klan pemburu? Cih,Pangeran macam apa kau ini,” Erick membuat gerakan meludah dengan mulutnya.


 


 


“Enyahlah kau dari sini,jangan ganggu kami !”


 


 


“Buahahahahaha,”


 


 

__ADS_1


Roaaaaarrrrrrrrr. Burung itu seakan tertawa mengikuti tuannya.


 


 


“Apa kau pikir aku bodoh? Bangsa kita sudah menunggu ratusan tahun lamanya untuk mengorbankan manusia itu. Dan setelah aku temukan,kau menyuruhku pergi?” Erick berdecak,menggelengkan kepala.


 


 


“Jangan ganggu dia. Dia bukan yang kau cari,” Sakti mulai bicara dengan intonasi tinggi.


 


 


Gedebum,satu pukulan keras menghantam Sakti dari belakang. Hingga membuat tubuhnya teryuyung beberapa meter,tapi ia berhasil mendarat sempurna.


 


 


Salah satu anggota klan Black Shadow menyerangnya,mereka semua bersenjata. Dengan posisi siap menyerang diatas tunggangan mereka masing-masing. Jadi mereka bersekongkol untuk menjatuhkan Calon Penguasa?


 


 


“AAARRRGGGH,” Sakti berteriak seperti orang kesetanan,dan tiba-tiba,


 


 


BOOOOOMMMM,


 


 


Tubuhnya seperti termakan gelombang api berwarna biru.


 


 


Larasati yang melihat itu berteriak histeris didalam mobilnya,ia kira Sakti akan mati terbakar api itu. Tapi,ini mustahil. Dokter itu masih baik-baik saja,penampilannya sedikit berbeda. Tapi Laras tak bisa melihat jelas karena Sakti membelakanginya.


 


 


 


 


Terjadi pukulan bertubi-tubi dan bergantian menyerang Sakti. Ia kewalahan. Para pasukan klan itu terus berdatangan,sedangkan ia sendirian tanpa senjata. Tak lama Thomas muncul menunggangi kuda kelelawarnya,membantu Sakti melawan para pemburu dari klan lain.


 


 


Mereka bergantian menyerang,memukul, menendang, melompat, dari tunggangannya agar bisa membantai Sakti yang masih berdiri kokoh disana.


 


 


BUG!


 


 


Satu pukulan keras mengenai Erick,ia terjatuh dari tungganngannya. Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Thomas. Ia langsung menghunuskan pedangnya membabi buta pada Erick. Mereka seimbang,sama-sama kuat dan cekatan.


 


 


SING SING SING


 


 


Suara pertarungan pedang Thomas dan Erick,bagaikan menyayat hati siapa saja yang mendengarnya. Termasuk gadis yang terbengong di mobil itu. Mulutnya tak henti-hentinya menganga,karena kaget.


 


 


BYAAAARRRRR!

__ADS_1


 


 


Muncul cahaya menyilaukan dari tangan Sakti,lalu tiba-tiba ia menggenggam sebuah panah berukuran besar,dengan api biru yang menyala pada busurnya. Sebuah anak panah terbuat dari perak,melesat cepat mengenai jantung sang burung.


 


 


JLEEEEBB,WUSSSSHHH,,


 


 


 


 


Burung itu langsung lenyap menjadi abu.


 


 


Para pasukan beringsut mundur,senjata itu bukan tandingan mereka. Lebih baik mereka pergi sekarang,atau bernasip sama seperti tunggangan mereka. Lenyap menjadi abu.


 


 


“Munduuuuuuurrrrr.!” Erick mengkomando pasukan mundur,dan mereka menghilang secepat mereka datang.


 


 


Mereka sudah pergi. Hutan kembali sepi. Hanya terdengar deru nafas mereka yang masih terengah-engah. Thomas mendekati Sakti,”Anda baik-baik saja Pangeran?” bertanya lembut.


 


 


Semua senjata dan hewan tak lazim itu sudah hilang entah kemana. Hanya tinggal mereka berdua dan Larasati yang mematung didalam mobil. Mulutnya masih melongo seperti orang bodoh,lalu perlahan dia turun dan mendekati mereka.


 


 


“Dokter.? Anda baik-baik saja?” Lars berjalan mendekat,tapi langsung menutup mulutnya dengan tangan saat Sakti berbalik arah padanya.


 


 


“Kamu..kamu.. ini sebenarnya apa?” matanya membulat sempurna.


 


 


“Laras,aku...” lidahnya terasa kelu untuk menjawab


 


 


Larasati mundur dua langkah dari pria yang telah mencuri hatinya ini. Sakti,Muhammad Sakti, laki-laki yang semalam bilang cinta padanya berubah menjadi monster mengerikan. Matanya berubah merah semerah darah,sepasang taring tajam mencuat dari balik bibir indahnya. Kuku jari tangan yang panjang dan tajam bak pisau belati menghiasi tangan dinginnya.


 


 


“Aku bisa jelaskan,tapi nggak sekarang,” Lalu menghilang secepat angin.


 


 


Larasati jatuh bersimpuh. Lututnya terasa lemas seketika,mengapa kenyataan ini seperti


mimpi baginya.


 


 


“Mari saya antar pulang Nona.” Thomas menawarkan diri,tapi gadis itu masih diam membisu.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2