Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)

Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)
Mimpi Buruk


__ADS_3

Laras pov.


 


 


Hari ini begitu melelahkan. Bekerja menjadi asisten Dokter itu ternyata benar-benar menguras tenaga dan hati. Sikapnya yang terkadang menyebalkan dan sok berkuasa itu membuatku ingin memukul kepalanya. Tapi dibalik sikapnya yang seperti itu,ia sebenarnya pria baik dan sabar.


 


 


Entahlah,aku mulai merasa nyaman bekerja dengannya,dan dia juga pria yang sopan.


 


 


Huaaammm, ngantuk sekali,pukul berapa ini? kulihat jam beker di atas nakas menunjukkan pukul 11 malam. Pantas saja kedua kelopak mata ini terasa lengket sekali,ingin segera disatukan. Lebih baik aku tidur,supaya besok bisa bangun lebih awal.


 


 


Belum lama mata ini terpejam. Aku seperti sedang berjalan ditengang hutan yang gelap,bukankah tadi aku tidur dikamar. Lalu kenapa aku disini, tempat apa ini? Pandangan mataku tak bisa melihat sekeliling,karena kabut gelap yang menyelimuti tempat ini. Tapi kakiku seolah melangkah menyusuri tempat yang tak ku kenal tapi terasa tak asing.


 


 


Samar-samar kulihat bulan sabit begitu rendah di depan mataku. Sesosok perempuan berambut panjang berwarna perak duduk diatasnya. Siapa dia? Aku tak bisa melihat wajahnya karena dia membelakangiku. Gaun putih panjangnya berkibar tertiup angin malam. Entah apa yang ia lihat di bawah lembah itu,aku sama sekali tak bisa melihatnya karena tertutup kabut gelap.


 


 


Lalu aku mensejajarinya,ia menoleh padaku dan tersenyum. Cantik,cantik sekali. Tapi tunggu,kenapa wajahnya mirip seperti aku? Siapa wanita ini? dan apa itu,apa itu taring? Aku bergidik ngeri,tapi aku tidak takut padanya, karena ia hanya diam dan tersenyum padaku,meski menakutkan.


 


 


“Larasati,kau lihat itu yang ada disana?” ia menunjukkan sebuah pertarungan yang terjadi didasar lembah,bukankah tadi tidak ada apa-apa disana. Tunggu,dia tau namaku?


 


 


“Apa yang terjadi pada mereka Nona? Dan kenapa anda diam saja melihat pertarungan itu?” para makhluk berwujud seperti manusia tapi bersayap kelelawar dan bertaring panjang saling baku hantam hingga tewas disana. Tapi wanita ini malah memandangnya dengan sorot mata bahagia.


 


 


“Mereka begitu karenamu Laras.” Jawabnya masih tersenyum.


 


 


Aku? Kenapa aku yang disalahkan? Padahal aku merasa tak mengenal mereka,tak pernah buat masalah apapun di tempat ini. Aku bingung,”Kenapa Anda menyalahkan saya Nona?” Aku benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran wanita ini. Kenapa aku yang tak tahu apa-apa ,dianggap sebagai penyebab pertempuran kejam itu.


 


 


“Ya,karena itu memang salahmu. Kalau kau ingin pertempuran ini berakhir. Datanglah ke Negri kegelapan,dan akhiri ini,” perempuan itu tiba-tiba hilang bersama bulan sabit yang menjadi singgasananya.


 


 


 


 


Tiba-tiba,segerombolan makhluk bertaring berlari kearahku. Mereka seperti binatang yang kelaparan. Aku takut setengah mati,aku lari sekuat yang aku bisa. Hatiku terus berdoa memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa. Kenapa tempat ini seperti tak berujung,rasanya kakiku sudah lelah berlari,tapi aku masih berada ditempat yang sama. Aku tak perduli kakiku terluka karena tergores duri,aku terus lari dengan sisa tenaga yang ku punya.


 


 


Kulihat seberkas cahaya dikejauhan,kudengar suara Oma memanggil namaku. “Laras,bangun Sayang. Larasati,bangun.”


 


 


“Hah,hah,hah” nafasku ngos-ngosan. “Aku lelah Oma. Minum,” Keringat dingin ku rasakan diseluruh tubuhku,ku lihat sekeliling,ternyata aku sudah di kamarku. Jadi tadi Cuma mimpi? Tapi kenapa begitu nyata.


 


 


“Awww” kurasakan perih menjalar di betisku,ini seperti luka goresan. Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Ah,entahlah.


 


 


“Ini minum dulu” Oma memberikan aku segelas air yang langsung ku habiskan. Ku lihat jam masih menunjukkan pukul 02.00 dinihari. Kasihan Oma pasti terbangun karena mendengar teriakannku,tapi untung Oma segera membangunkan aku tadi,kalau tidak entahlah.


 

__ADS_1


 


“Terimakasih Oma,”


 


 


“Kamu mimpi buruk sayang?”


 


 


“Iya Oma. Oma temenin Laras tidur ya,Laras takut.” aku tak berani menceritakan mimpiku pada Oma,aku tak mau Oma khawatir padaku. Tapi aku juga bingung apa maksud mimpiku tadi. Begitu nyata,dan kenapa wanita itu memintaku untuk pergi ke Negri kegelapan? Negri apa itu,dimana letaknya aku juga tak tahu.


 


 


“Sejak kapan cucu Oma ini jadi penakut,hmm? Kalau mau tidur baca doa dulu sayang,”


 


 


“Iya Oma,”


 


 


“Ya udah,ayo tidur lagi. Oma temani kamu,”


 


 


***


 


 


“Dokter,hari ini saya ijin nggak masuk. Saya lagi nggak enak badan,” Larasati menelepon Sakti untuk minta ijin pagi ini.


 


 


“Kamu sakit Laras?” suara Sakti terdengar di sebrang telephone. Apa gara-gara aku kemarin?


 


 


 


 


“Ya udah kamu istirahat aja. Apa perlu saya kesana? Saya bawakan obat ya?”


 


 


“Nggak usah Dok,saya Cuma masuk angin aja,”


 


 


“Jangan suka menyepelekan hal kecil lho kamu. Nanti saya kesana.” Lalu menutup telephone sepihak.


 


 


“Isssh,apa-apaan sih dia ini,ngotot banget. Terserah deh,aku mau tidur lagi,”


 


 


Oma Maria sudah bangun sejak tadi,katanya Laras badannya panas. Jadi Oma bilang jangan kerja dulu. Mungkin karena mimpinya semalam,hingga ia demam seperti ini.


 


 


"Silahkan masuk Dok,Larasnya mungkin masih tidur badannya tiba-tiba demam," suara Oma samar-samar terdengar di balik pintu kamarku.


 


 


"Laras,Oma boleh masuk. ada Dokter Sakti ini. Mau periksa kamu, "


 


 


Bener dateng ya,hihi...Eh...

__ADS_1


 


 


"Masuk aja Oma," duduk bersandar dan sedikit merapikan rambutnya kebelakang telinga.


 


 


"Pagi Laras," Dokter Sakti masuk dengan menenteng tas peralatan dokternya. Benar-benar totalitas .


 


 


"Pagi Dok," Laasati tersenyum canggung.


 


 


"Saya tinggal sebentar ya Dok. Tadi lagi masak air dibelakang," entah mengapa Oma seperti memberi kesempatan mereka berdua. Emang buat apa oma masak air? hah.


 


 


"Silahkan Oma," masih berdiri disamping ranjang Larasati.


 


 


"Maaf saya periksa dulu ya?" Dokter itu mengeluarkan peralatan dan obat-obatan yang sesuai untuk keluhan Laras.


 


 


"Iya Dok,maaf ya Dokter jadi repot begini ngurusin saya. Padahal Dokter kan sibuk,"


 


 


"Nggak pa-pa. nanti kalau kamu sudah sembuh,gantian."


 


 


Apa? Gantian apa? Tetep nyebelin ternyata.


 


 


"Em,Dokter?"


 


 


"Hmmm," mendongak setelah memasukkan kembali peralatan kedalam tasnya.


 


 


"Dokter pernah denger tentang Negri Kegelapan?" wajahnya serius saat bertanya,hingga membuat Sakti kaget.


 


 


Kenapa Larasati bisa tau tentang Negrinya,Negri para Pemburu. Dari mana Ia tahu? "Kamu tahu dari mana?" balik menatap tajam.


 


 


"Emang bener ada ya Dok?" bertanya antusias,sepertinya ia akan menemukan jawaban dari rasa penasarannya dari Dokter ini.


 


 


"Mana saya tahu," mengangkat bahu santai.


 


 


Sialan kamu Dokter.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2