Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)

Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)
Aku Ingin


__ADS_3

Hari ini cuaca sedikit gerimis di luar sana. Titik-titik air


terlihat membasahi kaca jendela. Tetesan kecil yang membawa suka atau pun duka.


Gerimis akan terasa indah jika kita sedang berada di bawah satu payung dengan


orang yang di cinta. Namun gerimis juga akan membawa luka bagi hati yang sedang


merana. Menanti kabar dari seseorang yang jauh disana. Rindu itu memang


berat,benar kata kamu Dilan.


Larasati terus memandang percikan air yang menerpa kaca


jendela di samping meja kerjanya. Melirik benda pipih yang tergeletak di atas


meja. Sebuah ponsel yang selalu ia periksa  lima menit sekali. Berharap ada satu pesan yang datang dari seseorang


yang ia tunggu.


“permisi Mbk Laras” suara seorang karyawan perempuan


mengagetkan lamunannya.


“Eh iya,kenapa Mita?” kata Laras.


“ini ada paket buat Mbk Laras.”


“paket?” dahinya mengreyit,apa aku pesan sesuatu? Lalu menggelengkan


kepala pelan.


“iya,ini mbk.” Menyerahkan sebuah kotak ukuran kecil kepada


Larasati.


“makasih ya.”


“sama-sama mbk,saya permisi.” Membungkuk hormat sebelum


pergi.


“iya,silahkan.” Tersenyum.


Laras mengamati kotak berukuran kecil yang ada di atas


mejanya. Sebuah kotak warna merah muda dengan pita di atasnya. Meraih kotak itu


dan membolak-balik dengan maksud mencari nama sang pengirim. Nihil. Tak ada


nama atau alamat sang pengirim. Lalu kenapa bisa sampai disini,siapa yang


mengantarkan paket ini,ia bertanya dalam hati.


Menarik pita dan membuka penutup kotak. Ada sedikit


keterkejutan di matanya. Siapa yang mengirim hadiah istimewa ini. cantik


sekali,gumamnya memuji. Ada sebuah kartu ucapan juga. Gadis itu meraih dan


membaca isinya. Jantungnya berdebar membaca setiap untaian kata yang tertulis


rapi di kertas kecil itu. ia sudah tak bisa menahan lagi,bulir bening mengalir


begitu saja bersamaan dengan isak lirih yang tertahan.


Pandangan matanya beralih pada sebuah benda berkilauan di


dalam kotak. Sebuah kalung dengan liontin berbentuk bulan sabit. Dikombinasi dengan


sebuah batu warna merah yang berkilauan di tengahnya. Larasati tersenyum sambil


sesekali mengusap sudut matanya. Dengan debaran jantung yang masih sama bergejolaknya,ia


meraih dan memasangkan benda itu di leher jenjangnya. Aku tau kamu memang yang


terbaik,gumamnya lirih.


Flashback on.

__ADS_1


Kejadian sebelum wisuda Larasati dan yang terjadi


selanjutnya.


Sakti terbangun dari tidurnya pagi ini. Pria itu


menggelengkan kepala pelan,mencoba mengusir pusing yang merayapi kepalanya. Beberapa


hari ini ia tak pernah tidur cukup. Ia terlelap menjelang pagi dan terbangun


sebelum fajar. Tubuhnya terasa lelah,masalah yang terjadi akhir-akhir ini


membuatnya benar-benar bekerja keras. Ia bahkan tidur di rumah sakit beberapa


hari ini. untung Thomas selalu datang membawakannya makanan dan pakaian ganti. Kalau


tidak, mungkin ia juga akan terbaring di salah satu ruang rawat di rumah sakit


ini.


Pria itu duduk bersandar pada sofa yang menjadi tempat


tidurnya beberapa malam ini. Memejamkan mata sambil memijat pangkal hidungnya,kepalanya


masih terasa pusing sekarang. Bayangan wajah cantik seorang gadis melintas di


kepalanya. Bagaimana kabarmu sayang? Bibirnya tersenyum tipis. Setelah kepalanya


terasa lebih baik,ia mencari benda pipih yang jarang ia sentuh karena


kesibukannya di Rumah Sakit.


Benda itu tergeletak di atas meja kerjanya. Sakti mengambil


benda itu,tapi ternyata ponselnya mati. Mungkin batreinya habis,lalu mencari


charger di dalam laci dan menghubungkannya pada ponsel untuk mengisi daya. Setelah


beberapa saat menunggu,ia menghidupkan ponsel itu. lampu notifikasi terlihat


berkedip beberapa kali,menandakan ada pesan yang masuk di sana.


Thomas. Ia tersenyum melihat pesan teratas di daftar chatnya. Sepuluh pesan


dari sebuah kontak yang ia beri nama “ Dewi Kesayanganku”. Jarinya lalu menekan


pelan layar,membaca barisan pesan yang dikirimkan oleh sang dewi kesayangan. Beberapa


pesan yang dikirimkan dalam jangka waktu yang berbeda. Gadis itu tak ingin


menggangu,tapi juga ingin menunjukkan perhatiannya.


“Maaf sayang,pasti kamu merasa terabaikan selama ini. tapi


terimakasih karena kamu mau mengerti,aku juga kangen kamu Laras” gumamnya pada


diri sendiri. Lalu mengetikkan sebuah balasan untuk gadis itu,


(Aku baik-baik saja yang. Terimakasih untuk pengertian kamu.


Meskipun jarak memisahkan kita,percayalah , sayangku Cuma kamu. Love u too.)


Bibirnya terus mengulas senyum,tapi ada sedikit rasa


bersalah di hatinya. Bagaimanapun juga Larasati adalah orang yang penting dalam


hidupnya,Sakti mencintai gadis itu. ia tak mau kehilangan Larasati hanya karena


ia merasa di abaikan. Meski dalam pesan yang ia kirimkan,gadis itu bilang


baik-baik saja dan selalu mendukungnya.


“Anda sudah bangun Tuan?” Thomas datang dengan sebuah tas


kecil ditangannya. Baju ganti Sakti dan sarapan utamanya,darah segar.


“hemm,kau datang lagi? Jangan merasa terbebani denganku


Thomas,hiduplah seperti yang kau inginkan.” Katanya tenang. Kesetiaan Thomas

__ADS_1


memang tak perlu diragukan lagi.


“ini sudah kewajiban saya Tuan. Anda adalah calon Raja yang


harus saya lindungi.”


“aku percaya padamu,kamu memang yang terbaik.”


“terimaksih Tuan. Ini sarapan anda.” Mengambil sebuah botol


gelap dari dalam tas,dan memberikannya pada Sakti.


Sakti menerima botol itu dengan tangan kanannya. Membuka tutupnya


dan menyesap isinya hinga tetes terakhir. Darah segar memang sumber energi


terbaik. Tubuhnya terasa lebih segar.


“Tuan,dua hari lagi Nona Laras akan wisuda. Apa anda tidak


ingin memberikan sesuatu untuknya.”


“benarkah? Kenapa Larasati tidak bilang. Menurutmu apa yang


harus aku berikan?” sedikit bangun dari posisi bersandarnya.


“sesuatu yang bisa menjaganya dari kaum pemburu.”


“maksudmu?”


“saya merasakan aroma pemburu disekitar Nona Larasati. tapi


saya belum bisa menemukannya. Alangkah lebih baik jika kita bisa memberikan


sesuatu yang bisa menyamarkan bau darah Nona. Agar Nona aman dari serangan para


pemburu yang sewaktu-waktu menemukannya.”


“benar,kamu benar Thomas. Aku tak bisa didekatnya


sekarang,terimakasih atas saranmu Thomas.”


“sama-sama Tuan.”


Sakti lalu berdiri,mengambil sebuah kalung yang selalu ia


bawa kemanapun ia pergi. Sebuah benda yang mempunyai kekuatan magis bangsa


pemburu,penyamaran. Kalung itu akan menyamarkan bau darah Larasati dari penciuman


tajam kaum pemburu. Memandangnya sebentar,lalu terlintas ide untuk memberikan


kartu ucapan."berikan ini setelah acara wisudanya." pintanya pada Thomas.


"baik Tuan"


Dengan senyum yang terus terkembang ia menuliskan kata demi


kata pada secarik kertas kecil. Untaian kata yang mewakili perasaanya,terlihat


norak. Tapi ia suka.


Dear Dewi Kesayanganku


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana


Dengan kata yang tak sempat diucapkan


Kayu kepada api yang menjadikannya abu


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana


Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan


Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


Dan jika semesta waktu hendak mengukur cintaku


Ia harus berulang kali mati untuk berulang kali hidup kembali

__ADS_1


(Sapardhi Djoko Damono,dengan revisi author)


__ADS_2