Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)

Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)
Hamil?


__ADS_3

Larasati diam membisu dalam perjalan pulang dari kantor suaminya. Pikirannya melayang-layang pada kejadian tak terduga siang tadi. Penglihatannya menjadi kenyataan. Bagaimanakah nanti ia akan menjalani hidup jika terus begini. Apa dia akan menanggung rasa bersalah seumur hidupnya? Entah.


Mobil berhenti dihalaman Rumah keluarga Handam Wijaya. Sakti keluar lebih dulu dan membukakan pintu untuk istrinya. Kemudian sopir kelurga Handam melajukan mobil itu keperaduannya.


Sakti merangkul bahu Larasati. mengusap mesra. Dia tahu,istrinya sedang dilema. Dan yang bisa dia lakukan adalah membuatnya merasa tenang dan nyaman lewat sentuhan.


Larasati terus diam sepanjang sore hingga makan malam. hingga mereka merebahkan diri di ranjang.


“Sayang,kamu nggak pa-pa kan?” sakti memiringkan tubuh menghadap Larasati disampingnya. menyelipkan rambut Laras kebelakang telinga. Pandangannya teduh menenagkan.


“Aku takut Sayang,” ucapnya Lirih


Sakti merengkuh Larasati dalam pelukannya. “Nggak pa-pa,semua akn baik-baik saja,” tuturnya lembut.


Malam semakin larut. Sakti sudah terlelap dengan tangan yang masih mendekap tubuh mungil Larasati. sedangkan Laras sendiri masih terjaga. Rasa kantuk tak berhasil meneror dirinya. Mata birunya masih bening bercahaya. Pikirannya tetap berlarian entah kemana.


Akhirnya ia memilih bangun. Mengambil air wudhu dan sembahyang sunah. Setidaknya dia akan merasa tenang setelahnya. Benar saja,ketika telapak tangan menyapu wajahnya. Lantunan lirih kata amin terucap bersama kegelisahan yang menguap,


Larasti kembali naik ke ranjang. Merebahkan diri disamping suaminya yang menggeliat kecil. Menyapu wajah pucat yang masih terlihat tampan rupawan dibawah sinar temaram lampu tidur. Jemari tangannya terulur menyentuh hidung tinggi mancung bak dahan kelapa yang disandarkan. Turun kebibir. Dagu. Dan berlabuh didada bidang yang bergerak halus naik-turun.


Entah setan apa yang menarik pandangannya tertuju pada leher suaminya. Terus terpatri disana. Bahkan Larasati bisa mendengar aliran darah dalam pembuluh darah arteri. Larasati tanpa sadar menelan ludahnya sendiri. Ada hasrat yang mendorongnya untuk merasakan dan mencicipi cairan merah yang terlihat segar dan menggiurkan itu.Darah.

__ADS_1


Larasati menarik tangan. Menutup mulutnya. Dia merasakan sepasang benda tajam dan runcing menyentuh ujung bibir bawahnya. Dia bangun. Berjalan cepat ke arah meja rias dan melihat bayangannya sendiri didalam kaca.


Matanya seakan meloncat dari tempatnya demi mendapati bayangan wajahnya sendiri didalam cermin. Sepasang taring muncul di balik bibirnya. Mustahil. Dia bukan Vampir. Ada apa ini?


Larasati membeku didepan cermin. Dia bisa melihat masa depan orang lain,tapi tak mengetahui masa depannya sendiri. Dia mondar-mandir sembari menggigit ujung jarinya. Mencari jawaban kenapa tiba-tiba tumbuh taring digiginya.


Belum sempat dia menemukan jawaban. Ada yang menggeliat dalam perutnya. Larasati mengusapnya lembut. Sekarang dia merasa lapar. Bukan,tapi sangat,sangat,lapar. Yang ada didalam pikirannya sekarang adalah menerkam Sakti dan menghisap darahnya.


Tapi tentu saja keistimewaannya sebagai seorang Dewi tak berhianat. Nalurinya mengatakan kalau sedang ada sesuatu yang berusa tumbuh dan hidup dalam perutnya yang rata. Bayi vampir.


“apa aku benar hamil?” kembali menoleh kaca,masih tak percaya dengan adanya dua benda runcing yang menyibak bibir mungilnya.


Sakti menggeliat diatas ranjang. Meraba Larasati disampingnya. Tapi kosong. Laras tak ada kemana dia pikirnya. Sakti bergegas bangun. Menghela nafas lega ketika tahu istrinya sedang mondar-mandir didepan kaca. Tapi tunggu,apa yang terjadi hingga ia gelisah di tengah malam?


“Jangan mendekat,” pintanya keras. Membuat Sakti tergagap dahsyat. Keinginanya memangsa suaminya sendiri semakin kuat.


“Ada apa sayang,kamu kenapa?” bingung bertanya. Ia yakin sudah sadar dan sedang tidak bermimpi. Tapi Laras berteriak kasar padanya,kenapa terasa seperti mimpi? Nekat melangkah karena khawatir.


“Stop !” berteriak lebih keras. Dadanya bergemuruh menahan gejolak dan amarah.


Sakti tertegun demi mendengar teriakan Laras untuk yang kedua kali. Barulah ia sadar jika ini bukan mimpi. “Kamu ini kenapa Sayang?” ngotot bertanya.

__ADS_1


Larasati menarik nafas panjang,menghembuskannya perlahan. Dia sudah keterlaluan. Tapi menjaga jarak aman adalah yang terbaik sekarang. Setelah cukup menguasai diri,”Sayang ma’af karena udah bentak kamu,”


“Apa yang terjadi sayang?” rasanya Sakti mau menagis karena kebingungan.


“Aku hamil,”


“Apa, kamu hamil?” bingung. Apa hubungannya orang hamil dengan perubahan sikap istrinya. Mendadak ia jadi bodoh,tak bisa menggunakan keceerdasannya sebagai seorang Dokter.


Tapi jujur ia senang dan bahagia mendengar kabar kehamilan istrinya. Dia ingin segera merengkuh Laras dalam pelukannya.Tapi Sakti merasa aneh dengan ekspresi Larsati yang terlihat tertekan. “Apa ada yang kamu sembunyikan dari aku?” Sakti merubah intonasi suaranya menjadi serius. Pikirannya bertanya-tanya dengan sikap aneh istrinya.


“Sayang kamu tahu kan kalau aku dan kamu itu bukan manusia?”


“Maksud kamu apa?”


“Apakah kamu belum paham juga,jika anak ini tentu saja bukan bayi biasa. Dan sekarang aku sedang menahan diri dari keinginannya,”


Sakti ingin tersenyum,tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat. Ia tak bisa membohongi perasaan bahagianya jika ia akan menjadi seorang Ayah. Ingin memanjakan istrinya yang sedang hamil dengan menuruti semua keinginan orang hamil yang katanya suka ngidam aneh-aneh. Tapi,tunggu dulu,apa yang diinginkan istrinya hingga ia bersikap seperti itu.


“Memangnya anakku mau apa?” jantungnya berdebar ketika menyebut kata”Anakku”


“Darah,”

__ADS_1


“Apa?”Sakti hanya bisa melongo disisi ranjang. Bahkan dia belum bergerak selangkah pun sedari tadi. Keinginan Larasati ini apa bisa dikategorikan pada ngidam ekstrem? Pikirnya. Apa bayi yang dikandung Laras akan jadi seperti dirinya? mungkin saja karena itu memang anaknya.


Tidak ini tidak boleh terjadi,lalu harus apa aku sekarang?


__ADS_2