Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)

Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)
Masalah Baru


__ADS_3

Di lain tempat yang jauh dari kericuhan di Rumah Sakit


Dirgantara’s Hospital. Seorang gadis berdiri di depan kaca besar di kamarnya.


Memandang pantulan tubuh sempurna yang terbalut kebaya warna merah muda. Tak


ada senyum di bibirnya yang di poles warna senada. Seharusnya aku senang


sekarang,gumamnya lirih. Gadis itu lalu meraih sebuah ponsel yang tergeletak di


atas meja rias. Mengeser layar,lalu membaca sebuah pesan yang dikirim dua hari


yang lalu oleh seseorang yang ia beri nama “Pangeranku”. Tak terasa sebulir air


bening menetes di sudut matanya,aku kangen kamu Sakti. Lagi-lagi gadis itu


bergumam lirih yang hanya bisa di dengar olehnya.


Tok tok tok,krieeet. Suara pintu kamar di buka tanpa


persetujuan pemiliknya.


“sudah siap?” berjalan sambil tersenyum memandang pantulan


wajah putrinya di depan kaca.


“Mama?”


“wah,anak mama cantik banget. Sayang ya,Dokter itu nggak ada


di sini.hehe”


“apa sih Ma,Dia lagi sibuk. Banyak masalah yang terjadi


disana.” Tapi hatinya berontak,aku juga mau kamu perhatikan. Lagi-lagi berpikir


egois dalam hati.


“sabar sayang,mungkin ini ujian untuk cinta kalian. Dalam


sebuah hubungan yang sulit itu bukan berjuang,tapi bertahan. Kesetiaan dan


cinta kalian sedang di uji sekarang,kamu harus bisa lewati ini. Dan buktikan


kalau kamu memang pantas dicintai dan dipertahankan.”


Larasati hanya diam,ada isak lirih yang terdengar dari gadis


itu.


“shhhttttt,jangan menangis sayang. Sudah cantik begini,ayo berangkat. Nanti kita terlambat.”


“iya Ma.” Meraih selembar tisu diatas meja,dan mengelap


pelan tetes air mata yang tadi terjatuh di pipinya.


Keluarga Handam wijaya berangkat ke tempat acara dengan


mengendarai mobil mewahnya. Setelah empat puluh lima menit perjalanan,mereka


sampai di tempat tujuan. Kampus Larasati,gadis itu akan wisuda hari ini.


Sebuah upacara sakral para mahasiswa dan mahasisiwi yang sudah menuntaskan perjuangan

__ADS_1


mereka menimba ilmu di bangku kuliah. Keluarga fenomenal itu memasuki ruangan


di iringi tatapan kagum semua orang. Keluarga kaya raya yang bahagia,sebuah


kalimat yang ada di setiap kepala orang. Mereka hanya tersenyum membalas


tatapan kagum itu,lalu duduk di tempat yang sudah di sediakan.


Acara wisuda itu berlangsung dengan hikmat,selama tiga jam.


Setiap fase dilalui dengan penuh kesungguhan oleh para peserta. Setelah acara


inti selesai,mereka melakukan sesi foto untuk kenang-kenangan. Semua Mahasiswa


bersorak gembira menyambut kelulusan mereka. Terjadi obrolan tentang rencana ke


depan,mau apa,dan kerja di mana. Pertanyaan yang selalu jadi topik utama.


Begitu juga Larasati,gadis itu terlihat berbaur dan


bercengkrama dengan para mahasiswa. Sosok yang dianggap angkuh dan sombong


itu,ternyata bisa tertawa bersama mereka. Mungkin gadis itu bukan sombong,tapi


mereka yang minder kalau ingin sekedar berteman. Larasati memang cuek saja jika


ada yang mendekatinya dengan maksud tertentu. Jadi ia sering dianggap angkuh


dan menjauhkan diri dari orang lain.


Tiba-tiba seorang pria yang memakai setelan jas lengkap


warna abu-abu,datang mendekati Larasati.  Wajahnya ia sembunyikan dibelakang


itu,siapa? Pikirnya. Apa itu Sakti. Jantungnya berdebar. Tidak mungkin. Gadis itu


tak berani berharap,takut kecewa.


Pria itu semakin mendekat,”selamat ya Laras,kamu hebat.” Kata Pria itu,lalu menurunkan buket


bunga besar yang menutupi wajahnya,memberikannya pada Larasati.


“Nico?” kata Laras,kaget.


Semua orang yang melihat itu,langsung bercie-cie saja.


“terima dong,ini buat kamu.” Kata Nico,bunga yang tadi ia


berikan belum di terima oleh Larasati. Gadis itu terlihat kaget.


“eh,iya. Terimakasih.”


“kamu nggak usah mikir aneh-aneh. Ini Cuma bentuk ucapan


selamat dari aku.”


Larasati hanya diam.


“Laras,kalau boleh aku mau minta satu hal sama kamu.”Tambahnya.


“apa?” tanya Laras.


“jangan pernah membenci aku Larasati. Aku sudah cukup

__ADS_1


tersiksa dengan kehilangan kamu selama ini. Aku sadar kalau kesalahan aku besar


banget. Tapi,bisakah kamu kabulkan permintaan aku ini. Maaf kalau aku serakah.”


Menundukkan kepala,matanya sedikit melirik Larasati yang hanya diam membisu


memegang buket bunga darinya.


“aku nggak pernah membenci kamu Nico. Aku sudah memaafkan


semua kesalahan kamu.” Kata Laras tenang. Pria itu sudah lama ia lupakan,kenapa


ia datang lagi. Apa maunya?


“makasih Laras,kamu memang perempuan baik. Jadi kamu mau kan


kalau kita temenan?” matanya berbinar menunggu reaksi Laras.


“aku nggak sebaik itu Nico,kita sudah selesai. Aku tau apa


maksud kamu. Aku harap kamu berhenti sampai disini.” Jawab Laras tegas.


“tapi Ras?” ia tak tau harus mengatakan apa lagi. Semua


kalimat yang ia siapkan dari semalam hilang entah kemana. Reaksi Larasati di


luar dugaannya. Padahal ia mengira kalau Larasati juga merindukan


dirinya,perasaan yang sama yang selalu ia rasakan setiap detiknya. Ya Pria itu


tak sedetikpun melupakan Larasati. Nico pernah mencoba untuk menjalin hubungan


dengan Sarah lagi. Tapi tak bertahan lama.


“aku pergi ya. Semoga kamu bisa hidup lebih baik.” Lalu berlalu


meninggalkan Nico. Menghampiri kedua orang tuanya yang sudah menunggunya di


mobil.


Nico terus mengikuti Laras dengan pandangan. Hatinya terasa


sesak mendapat penolakan yang kesekian kalinya. Padahal setiap hari aku nggak


pernah berhenti mikirin kamu Ras. Rasa cinta aku buat kamu masih sama seperti


dulu. Nggak ada yang sepertimu Larasati,aku akan dapetin kamu lagi apa pun


caranya.


Pria itu mengepalkan tangan erat,bersumpah tak akan berhenti sebelum


mendapatkan Laras kembali. Ia tak perduli berapa kali ditolak,kalau tak bisa


dengan cara baik-baik. Memaksa pun akan ia lakukan.


Nico tak menyadari kalau rasa yang sedang ia perjuangkan


sekarang,bukanlah cinta. Tapi lebih kepada ambisi memiliki sesuatu yang


berharga yang pernah hilang. Akal sehatnya sudah tertutup oleh obsesinya. Nico yang


dulu penyayang dan anak mama. Berubah  menjadi pria ambisius yang mau melakukan apaun

__ADS_1


untuk mendapatkan apa yang ia mau. Benarkah cinta bisa merubah segalanya?


__ADS_2