
Samar semburat jingga diufuk barat terlihat menghiasi gelapnya langit negri kegelapan. Suasana disini hampir tak ada bedanya setiap waktu. Hanya saja jika malam hari bulan akan terlihat di langit ini. Tapi tidak dengan matahari. Kita semua tau kalau bangsa pemburu takut kepada sinar matahari. Tak semua dari mereka mampu bertahan dibahah pancaran sang surya.
Negri ini selalu dilindungi oleh atmosfer kabut hitam. Bukan hanya sekedar kabut,tapi kabut itu adalah perisai untuk menyembunyikan pulau ini dari mata siapaun yang tidak diinginkan.
Sore itu halaman istana dibanjiri oleh ribuan rakyat yang sedang berdemo. Menuntut dan memaksa Raja mengorbankan Larasati malam ini. Purnama merah yang ditunggu setiap seribu tahun sekali. Sudah waktunya. Penderitaan dan kemalangan yang mereka alami akan segera berakhir. Kabar keberadaan Larasati di Istana,seperti semilir angin segar yang berhembus dalam setiap klan. Memberikan harapan untuk kehidupan baru yang lebih baik.
Entah siapa yang memulai provokasi untuk menggiring massa ke depan Istana. Tapi siapaun dia, pasti punya pengaruh yang besar dimata rakyat.
Bangsa pemburu bukanlah bangsa yang suka berbasa-basi. Jadi,Saat mereka mendengar kabar jika tumbal persembahan itu sudah ada di Istana. Mereka semua bergerak kesana. Ingin melihat sendiri bagamana wujud manusia istimewa itu. Ingin tahu bagaimana aroma darah emas itu. Rasa penasaran dan ketidaksabaran untuk kembali pada masa kejayaan membuncah didada mereka.
Mereka berteriak-teriak didepan Istana. Berceloteh ini dan itu tentang keinginan mereka. Salah satu yang dianggap paling berani menjadi pembicara. Menyampaikan aspirasi rakyat kepada Raja. Keinginan mereka untuk menyaksikan bagaimana manusia itu dikorbankan.
Darah suci yang akan membuat mereka hidup abadi bagi siapa saja yang meminumnya. Tentu saja klan tertinggi yang boleh melakukan itu.
Para rakyat hanya boleh melihat dan memendam keinginan mereka untuk sekedar mencicipi. Tapi,sesungguhnya kembalinya Dewi Amora lah yang paling mereka inginkan. Jika Dewi itu kembali menjaga negri ini. Mereka akan hidup dalam kejayaan seperti dulu. Tak akan lagi kekurangan makan dan kelaparan. Tak perlu saling membantai hanya agar tak mati kelaparan, meminum darah sesama klan .
Menghalalkan hukum rimba. Siapa yang kuat,dia yang menang.
Tapi diantara mereka juga ada yang menginginkan darah suci untuk kepentingan pribadi. Tak perduli dengan nasip rakyat yang lain. Nafsu dan keserakahan ternyata bisa menggerogoti siapa saja, termasuk klan pemburu.
Mereka yang dilanda kemiskinan dan kemalangan berabad-abad. Merasa muak dengan keadaan. Ingin hidup yang lebih baik,berkuasa,kuat,dan abadi.
__ADS_1
Para penjaga gerbang. Vampir klan Secret terlihat tenang tanpa perlawanan. Mereka membiarkan sorak sorai itu. Mendengarkan dan mengamati situasi. Tapi,jika ada yang berani melawati batas, klan Secret tak akan segan untuk menghancurkan siapa saja. Mereka terkenal kejam tapi juga setia.
Berbaris rapi dan tegap didepan pintu gerbang. Dengan baju zirah dari besi dan senjata berbagai bentuk tergenggam erat ditangan mereka. Warna matanya hijau lumut. Sangat serasi berpadu dengan wajah pucat mereka. Tapi jangan salah,klau mereka sudah marah. Kalian akan langsung lari terbirit-birit. Wajah mereka akan berubah seratus kali lipat lebih menyeramkan dari apa yang bisa kalian bayangkan.
Sedangkan jauh didalam Istana. Raja Charles menatap nanar pada semburat jingga yang terlihat dibalik jendela. Posisinya sekarang sedang berada diantara dua jurang. Jika dia menyelamatkan dan membiarkan Larasati pergi, putranya akan bahagia. Tapi semua rakyat akan tetap menderita. Ribuan nyawa manusia tak akan tertolong. Begitu juga sebaliknya.
Raja Charles tak yakin Larasati mampu bertahan dengan semua ini. Dia pasti mati karena kehabisan darah. Tapi itulah satu-satunya cara. Satu-satunya obat penawar untuk semua masalah yang timbul.
“Thomas. Pergilah keluar dan aku akan menemui mereka.” Kata Raja tiba-tiba.
Thomas yang sedari tadi berdiri siaga setelah melaporkan apa yang terjadi diluar istana,sedikit terperanjat.
Thomas sudah sampai dihalamamn Istana. Sorot mata hijaunya menatap kepada seluruh rakyat yang masih riuh. “tolong diam!” teriaknya. Suaranya menggelegar memecah keramaian. Membuat semua orang terdiam. Setelah suasana kembali tenang Thomas melanjutkan bicaranya.
“Baginda Raja akan menemui kalian. Jadi tolong jaga siakap kalian dihadapan Raja.”jelasnya. Masih dengan suara lantang agar terdengar semua orang.
Sorak sorai rakyat menggema di halaman tak kalah riuh dari tadi,. Tapi dengan suasana yang berbeda, jika tadi mereka hampir marah sekarang mereka malah senang.
__ADS_1
Tak lama suara satu tiupan terompet panjang terdengar. Mengabarkan kedatangan Raja dihalaman istana. Semua orang diam. Lalu berlutut menghormati Raja.
Raja Charles memasang wajah dinginnya. Mata birunya begerak menyusuri setiap sudut yang penuh dengan kerumunan rakyat. Mereka datang dari berbagai klan. Tapi dia tahu,ada beberapa klan yang tidak ada disana. Itu jelas sekali,mereka ingin melakukan pemberontakan dan menggulingkan kekuasaanya.
Klan pemburu yang sedang berkumpul adalah klan terendah,bisa dikatakan sebagai kaum jelatanya para pemburu. Mereka hiddup atas belas kasih dan perlindungan istana. Jadi mereka akan senantiasa patuh kepada siapaun yang menjadi Raja. Dan bisa mensejahterakan kehidupan mereka.
“WAHAI RAKYATKU. PARA PEMBURU PENGHUNI NEGRI KEGELAPAN. HARI INI AKU AKAN MENYAMPAIKAN SATU BERITA PENTING.” Hening, mereka menanti kabar dengan hati berdebar-debar.
”MALAM INI,SAAT PURNAMA MERAH TERJADI,AKU MENGUNDANG KALIAN SEMUA UNTUK DATANG KE BUKIT PERSEMBAHAN. MENYAKSIKAN DAN MENYAMBUT KEDATANGAN DEWI PELINDUNG NEGRI INI YANG BERSEMAYAM DALAM TUBUH SEORANG MANUSIA PILIHAN. PENGORBANANYA AKAN MEMBAWA KEMAKMURAN DAN KEJAYAAN UNTUK BANGSA KITA.”
Berhenti sejenak,menghela nafas panjang.” Akan tetapi,ada satu syarat yang harus dipenuhi oleh kalian semua,termasuk aku.” Suaranya melunak.
“Apa itu Raja?” tanya salah satu dari mereka.
“Tidak ada yang boleh menyentuh manusia itu,atau sampai meminum darahnya. Biarkan dia melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Kalian paham?” menatap tajam pada ribuan pasang mata yang menatap aneh padanya.
Bukankah seharusnya klan terkuat meminum darahnya agar menjadi abadi dan tetap berkuasa? Kenapa Raja pun dilarang untuk melakukannya.
Akhirnya mereka mengangguk bersamaan. Menyetujui perintah Raja. Demi kembalinya kejayaan bangsa pemburu.
Tapi diantara mereka ,ada satu pemburu yang memakai jubah hitam hingga menutupi kepalanya. Tertsenyum sinis. Lalu pergi meninggalkan kerumunan itu.
__ADS_1