
Vampir itu merasa marah. Giginya menggeretak kesal. Kenapa bisa ada manusia yang tidak takut padanya. Dasar gila,ia mengumpat dalam hati. Harus ku apakan manusia ini,pikirnya.
“Pergilah,kalau masih ingin hidup,” Kata Vampir itu.
“Kenapa? Aku juga manusia,punya darah juga. Apa kamu tidak tertarik?” menggerakkan alisnya ke atas dan kebawah. Santai.
“Cih,darahmu pasti berbau busuk,”
“E..e..e..enak aja kalo ngomong. Jangan suka menilai orang dari penampilannya.”
“Arrrrgggghhhhh,jangan banyak bicara kamu!” kakinya melangkah cepat mendekati pria itu. Tangannya mengepal kesal. Tapi,tiba-tiba ia tak bisa bergerak. Seperti terpaku pada aspal jalanan. Ia meronta,tapi gagal. Apa ini,kenapa aku tidak bisa bergerak. Sial.
“Kenapa berhenti? Padahal aku sudah siap..hahahaha” pria gila itu tertawa jumawa.
“Apa yang kamu lakukan orang gila?”
“Tidak ada,” Bibirnya tersenyum jahat.
“Kenapa aku tidak bisa bergerak?”
“Ya karena kamu memang harus berhenti.” Jawabnya santai. Masih tak perduli dengan tatapan tajam yang mengarah padanya.
“Lepaskan aku ! sihir apa yang sedang kau lakukan?”
“Buahahahahaha,sihir? Hahahaha” pria itu terpingkal sampai berputar-putar sambil memegangi perutnya,yang terasa nyeri karena tertawa.
Setelah puas tertawa,ia mengusap matanya yang berair dengan kerah baju kumalnya. Pandangannya tiba-tiba menjadi lain. Tajam dan menusuk. Pria itu berdiri tegap dengan menautkan kedua tangan dibelakang tubuhnya.“Ini bukan sihir. Ini kehendak Tuhan.”
“Tuhan? Siapa itu Tuhan?” ia benar-benar tak tahu.
“Tuhan adalah Zat yang menciptakan aku,kamu,mbk itu,dan seluruh jagat raya ini.”
“Apa? Bukankah yang menciptakan aku dewa Api?” merasa bingung.
__ADS_1
“Kamu salah. Golongan makhluk seperti mu ini,diciptakan Tuhan dari api. Mungkin Dewamu itu juga berasal dari hal yang sama.”
“Jangan membual kamu,orang gila.”
“Kamu tidak percaya?”
“Tidak !” jawabnya tegas.
“Kamu tau,kalo sesuatu yang terbuat dari api,akan terbakar jika terkena api?”
“Apa maksudmu?”
Pria itu berjalan mendekat. Mengangkat tangannya ke udara,mengucapkan sebuah kalimat yang tak di pahami Vampir itu. Apa itu sebuah mantra. Lalu tiba-tiba tubuh vampir itu diselimuti api yang berkobar. Menjilati tubuh kakunya. Vampir itu berteriak kesakitan.
“Hentikan,apa yang kau lakukan bangsat. Arggggghhh,panas,sakit”
“Sekarang kamu percaya pada Tuhan?”
“Api ini adalah bentuk kuasa-Nya. Aku berdoa pada-Nya dan Dia mengabulkan.”
“Hentikan,ini menyiksaku. Kau harus jelaskan padaku siapa itu Tuhan,kenapa Dia bisa berbuat begini.”
“Baik. Tapi,berjanjilah kau akan berhenti menyerang manusia. Apa pun alasanya.”
“Baik aku janji.”
Lalu api yang menyala itu hilang dalam sekejab mata. Vampir itu meraba tubuhnya,ia sama sekali tidak terluka. Bukankah tadi aku kesakitan. Aneh.
“Dan kamu,mbak yang berdiri di sana,” pria itu menunjuk gadis yang berdiri gemetar tak jauh dari mereka, “Masih ingin bunuh diri? Menyia-nyiakan hidup yang di anugrahkan padamu? Apa kamu tau ada ribuan orang di luar sana yang berjuang untuk bertahan hidup. Bodoh kalo kamu ingin mati hanya karena sebuah masalah.”
“Saya,saya” gadis itu terbata menjawab.
__ADS_1
“Kenapa kamu ingin mati?”
“Karena aku ingin bertemu Tuhan.”
“Kenapa?”
“Aku ingin bertanya pada-Nya. Apa yang membuat hidupku begitu menderita. Padahal aku sudah berusaha menjadi manusia yang baik. Tapi kenapa aku selalu ditimpa kemalangan. Kenapa Tuhan tega berbuat begini.”
Sang Vampir diam menyimak. Dia merasa bingung tentang siapa itu ,Tuhan. Kenapa gadis ini harus mati untuk bertemu dengan-Nya.
“Kalau kamu ingin bertemu Tuhan,sembahyanglah,jangan bunuh diri. Tuhan hidup dalam setiap hati manusia,meski mereka terkadang tak menyadarinya. Jangan bunuh diri,kamu akan menyesal nanti.”
Siapa orang ini. kata-katanya begitu menenangkan. Suaranya bisa membius kesadaranku. Tapi kenapa penampilannya begini. Baju kumal dan sudah terkoyak di beberapa bagian.
“Maaf. Aku hanya bingung,aku juga rajin sembahyang. Tapi kenapa hidupku begini.”
“Mungkin getaran dihatimu kurang hebat kepada Tuhan. Kamu sembahyang tapi tak yakin dengan Kebesaran-Nya. Sembahyanglah karena Iman,jangan karena mengharapkan harta benda atau hal fana lainnya. Saat badai datang yang harus ditenangkan adalah diri kita,bukan badai itu.”
“Aku mengerti tuan. Terimakasih.” Gadis itu mengangguk sopan,lalu pergi. Hatinya merasa lebih lega sekarang. Di sepanjang jalan pulang,ia terus mengutuki kebodohan yang ia lakukan tadi. Tapi hari ini pasti akan ia ingat seumur hidupnya.
“Hei manusia tua,kau masih berhutang padaku.” Kata Vampir itu.
“Hei vampir muda,mari belajar bersama orang gila ini.” ia terbahak dengan kalimatnya sendiri.
Lalu mereka duduk selonjoran dan bersandar pada jembatan itu. Tak ada satu pun orang atau kendaraan yang lewat,karena ini sudah lewat tengah malam. Pria tua itu menjelaskan dan menjawab setiap pertanyaan sang Vampir. Semua jawabannya mengagumkan,Vampirr itu benar-benar merasa kagum. Tapi saat vampir itu bertanya,
“Kalau kamu orang baik dan sehat. Kenapa pakaianmu seperti ini.”
“Biarlah itu menjadi rahasia.” Jawabnya sambil tersenyum.
Mulai hari itu,sang Vampir berjanji pada dirinya sendiri,kalau ia tak akan lagi menyerang manusia. Selama bertahun-tahun ia minum darah hewan yang ia buru di hutan. Sesekali mencuri darah manusia dari rumah sakit yang ia lewati. Ia terus mencari pria tua itu,tapi tidak pernah menemukannya. Itu adalah pertemuan pertama dan terakhir mereka. Sebuah pertemuan yang merubah jalan hidupnya sebagai makhluk penghisap darah
__ADS_1