
Kembali ke Gedung Peluncuran produk Star Corp.
Perempuan cantik yang duduk di kursi CEO itu menatap tajam kearah dua orang yang baru saja meninggalkan kursi undangan. Seorang pria bertopi dan yang satu lagi pria berkemeja hitam polos. Perempuan itu tau,dua orang yang baru saja pergi sebelum acara dimulai itu bukanlah manusia. Dari mana? Dari aroma tubuhnya.
Ya,karena dia sendiri bukanlah seorang manusia. Mrs.B atau Bella Collin adalah seorang klan pemburu. Dia yang bersusah payah hidup diantara para manusia sama seperti dua pria itu. meski Bella belum tahu siapa mereka,tapi dugaannya pasti tak salah kalau mereka adalah Dominic dan Thomas. Siapa lagi kalau bukan gumamnya.
Tak lama acara peluncuran produk itu dimulai. Produk yang ia beli dari salah satu orang yang bekerja di gedung Charlies Corp. Manusia memang bodoh,mudah tergiur dengan harta dan tahta. Hingga mereka rela mengkhianati orang-orang yang mempercayainya. Tapi tujuan Bella sebenarnya bukanlah menjadi kaya dan terkenal. Kalau pun ia dapat itu anggap saja bonus dari usahanya. Tujuan utamanya adalah agar Dominic datang mencarinya.
Flassback on.
Bella duduk dengan tubuh gemetar. Mencengkeram tepian sofa hingga hampir terkoyak karena kuku tajamnya. Lebih baik kau lupakan Pangeran itu,dia tak akan pernah menoleh padamu. Kami sudah mencarikanmu calon suami dari klan yang sederajat dengan kita. William Luke dari klan Devil. Suara kedua orang tuanya bagai dengungan lebah ditelinganya.
Kau berhak hidup bahagia Bella. William adalah pemburu yang tampan dan kaya raya. Orang tuanya terus memaksa dia agar menerima perjodohan ini. bella berdiri,tangannya mengepal geram. Bola matanya sudah semerah darah sedari tadi. “Aku akan tetap mencintai Dominic hingga nafas terakhirku Ayah,aku tak sudi menikah dengan pria itu,” Bella menunjuk William yang berdiri diambang pintu.
Kedua orang tua Bella ikut berdiri,mereka tak menyangka jika William sudah datang dan mendengar percakapan mereka. Rencananya mereka akan makan malam bersama dan mengundang William untuk datang. Kedua orang tua Bella tahu,William bukanlah pemburu yang berhati malaikat hingga ia pasti akan merasa sakit hati karena penolakan Bella.
“Aku akan mengantarmu menemui pangeran pujaanmu itu. aku ingin lihat seperti apa dia melihatmu,”sinis William. Karena dia tahu Pangeran Dominic tak pernah mencintai Bella,calon istrinya.
“Aku akan buktikan kalau Pangeran juga mencintaiku,” yakin Bella. Dia lalu bergegas pergi ke istana untuk menemui Dominic.
Wlliam mengepalkan tangannya geram,dia mencoba menguasai diri. William tak mungkin menyakiti Bella,karena dia,diam-diam sudah jatuh cinta pada pemburu cantik itu. Dengan gemuruh didadanya dia mengikuti Bella ke Istana Negri Kegelapan. Dimana klan Blue Fire tinggal.
__ADS_1
Bella sudah sampai lebih dulu didepan pintu gerbang Istana. Klan secret berdiri tegap menghadang langkahnya. “Aku ingin bertemu Pangeran,ada sesuatu yang harus ku sampaikan,” mohon Bella pada para penjaga.
“Pangeran sedang pergi bersama Panglima Thomas,” jawab salah satu penjaga.
“Aku akan menunggu sampai dia kembali,” ucap Bella. Malam ini dia harus mengetahui perasaan Dominic padanya.
“Silahkan,tapi hanya sampai disini. Kau tak boleh masuk kedalam,” tutur penjaga.
“Baik,terimakasih.” Bella duduk dibawah pohon didekat pintu gerbang. William datang menghampirinya,”Tidak bisakah kau melupakan dia? Dia bahkan tak pernah menganggapmu ada,” sinis William.
Bella hanya diam,dia tak mau mendengar atau menanggapi ocehan William yang mengecilkan hatinya. Andai semua semudah saat bicara. Mungkin tak akan serumit ini hubungan mereka.
Yang dipanggil menoleh kebelakang,wajahnya masih sama seperti hari-hari biasa. Dingin dan datar. “Apa aku mengenalmu?” tanyanya dingin setelah gadis itu mendekat.
William tersenyum sinis,bahkan dia tidak mengingatmu gumamnya lirih ditelinga Bella.
“Apa pangeran lupa,saya yang waktu itu Pangeran selamatkan dihutan. Ketika para Demontour(klan pemburu yang memangsa sesama vampir) menyerang,” jelas Bella penuh semangat.
“Oh,benarkah? Lalu untuk apa kamu datang kemari?” Dominic turun dari kudanya dan merapikan bajunya yang sedikit kusut.
“Saya,saya ingin mengatakan sesuatu pada Pangeran,” suaranya sedikit bergetar tapi dia mencoba memberanikan diri untuk bicara.
__ADS_1
“Katakanlah aku tidak punya banyak waktu,”melirik Thomas yang ikut turun dari kuda dan berdiri dibelakangnya.
Bella menarik nafasnya,menghelanya panjang,”Saya mencintai Anda Pangeran,bisakah Pangeran jadi kekasih saya?” tuturnya penuh keyakinan. Dia sudah mengumpulkan seluruh energi dan keberaniannya untuk mengatakan hal ini.
Dominic hanya diam,menatap tajam,tak ada senyum atau gurat kemarahan diwajahnya. Membuat Bella bingung untuk menafsirkan raut wajahnya. “Siapa Namamu?” tanyanya kemudian.
“Bella Pangeran,” jantungnya berdebar liar.
“Baiklah Bella. Ada satu hal yang harus kau tahu,” menatap dua bola mata berwarna ungu yang menatapnya penuh arti.”Aku sama sekali tidak tertarik dengan yang namanya cinta. Bagiku cinta adalah racun penuh tipu muslihat. Cinta hanya hal konyol yang akan merusak kehidupanku. Jadi lebih baik kau pergi dan jangan pernah menemui aku lagi,” jelas Dominic datar. Dia jelas-jelas tak perduli dengan perasaan Bella yang hampir meledak saat itu.
“Tapi Pangeran,”Bella mencoba menahan Dominic yang akan kembali naik ke kuda terbangnya.
“Anda sudah dengar apa yang dikatakan Pangeran Nona,lebih baik anda pergi sekarang,” Tahan Thomas.
“Berikan saya kesempatan Pangeran,akan saya buktikan kalau saya benar-benar mencintai Anda,” tangis Bella pecah,tanpa malu dia mengemis cinta pada Pangeran Dominic. Baginya hanya ada satu cinta di dunia ini. dan itu sudah ia berikan pada orang yang bahkan tak ingat namanya.
Dominic tak perduli,dia pergi meninggalkan Bella yang menangis tergugu di depan pintu gerbang. Untuk saat ini cinta bukanlah hal yang ingin ia jajaki,sebelum dia bertemu dengan Larasati. Manusia yang bisa membuat getaran dihatinya yang beku.
Flassback off.
Aku masih mengingat jelas hari itu. Dimana kau pergi tanpa menoleh dan berbelas kasih padaku. Rasa cinta dan sakit hati ini tumbuh bersama setiap harinya. Dan itu yang membuatku bertahan hidup dalam gelombang kehidupan.
__ADS_1