Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)

Bukan Cinta Biasa (Vampire Love Story)
Dilema


__ADS_3

Senyum terus terkembang dibibir Sakti sejak keluar dari ruang kerja Ayah Mertuanya. Dia berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Sesampainya dikamar,dia bergegas duduk berlutut disamping istrinya. Masih terengah-engah,bukan karena cape berlari menaiki tangga tapi karena rasa senang yang bergelora didada.


“Sayang,Ayah,Papamu,menerima aku sebagai menantu,” ucapnya terbata. Dia ingin memeluk Larasati tapi tidak berani,ingin mengusap perut Laras yang bertambah besar tapi takut mengganggu,”Nak,bantu ibumu ya,jangan rewel lagi,Ayah menunggu kalian sayang,” akhirnya hanya kalimat itu yang bisa mewakili perasaannya.


Suara ponsel berdering mengalihkan perhatian Sakti dari perut istrinya. Thomas memanggil.


“Halo Thom?” mendengarkan,”Benarkah? Bisa dipegang juga kata-kata perempuan itu,” diam mendengarkan,”Baik,aku akan kesana sekarang,” menutup panggilan dan mengantongi lagi ponselnya.


Masih terus tersenyum dia berpamitan pada istri dan calon bayinya,”Sayang,Ayah pergi dulu ya. Nak,jangan nakal,jaga ibumu ya,” ucapnya penuh kasih. Hari ini Sakti benar-benar bahagia.


Sesampainya dikantor,Renata sudah menyambutnya di depan pintu masuk,dengan senyum lebar dan mata berkaca-kaca,”Pak?”


“Saya sudah tahu,” kata Sakti,lalu bergegas pergi menuju ruangan Presdir.


Bella benar-benar memenuhi janjinya. Semua pemilik saham tidak jadi menarik investasi mereka. Dalam satu malam berita konferensi pers dari BPOM yang menyatakan produk Charlie’s Corp aman beredar dimedia. Mengembalikan kepercayaan masyarakat,dan Thomas ada disana untuk meminta maaf dan menjelaskan semua berita yang beredar selama ini adalah hoaks.


“Wuiih,keren sekali gayamu Thomas,” tiba-tiba merubah intonasi suaranya menjadi rendah,”Tapi bagaimana kamera bisa menangkap wujudmu?” bisik Sakti ditelinga Thomas,takut Renata mendengarnya. Mereka sedang mengecek laporan saham dan menonton berita di televisi.


Thomas duduk di sofa sebagai operator komputer. Sakti duduk disampingnya. Dan Renata berdiri disamping sofa. “Karena Nona Bella meminjamkan cincin penyamarannya,” jarinya lincah menggerakkan mouse diatas meja.


“Jadi dia menghubungimu untuk ini?”

__ADS_1


“Benar,maaf Tuan. Saya tidak mengabari Anda. Karena kata Nona Bella,anda sedang tidak nyaman bertemu dengannya,” menoleh Sakti disampingnya yang memasang muka datar. “Jadi,”


“Tidak masalah,bukankah itu sama saja. Yang penting perusahaan ini selamat,”


“Benar Tuan,”


“Oh iya Thom,kemarin aku bertemu dengan Kyai Jamal dan Emma,” Sakti masih ingat,bagaimana Thomas menceritakan kisah cintanya dengan Emma yang terhalang restu Kyai Jamal.


“Benarkah?” telinganya merah,tapi sok-sokan jual mahal.


“Hmmm,dan Kyai Jamal juga mengenalkan calon menantunya padaku,” ucap Sakti dengan santainya. Lihat apa kau masih mau jual mahal? Mau tertawa tapi kok tidak pada tempatnya.


Berita duka yang dibawa Sakti bagai petir disiang bolong yang menyambar jantung dan telinga Thomas,“Jangan bercanda Tuan?” geramnya.


“SIAPA? SIAPA PRIA KURANG AJAR ITU?” Tanpa sadar Thomas marah-marah nggak jelas. Sampai berdiri segala.


“Kau membentakku?” tanya Sakti,menatap Thomas yang melemparkan tatapan penuh amarah kepadanya,”Hanya karena perempuan kau berani pada Tuanmu?” memang apa salahku? Begitu kira-kira arti tatapan Sakti


Thomas mulai sadar dengan apa yang dia lakukan,menghela nafas panjang,lalu duduk lagi. “Ma’af Tuan,saya tidak sengaja,” entah mengapa mendengar kabar itu seperti ada api tak terlihat yang membakar hatinya.


“Namanya Iqbal,wajahnya lumayan,tapi masih gantengan kamu,” tersenyum samar,”Dia baru pulang dari kuliah diluar negri,lulusan terbaik dari Universitas Islam no 1 didunia,” Sakti menepuk pelan bahu Thomas. Dia kalah saing dalam banyak hal sebagai kriteria calon mantu Kyai Jamal,kecuali tampang.


Thomas tertunduk,”Apa Emma menerima laki-laki itu sebagai calon suaminya?” hal yang harus ia tahu,untuk menentukan langkah kedepan.

__ADS_1


“Entahlah,tapi dia diam saja ketika Kyai Jamal mengenalkan pria itu sebagai calon suaminya. Tapi yang aku tahu,dia masih mengingatmu dalam pikirannya. Apa dia tahu kau seorang,,,” melirik Renata yang masih berdiri,sedang nguping rupanya,”Kamu bisa keluar sekarang Ren,” pinta Sakti kemudian. Thomas ikut menoleh,dia juga lupa ada Renata disana. Waduh,malunya.


“Eh,Iya Pak saya permisi,” lagi asik-asik nyimak malah disuruh pergi. Kapan lagi kan punya kesempatan denger obroloan privat para penguasa,hahaha. Renata tersenyum-senyum sambil menutup pintu dari luar.


Obrolan masih berlanjut.


“Apa Dia tau kau seorang Pemburu?” ulang Sakti.


“Tidak Pangeran,”


“Kau tak pernah bilang?”


“Saya tidak berani Pangeran,saya takut Emma akan menolak dan menjauhi saya jika tau siapa saya sebenarnya,”


Sakti menepuk lagi bahu Thomas,pemburu satu ini sedang butuh petuah cinta tak biasa dari dirnya. Kamu dapat mentor yang tepat Thomas. “Lebih baik kau jujur pada Emma,katakan saja siapa kamu sebenarnya. Aku tahu,tidak semua manusia bisa bersikap seperti Larasati dan keluarganya, tapi kau akan tahu sebesar apa Emma mencintaimu. Anggap saja ini ujian untuk cinta kalian,jika Emma masih mau menerimamu berarti kalian lulus. Tapi,jika tidak,mungkin memang belum jodohnya,”


“Tapi saya sangat mencintai Emma Pangeran,saya tidak mau kehilangan dia,”


“Setiap pertemuan pasti ada alasannya Thomas,entah itu baik atau buruk. Bukankah mencintai itu adalah membuat orang yang kita cinta bahagia dengan hidup mereka? Percayalah semua sudah diatur,lakukan saja yang menurutmu benar,” tutur Sakti lagi. Dia tahu kejujuran bukanlah hal yang mudah.


“Begitukah Pangeran?”


“Hmm,dan bukankah kau punya kemampuan menghapus ingatan? Jika Emma menolakmu,kau bisa langsung menghapus ingatannya tentangmu,” canda Sakti. Dia sebenarnya kasihan pada pengawal setianya ini. Thomas juga berhak bahagia,meski bukan manusia.

__ADS_1


“Entahlah Pangeran,aku akan memikirkannya nanti,” Thomas menunjukkan ekspresi wajah yang jarang dilihat Sakti.


__ADS_2