
Aina dan Gege duduk di meja makan untuk menyantap sarapan bersama sebelum mereka berangkat ke tempat kerja masing-masing.
Nasi kuning jadi menu sarapan hari ini.
"Mbok Jumi, Zahwa belum bangun ya? Gak di ajak sarapan sekalian sama kita?" tanya Aina pada Mbok jumi.
"Sarapan duluan aja Non sama Den Gege. Non Zahwa emang gitu.. Bangun nya selalu siang, Jadi gak usah di tunggu Non. Iya kan Den? " ucap Mbok Jumi menjawab pertanyaan Aina.
"Yup!! " jawab Gege singkat sambil menyuap nasi kuning kedalam mulutnya.
"Pulang jam berapa nanti? Abi ba'da Ashar ada seminar di hotel Alpha dekat toko Umi, kalau mau pulang bareng nanti tunggu Abi jemput mau gak? " tanya Gege pada istrinya.
"Boleh..!!" jawab Aina pula singkat.
"Yaudah kalau gitu Abi ke pesantren nya pakai mobil aja, biar nanti lagsung jemput Umi. Jadi Umi ke bakery nya naik taxi aja gakpa? atau mau Abi antar dulu?" tanya Gege lagi pada Aina.
"Naik taxi aja Bi.. Umi tunggu di toko ya nanti! " jawab Aina lagi pada suaminya.
"Diiihh... Umi Abi sarapan enak!!! tamu nya gak diajak... Gak sopan tau!! " suara Zahwa terdengar agak tinggi dan seperti cemburu melihat kemesraan Aina dan Gege.
__ADS_1
Zahwa kemudian duduk di kursi makan sebelah kiri tepat di hadapan Aina.
"Maaf.. tadi kata Mbok Jumi kamu belum bangun jadi gak kita ajak sarapan. Yaudah.. yuk sarapan! " Ucap Aina dengan lembut.
"Abi duluan berangkat ya.. takut telat! " ucap Gege tanpa menghiraukan Zahwa.
"Okey.. Umi antar kedepan ya!? " tanya Aina pula pada suaminya.
"Gak usah. Umi makan aja..!!" jawab Gege lalu mencium kening sang istri.
"Jangan nakal-nakal di perut Umi ya nak..!!" kata nya pula sambil mengelus-elus perut istrinya sebelum berdiri meninggalkan meja makan.
Aina tersenyum bahagia mendengarnya.
Wajahnya merah menahan amarah dan cemburu.
"Rencana mau kemana hari ini? " tanya Aina basa basi pada Zahwa setelah Gege berangkat kerja.
"Pekanbaru mau kemana sih kak? gakda tempat yang terlalu seru untuk liburan. paling keliling Mall. Aku kan kesini juga cuma buat refresing dikit biar gak suntuk dan sekalian melepas rindu sama Gege..! " Ucap Zahwa tanpa malu.
__ADS_1
Aina hampir tersedak mendengar ucapan nya.
"Boleh dong Aku kangen sama saudara sepupu sendiri? " tanya nya pula pada Aina.
Aina cuma membalasnya dengan senyuman tipis.
"Kakak tau masa lalu Aku dengan Gege? " tanya nya lagi pada Aina.
"Tau.. Gege udah cerita" jawab Aina singkat.
"Tapi pasti kakak gak tau sakit nya Aku ketika Gege memutuskan secara sepihak pertunangan kami!! Rasa nya bumi itu mau runtuh kak!! Apa lagi ketika kalian menikah!! Aku hampir depresi dan sakit selama satu bulan lamanya.. karna itu kedua orangtuaku tidak bisa hadir saat resepsi kalian!! " cerita Zahwa yang membuat Aina merasa tidak nyaman.
"Itu namanya tidak jodoh Non.. Lagi pula Den Gege memang hanya menganggap Non seperti adik sendiri dan tidak pernah punya perasaan lebih dari dulu. Non Zahwa aja yang ngotot minta dijodohkan sama Den Gege.!!" Ujar Mbok Jumi berusaha membela Aina dan Gege.
Zahwa terdiam lalu kembali menyantap sarapan nya.
"Yaudah, Aina berangkat dulu ya Mbok.. Zahwa.. Assalamualaikum! " ucap Aina kemudian meninggalkan meja makan.
"Omongan Non Zahwa gak usah di ambil hati ya!! Dia itu pasti sengaja mau buat Non sakit hati. Dia cemburu liat Den Gege yang begitu perhatian sama Non Aina. Jadi omongan jelek nya gak usah di fikirkan ya Non.!!! Gak baik untuk kesehatan Non dan dedek bayi!!" ujar Mbok Jumi sembari mengantar Aina menuju pintu rumah.
__ADS_1
"Inshaa ALLAH Mbok... Semua omongan Zahwa gak akan saya fikirkan.. Gege juga udah cerita ke saya tentang Zahwa, Jadi Mbok tenang ya!! Saya berangkat ya Mbok. Assalamuslaikum!! " ujar Aina menuju Taxi yang menunggunya di depan pagar rumah.
"Waaialkum salam! " jawab Mbok Jumi pula.