Bukan Muhammad Dan Khadijah

Bukan Muhammad Dan Khadijah
Episode 58. Berbahagialah Anak-anakku


__ADS_3

Aina dan Gege segera menuju rumah sakit ketika mendapatkan kabar Tika yang telah melahirkan.


"Masyaallah.. Barakallah.. Selamat datang di dunia cucu Oma yang cantik.. Semoga jadi anak sholeha ya sayang.. aamiin" Ucap Aina sembari mencium bayi perempuan yang ada di dalam pangkuan nya.


Aina begitu bahagia karena kini iya telah resmi menjadi seorang nenek.


Meskipun Tika hanyalah anak adopsi, tapi bagi Aina tika sudah seperti anak kandung nya swndiri yang iya rawat sejak kecil hingga dewasa.


Masih ingat jelas di ingatan Aina betapa haru dan bahagia nya iya ketika menyerahkan Tika pada Yusuf yang kini menjadi suami nya.


"Sini giliran Opa yang gendong.." ujar Gege segera meraih bayi mungil dari tangan Aina istrinya.


Gege kemudian membacakan doa untuk keselamatan cucu pertama nya.


"Udah ada nama nya belum?" tanya Aina pada Tika yang duduk bersandar di tepi ranjang rumah sakit.


"Humairah Yusuf, Umi.." jawab Tika dengan bahagia.


"Masyaallah nama nya indah sekali.. insyaallah jadi tumbuh jadi anak yang pintar, cantik dan sholeha ya sayang.." ujar Aina lagi mendoakan.


"Aamiin.." jawab semua nya mengaminkan doa Aina.


Seminggu setelah melahirkan, Tika dan Yusuf mengadakan Walimatul Aqiqah di kediaman Aina dan Gege bersamaan dengan pelaksanaan pernikahan Adam dan Ratna.


Adam dan Ratna memutuskan untuk menikah setelah menjalankan taaruf selama dua bulan lamanya.


Tidak butuh waktu lama untuk Adam dan Ratna mengambil keputusan untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.

__ADS_1


"Sudah jangan nangis lagi.. nanti dikirain tamu Umi gak ridho dengan pernikahan Adam" ujar Gege menggoda istrinya yang menangis haru bahagia melihat Adam duduk bersanding dengan gagah nya bersama Ratna istrinya yang terlihat begitu cantik dan anggun mengenakan pakaian adat melayu Riau.


"Abi apaan sih... Umi itu kan nangis nya terharu bahagia Bi.." jawab Aina dengan wajah cemberut.


Gege merangkul istrinya lalu mengecup pelan kening nya.


"Abi mengerti perasaan Umi.." jawab nya lagi mengelus punggung sang istri.


Gege kemudian memberikan tanda dengan tangan nya memanggil Tika dan Hawa agar mendekat dan menemani Umi nya yang duduk bersandar di tepi dinding.


Tika dan Hawa pun mendekat lalu memeluk Aina secara bersamaan.


"Kami semua sayang Umi..." ucap Hawa mengecup pipi kanan Umi nya.


"Tika juga sayang Umi.." ujar Tika pula mencium pipi bagian kiri Aina.


"Umi bahagia sekali karena sekarang anak-anak Umi sudah menemukan kebahagiaan nya masing-masing. Tidak lama lagi Hawa pun pasti akan menyusul Kak Tika dan Bang Adam, menikah dengan seorang lelaki yang siap menjadi imam Hawa suatu saat nanti" ujar Aina sambil mengelus pipi mulus anak gadis nya.


Hawa begitu tersentuh dengan ucapan Umi nya.


Hawa kembali memeluk ibu nya dengan haru.


"Doakan Hawa ya Umi.. Semoga suatu saat nanti Hawa bertemu dengan jodoh yang bisa membimbing Hawa selalu menuju keridhoan ALLAH SWT.. Lelaki yang bisa mencintai Hawa apa adanya seperti Abi yang mencintai Umi.. Aamiin" ucap Hawa berdoa dalam pelukan Umi nya.


"Aamiin.. insyaallah..." jawab Aina pelan lalu kembali mencium kening Hawa anaknya.


"Aamiin" ucap Tika pula mendoakan.

__ADS_1


"Para wanita ini sebenar nya sedang bercerita apa sih?? Serius sekali.. sampai lupa kalau masih banyak tamu di depan itu.." ujar Gege menyela pembicaraan Aina dan anak-anaknya.


"Nangis-nangis nya cukup dulu.. entar aja di lanjut.. Ayo kedepan dulu menjamu para tamu.." ucap Gege lagi sembari menggandeng tangan istrinya keluar guna menjamu para tamu yang masih berdatangan memberikan ucapan selamat atas penikahan Adam dan Ratna.


***


Malam hari nya setelah mengerjakan shalat isya, Aina kembali menangis dalam pelukan Gege.


" Minggu depan Hawa akan kembali ke Kairo. Tadi sore Tika udah kembali kerumah nya bersama suami dan anak nya. Bulan depan Adam pun akan pindah tinggal di klinik nya bersama sang istri. Cuma kita yang tersisa di rumah ini Bi..." ucap Aina dalam tangis nya.


Gege begitu memahami perasaan istrinya.


"Bukan kah Umi pernah bilang kalau semua sudah di atur sama ALLAH.. Kita itu cuma tinggal menjalankan takdir yang telah di tentukan. Sudah saat nya mereka berbahagia dengan keputusan nya masing-masing. Tugas kita mendoakan Umi... Kita harus bersyukur dan bangga karena berhasil mendidik mereka semua hingga saat ini. Kita tidak akan pernah kesepian sayang.. Kita punya banyak kenangan yang indah di rumah ini.. Dan kita masih saling memiliki dan akan terus saling mendampingi hingga sampai ajal nanti yang jadi pemisah... Jangan pernah tunjukkan kepedihan ini pada mereka Umi.. jangan sampai tangisan Umi membuat mereka goyah atas keputusan nya.. Sudah saat nya mereka berdiri di kaki mereka sendiri.. Dan sudah saat nya kita kembali seperti pasangan pengantin baru..Hanya berdua dan selalu berdua kemanapun.. lengket seperti perangko yang tak terpisahkan.. I love you" ucap Gege menenangkan hati Aina istrinya.


Aina mengangguk pelan dan menghapus air matanya.


"Love you too... forever" balas Aina pada Gege suaminya.


Gege kembali memeluk erat sang istri.


Aina membalas nya dengan pelukan hangat pula.


Mereka saling meluahkan rasa dalam temaramnya malam yang panjang.


Usia yang tidak muda lagi Bagi Aina dan Gege.


Sudah saat nya mereka merelakan anak-anak untuk berdiri sendiri secara mandiri.

__ADS_1


"Berbahagai lah selalu anak-anak ku.. Semoga ALLAH selalu memberkahi kehidupan kalian.. Restu Umi dan Abi akan selalu ada untuk mendoakan kalian.. Umi dan Abi sangat sayang pada kalian.." Ujar Aina lagi di dalam hatinya.


__ADS_2