Bukan Muhammad Dan Khadijah

Bukan Muhammad Dan Khadijah
Episode 46. Berdamai


__ADS_3

Aina akhirnya terpaksa di rawat inap sementara di rumah sakit.


Setelah urusan administrasi selesai, Aina di antar ke ruang Dahlia, kamar 240.


Kemudian iya kembali tertidur tidak lama setelah Pak Min izin pulang kerumah karna sudah hampir tengah malam.


Aina terbangun ketika tanpa sengaja tangan nya menyentuh rambut Gege yang kepalanya berada tepat di samping jari tangan Aina sebelah kiri.


Gege tertidur duduk di kursi yang ada di samping ranjang.


Pelan di sentuhnya lembut wajah lelah sang suami.


Tiba-tiba perasaan Aina menjadi haru.


"Maafkan Umi ya Bi... Umi selalu merepotkan Abi.." ucap Aina pelan sekali sambil mengelus kepala Gege.


Melihat wajah lelah Gege Aina merasa berdosa karna telah mengabaikan suaminya beberapa hari ini.

__ADS_1


"Astagfirullah.. Maafkan hamba ya ALLAH.. hamba khilaf.. hamba terlalu sensitif.. hamba terlalu takut untuk kehilangan cinta dari suami hamba.. padahal ada cinta yang jelas hakiki dari mu yang hamba abaikan.. Maafkan hamba ya ALLAH..." Ucap Aina lagi dalam hati dengan perasaan menyesal.


"Abi lelaki yang begitu baik.. perhatian.. sangat takut pada ALLAH.. dan begitu bertanggung jawab.. Tidak semestinya Umi meragukan cinta Abi.. Jika pun Abi berkeinginan untuk menikah lagi tidaklah pantas Umi menolaknya.. Abi punya hak untuk itu. Abi lelaki yang sholeh.. Lelaki yang bertanggung jawab.. Mestinya Umi yakin kalau Abi pasti mampu memikul tanggung jawab sebagai imam untuk Umi dan untuk wanita lain jika menang Abi ingin menikah lagi" ujar Aina lagi dalam hati.


"Jika memang Lia menjadi pilihan nya, bukankah seharus nya Aku mendukung nya ALLAH?! Lia wanita yang baik dan sholeha.. Seorang anak yatim piyatu yang memikul berat tanggung jawab terhadap adiknya Heri.. Engkau mempertemukan kami dengan Lia melalui kecelakaan itu ya ALLAH.. Apakah itu pertanda bahwa engkau menginginkan suami hamba mengambil alih tanggung jawab nya untuk Lia? Jika demikian ikhlaskan hati ini ya ALLAH.. buatlah hati ini berdamai dengan kenyataan.. Bukan kah cinta terhadapmulah yang seharusnya Aku perjuangkan.. Aku tidak boleh egois sebagai istei ya ALLAH... Kuatkan Aku menerima segala yang menjadi ketentuanmu ya ALLAH.." Lagi Aina berdoa di dalam hatinya dengan perasaan yang begitu pasrah dan pedih.


"Adek.. sehat-sehat di dalam perut Umi ya nak..!!" ujar Aina lagi sambil mengelus pelan perutnya.


"Umi kok bangun? Ada yang sakit? kok Umi nangis?" tanya Gege yang terbangun dari tidurnya.


"Umi haus Bi.. mau minum" jawab Aian pula pada Gege.


Gege segera mengambilkan segelas air putih untuk diminum Aina.


"Abi tidurnya disini aja.. Umi mau di peluk Abi" ujar Aina lagi meminta Gege tidur di atas ranjang bersama nya.


Gege mengangguk lalu berbaring di samping Aina istrinya.

__ADS_1


Aina merebahkan kepalanya di dada bidang Gege denga nyaman.


Gege mencium ubun-ubun Aina berulang kali.


"Bi.. Maaf kan Umi ya.. Umi selalu saja merepotkan Abi.." ujar Aina pada Gege.


"Kok Umi ngomong nya gitu? Umi itu tanggung jawab Abi.. Apa lagi sekarang Umi lagi mengandung calon anak Abi... Jadi pokok nya Umi gak usah berfikir yang tidak-tidak ya.. Umi harus jaga kesehatan.. dan gak bolwh stres lagi.. Oke!" jawab Gege sambil terus mencium kening istrinya.


Aina mengangguk pelan..


"I Love You Bi.." ucap Aina lagi.


"Love You too sayang!!" ujar Gege membalas ungkapan cinta istrinya.


Aina memeluk erat suaminya.


"Rindu sekali dengan aroma tubuh ini!" ujar Aina lagi dalam hati sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2