
"Abi.. makasih ya udah temankan Umi terapi hari ini! " Ucap Aina yang sekarang kesehatannya sudah mulai kembali normal.
"Sama.. sama Umi..!! " Jawab Gege sambil tersenyum Dan meraih istrinya kedalam pelukannya nya.
"Umi memang perempuan yang paling beruntung memiliki suami yang hebat sekali. Tampan, sholeh, setia, bertanggung jawab, perhatian dan sangat pengertian. Umi sangat.. sangat bersyukur.. Terimakasih ya Bi.. Maafkan Umi karna selalu merepotkan Abi..!!" Ujar Aina lagi sambil memeluk manja suaminya.
"Gak perlu minta maaf sayang... Umi itu tanggung jawab Abi.. Inshaa ALLAH Abi akan selalu ada dalam suka dan duka bersama Umi dan Adam..." ucap Gege lalu mencium kening istrinya.
"Aamiin.. " jawab Aina pelan.
"Adam juga mau di sayang..!!! " ucap Adam lalu melompat kearah Umi dan Abi nya meninggalkan mobilan pemadam kebakaran. yang sedang Dia mainkan.
Mereka menghabiskan sore dengan bahagia.
Masa-masa berat pasca keguguran telah berlalu.
"Semoga ALLAH segera memberi kepercayaan pada kita lagi ya Mi.. " Ucap Gege lembut penuh harap.
"Aamiin ya ALLAH" jawab Aina sambil tersenyum kearah suaminya.
"Itu Artinya kita harus lebih sering ikhtiarnya Mi.. Nanti malam 3 ronde ya??!! " Goda Gege pada Aina.
"Emang Abi kuat?? " jawab Aina balik menggoda sambil tertawa.
" Abi akan siapkan amunisi. Minum jus pinang muda sama telor ayam kampung biar perkasa!!! hahaha" Jawab Gege sambil tertawa.
__ADS_1
"Abi ngawur ah... " balas Aina sambil tertawa geli mendengar ucapan suaminya.
"Cerita apa sih Non.. Den.. Kok asik banget sepertinya, sampai tertawa gitu. Kasih tau dong biar ketawa nya nular ke mbok juga.." ucap Mbok Jumi yang datang membawakan teh hangat dari arah dapur.
"Ada telurnya Ayam kampung gak Mbok? " tanya Gege pula pada Mbok Jumi.
"Gakda Den.. telepon Pak Min saja minta di beliin Den, mumpung Dia lagi kewarung Itu beli kopi! Tapi telur Ayam kampung untuk apa Den?" tanya Mbok Jumi lagi dengan polosnya.
"Untuk ikhtiar Mbok! " jawab Gege sambil tertawa ke arah istrinya.
Aina Ikut tertawa memandang suaminya.
Dan makin tertawa melihat ekspresi bingung Mbok Jumi.
"Mbok gak ngerti Den?! " Ucap Mbok Jumi lagi.
"Uwalaahh... Biar kuat nunggang kuda Den?? " tanya Mbok Jumi lagi sambil tertawa.
Aina dan Gege makin tertawa mendengar ucapan Mbok Jumi.
"Adam juga mau Ikut naik kuda!! " Teriak Adam pula.
Semua kaget mendengar ucapan Adam yang sangat polos, lalu kembali tertawa bersama.
***
__ADS_1
Selesai shalat magrib, seperti biasanya Adam duduk di pangkuan Abinya sambil belajar menghafalkan ayat-ayat pendek.
Adam anak yang sangat cerdas, di umurnya yang belum genap 3 tahun Dia sudah bisa menghafalkan hampir semua surah-surah pendek dalam Juz 'Amma.
Aina begitu bangga memiliki anak dan suami yang luar biasa.
Gege begitu telaten dan sabar mengajarkan Adam mengaji dan Menghafal Al-qur'an.
Kegiatan ini menjadi rutinitas Adam dan Abi nya sampai menjelang Isya.
Setelah shalat Isya barulah mereka sekeluarga turun ke dapur untuk makan malam.
"Abi.. Besok Adam Ikut kepesantren ya.. Rindu Kyai... Pengen setor hafalan sama kyai. Biar dapat duit jajan untuk beli mobil eskavator.! Kemarin Kata Kyai nanti kalau hafalan Adam sudah nambah 3, Kyai mau kasih duit jajan untuk beli eskavator!!" Ucap Adam membujuk Abi nya.
Aina tersenyum mendengar ucapan Anaknya.
Adam dan Kyai Ma'aruf memang sangat dekat. Kyai begitu menyayangi Adam kayaknya cucu sendiri.
" Besok Abi masih kerja seharian full sayang. Lusa aja ya.. Hari sabtu. Oke? " jawab Gege lembut pada putra nya.
"Oke!! " ucap Adam pula dengan semangat.
"Yaudah yuk kita turun makan malam.. Umi udah lapar!! " Ujar Aina pula sambil melepaskan mukena nya.
"Abi Gendong!! " Pinta Adam dengan manja.
__ADS_1
Gege pun segera meraih Adam dalam gendongan nya.
"Trimakasih sudah mengirimkan suami yang hebat untukku ya ALLAH! " ucap Aina dalam hati.