
Aina kini telah kembali pada kegiatan rutin nya di toko bakery.
Sementara Adam tentu saja selalu ikut kemanapun Umi nya pergi.
Adam anak yang pintar dan sholeh.
Dia tidak pernah mengeluh sedikit pun.
Dia suka sekali ikut Umi nya bekerja di toko bakery.
Dia juga suka sekali membantu Umi menghias kue pesanan costumer walaupun hanya sekedar nya saja.
Dia juga suka sekali ikut Umi pergi mengantarkan pesanan Kue kerumah-rumah langganan Uminya.
Adam persis seperti almarhumah Ainara, Aktif, periang dan tidak pernah mengeluh.
"Umi.. Berapa hari lagi Adam ulang tahun? " tanya nya pada Aina yang masih sibuk mengadon roti sendirian karena Buk Nita sedang keluar menjemput Toni pulang sekolah.
"Tiga hari lagi naakk.. Udah gak sabar ya nunggu hari ulangtahun nya? " tanya Aina balik pada Adam.
"Adam mau di buatkan Kue bentuk robot bumblebee ya Umi. Robotnya keren, Adam suka sekali!! " Ucapnya bersemangat.
"Siap kapten!! " Ucap Aina sambil mencubit gemas hidung anaknya.
"Kalau Adam ulangtahun, berarti umur Adam berapa Umi? " tanya nya lagi.
"Tiga tahun sayang!! Lusa itu ulangtahun Adam yang ke 4 nak! tanda nya Adam udah makin besar, dan makin pintar! " ucap Aina menjelaskan.
"Hore.. Adam mau ulangtahun ke empat!! " Ucapnya sambil lompat-lompat.
Aina tersenyum bahagia memandang nya.
Setelah seharian bermain di toko, Adam Akhirnya tertidur dalam perjalanan pulang kerumah.
Aina memacu pelan mobil nya menuju rumah.
Di perempatan jalan ketika lampu merah, seorang anak perempuan kecil mendekat ke arahnya menawarkan koran untuk di beli.
"Wajahnya mirip Ainara" bisik Aina dalam hati, mengingat kembali wajah malaikat kecil kesayangan nya, Ainara.
__ADS_1
"Nama kamu siapa? " tanya Aina sambil mengambil uang dari dompetnya untuk membayar koran yang di jual anak perempuan itu.
"Tika buk! " ucap nya sambil tersenyum dan menyerahkan koran.
" Selalu jualan disini? kok baru liat? " tanya Aina lagi.
"Ini hari pertama saya jualan buk, soalnya nenek udah gak bisa cari duit, Dia sakit! " ucap anak kecil itu lagi pada Aina.
"Umur kamu berapa? " tanya Aina, sambil memberikan uang 100rb pada anak tersebut.
"Lima setengah tahun Buk! " jawabnya singkat
"Gakda uang kecil buk? harga nya 5 ribu aja, saya gak ada kembalian! " ucapnya lagi.
"Ambil aja buat kamu" ucap Aina pula.
"Terimakasih Buk! " jawab nya berkaca-kaca.
Aina kemudian kembali membawa mobilnya pelan ke arah rumah, wajah anak kecil bernama Tika kembali terngiang di ingatan nya.
"Dia begitu mirip dengan Ainara ku!!! Nara.. Mama rindu naakk!! " ucap Aina lirih dalam hati.
Ainara yang begitu periang, aktif dan pintar selalu membuat takjub Aina dalam setiap tingkahnya.
Pernah sekali waktu itu Ainara menangis sesungukan di kursi belakang mobil sewaktu mobil mereka belum di ambil leasing.
Waktu itu ketika Aina dan Nara sedang dalam perjalannan pulang kerumah.
Ainara menangis di kursi belakang.
"Nara kenapa nak? " tanya Aina sambil tetap menyetir mobil perlahan, melihat ke arah anaknya yang menangis sesungukan di kursi belakang mobil.
"Nara pengen beli kue! " ucapnya agak ketus.
"Kue apa? kok gak bilang? " tanya Aina lagi.
"Mama sih nyetir nya sambil angkat telepon jadi gak dengar..! Nara mau beli kue yang di jual nenek di seberang jalan sana!" ucap nya.
"Yang mana nak? " tanya Aina lagi bingung.
__ADS_1
"Udah lewat! " ucapnya merajuk.
"Yaudah mobilnya putar balik ya!!? ucap Aina lagi membujuk Ainara.
Dan ternyata kue yang ingin di beli Nara adalah kue yang di jual seorang nenek tua di pinggir jalan, tepat di depan sebuah rumah makan.
Aina begitu terharu melihat sikap Nara.
"Tuuuttt!!!! " Sebuah klakson mobil dari arah belakang menyadarkan Aina dari lamunan nya.
Adam kaget terbangun.
"Astagfirullah.. " ucap Aina lalu segera menepikan mobilnya.
Aina meraih Adam yang menangis terbangun karena kaget.
"Maafkan Umi ya nak!! " ucap Aina membujuk ananknya.
"Sudah sampai rumah Mi? tanya Adam kemudian.
"Belum sayang.. sebentar lagi kita sampai ya! " Ucap Aina sambil kembali mendudukkan Adam di kursi sebelah nya.
Aina berusaha kembali berkonsentrasi untuk menyetir.
"Adam tadi mimpi Umi! " ucap Adam pula.
"Mimpi apa sayang? " tanya Aina sambil tersenyum.
"Mimpi main ayunan sama kakak cantik! " ujar nya dengan suara mungilnya.
"Ya ALLAH, apakah Adam mimpi Ainara? " tanya Aina dalam hati.
"Mimpi indah dong!! " ucap Aina pula sambil tersenyum pada Adam.
Adam mengangguk terlihat senang karna mimpinya.
"Ainara... mama rindu! " ucap Aina pelan.
Setetes air mata jatuh di pipi Aina yang segera diseka nya.
__ADS_1
"Astagfirullah! " ucapnya dan kembali fokus menyetir.