
Aina duduk santai menanti waktu magrib bersama Gege di depan tv.
Suasana hening sekali, hanya suara tv yang terdengar jelas memecah keheningan.
Zahwa keluar dari kamar lalu duduk di samping Aina.
sudut bibir kanan nya masih terlihat agak merah bekas tamparan Gege kemarin malam.
Zahwa menangis terisak.
"Kamu kenapa? " tanya Aina kaget segera mendekat ke arah Zahwa.
Gege terdiam tanpa ekspresi dan bahkan tanpa menghiraukan tangisan Zahwa sama sekali.
Pak Min dam Mbok Jumi pun cuma diam menyaksikan Zahwa menangis dari meja makan tempat mereka duduk.
"Kak.. Aku minta maaf.. Maafkan Aku!! " ujarnya lagsung menciumi tangan Aina berkali-kali.
Aina mengangguk dan segera memeluknya.
"Abi... Zahwa mau minta maaf!! " ucap Aina pula pada Gege.
__ADS_1
Gege hanya diam tanpa berkomentar.
Terlihat jelas wajahnya yang mulai kembali memanas.
"Aku minta maaf Ge.. Aku tau Aku salah... Aku keterlaluan.. Maafkan Aku...!!! Maafkan Aku kak!! Aku menyesal.. Sumpah Kak Aku menyesal telah berkata buruk tentang Kak Aina.. . !!! Maafkan Aku kak!! " Ucap Zahwa lagi berurai air mata.
Gege berdiri dari tempat duduknya lalu naik menuju kamar tanpa menghiraukan permintaan maaf Zahwa.
"Sudah.. berhentilah menangis.. kita lupakan semua yang sudah terjadi ya!! Maafkan sikap Gege juga ya!! Udah Gak usah nangis lagi. Biar nanti Gege kak Aina yang bujuk. Mood nya masih jelek.. nanti kalau udah baik Dia pasti minta Maaf sama Zahwa juga! udah jangan nangis lagi ya! " bujuk Aina pada Zahwa.
Zahwa hanya mengangguk pelan lalu kembali memeluk Aina.
Azan magrib tiba, Aina bergegas naik ke kamarnya.
Gege sedang mandi.
"Abi tunggu umi..!! shalat magrib nya berjamaah ya! " Ujar Aina ketika Gege keluar dari kamar mandi.
Gege hanya mengangguk saja.
Merekapun melaksanakan shalat magrib berjamaah.
__ADS_1
Aina lalu mencium lama punggung tangan Gege.
"Trimakasih karna selalu berdiri tegak membela Umi.. Maaf karna Umi, Abi harus mengotori tangan Abi... Maafkan Umi yang selalu membuat Abi susah! " ucap Aina berurai air mata.
Gege memeluk erat istrinya.
"Abi yang seharusnya minta Maaf.! Karna menikah dengan Abi lah Umi sering menjadi bahan ocehan orang lain. Maafkan Abi ya Mi.. Abi sayang Umi.. sayang sekali..!! " Ujar Gege Terus memeluk erat istrinya.
"Apapun omongan orang tentang Umi,.. tidaklah penting Bi..!! Karna buruk di mata orang belum tentu buruk di mata ALLAH. Bagi Umi yang terpenting adalah baik di mata ALLAH dan Abi. Orang yang menilai buruk itu karena mereka tidak tau tentang kita yang Sebenar - benar nya. Semua orang pasti Pernah berbuat salah Bi.. Umi sangat menghargai semua yang telah Abi lakukan untuk Umi. Umi sangat bersyukur punya suami yang luar biasa seperti Abi. Tapi.. Umi tidak mau hubungan Abi dan keluarga Abi jadi rusak karna Umi. Maafkan Zahwa yang Bi!! " ujar Aina lagi membujuk suaminya.
Gege mengelus lembut pipinya istrinya dan menganggukkan kepalanya lalu tersenyum manis.
Setelah shalat magrib Aina dan Gege kemudian turun menuju meja makan untuk makan malam.
Disana ada Zahwa yang sedang duduk meneguk Air putih di dalam gelas yang di pegangnya.
Aina tersenyum kearah Zahwa.
Zahwa menundukkan wajahnya canggung.
"Zahwa.. Maafkan Aku!! tidak seharusnya Aku berprilaku kasar terhadapmu. Aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri. Aku tidak ingin persaudaraan kita retak. Aku khilaf. Aku minta Maaf! " ujar Gege pada Zahwa.
__ADS_1
"Aku juga minta Maaf ya Ge!! " ucap Zahwa singkat.
"Alhamdulillah..!! " Ujar Aina bahagia.