
Aina tidak ingat kapan Dia tertidur setelah menangis sepanjang malam.
Aina terbangun ketika rasa mual yang luar biasa memaksanya setengah berlari menuju kamar mandi untuk menuntaskan semua sisa makan malam nya.
Kepalanya terasa sangat berat.
Aina kembali berbaring ketika diliriknya jam di dinding yang masih menunjukkan pukul 04.05 subuh.
Perutnya terasa sangat sakit.
Aina menangis sambil memegang erat perutnya.
Perlahan di dengarnya suara pintu kamar terbuka.
Gege masuk kedalam kamar langsung menuju kamar mandi.
Gege bersiap-siap untuk mengerjakan shalat Subuh.
Dia tidak membangunkan Aina seperti biasanya.
Gege masih marah karna sikap Aina yang cemburu buta dan terlalu sensitif.
Gege tidak menyadari kalau sebenarnya Aina sedang menangis menahan rasa sakit di tempat tidur.
Selesai shalat, Gege bbersiap-siap untuk berangkat kerja.
Gege menmutuskan berangkat kerja lebih pagi dan mencari sarapan diluar rumah untuk menenangkan hatinya yang masih penuh dengan amarah.
Aina bangun perlahan menuju kamar mandi setelah Gege keluar kamar.
Aina bangkit untuk shalat subuh.
Selesai shalat, Aina membangunkan Anak-Anak nya dan mempersiapkan segala keperluan sekolah Adam dan Tika.
__ADS_1
"Wajah Non Aina kok pucat sekali? " tanya Mbok Jumi pada Aina.
"Sepertinya saya demam Mbok.. meriang juga.. " jawab Aina singkat sambil menyiapkan bekal Anak-Anak.
"Den Gege mana?" tanya Mbok Jumi lagi
Aina bingung menjawabnya, Dia tidak ingin siapapun tau Kalau iya sedang betengkar dengan Gege suaminya.
"Kakak sakit ya? " Tiba-tib terdengar suara Lia yang baru saja keluar dari kamarnya.
" Kok Bang Gege gakda cerita tadi pas mau berangkat kerja. Dia cuma pamit saja.. Gakda cerita kalau Kak Aina lagi sakit. Tapi Kok tumben Bang Gege kerja nya pagi sekali Kak?Wajah Kakak pucat... Lia teleponin Bang Gege minta pulang aja gimana? " tanya Lia pada Aina.
"Gak usah.. Kakak gakpa Kok.. l" ujar Aina singkat.
Hati nya terasa semakin pedih mendengar ucapan Lia tentang Gege yang pamit kerja pada nya.
Sementara pada Aina yang jelas adalah istrinya Gege tidak pamit sama sekali. Bahkan membangunkan untuk shalat subuh pun tidak.
Aina merasa kecewa sekali dengan sikap dingin suaminya.
"Siap Non.. " jawab Mbok Jumi sopan.
Sepanjang hari Aina hanya mengurung dirinya di kamar.
"Non.. Makan siang Yuk.. " ujar Mbok Jumi yang berbicara dari luar pintu kamar Aina.
"Masuk aja Mbok.. Gak dikunci.. " jawab Aina Dari dalam kamar.
"Mbok makan duluan aja ya.. Ajak yang lain.. sama anak-anak juga.. Saya Gak selera makan Mbok.. Tapi tolong buatin teh hangat yang Mbok.. Gak usah pakai gula.. tawar aja" pinta Aian pada Mbok Jumi.
"Baik Non.. " jawab Mbok Jumi sambil meninggalkan Aina yang masih berbaring di tempat tidurnya.
Gege pulang kerumah jam 22.45 malam.
__ADS_1
Tanpa bicara satu kata pun Dia bergegas kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Aina hanya berdiam diri tanpa berkomentar melihat tingkah dingin suaminya.
"Tuutt... Tuttt" terdengar suara pesan WA masuk dari Hp Gege yang terletak di meja rias.
Aina melirik sedikit ke arah HP.
Dilayar terlihat pesan WA dari Lia.
"Apa menurut Abang Lia Pantas?" terbaca Pesan singkat yang membuat Aina semakin curiga pada suaminya.
Aina jadi sangat penasaran dengan isi percakapan WA antara Lia dan suaminya.
Baru saja Dia berencana membuka pesan WA tersebut, tiba-tiba Gege keluar dari kamar mandi.
Ainapun akhirnya mengurungkan niatnya.
Fikiran nya semakin tidak karuan.
Segera kembali di baringkan tubuhnya menghadap tembok.
Tercium aroma parfum Gege yang begitu pekat di hidung Aina.
Gege meraihnya HP nya lalu keluar kamar tanpa menyapa Aina sedikitpun.
Aina menangis di dalam kamar mandi sambil memuntahkan semua isi perutnya.
Kepalanya terasa sangat berat.
Dan tiba-tiba pandangan nya terasa gelap.
Semua terlihat berputar-putar.
__ADS_1
Aina pingsan di dalam kamar mandi.