
Tepat jam 09.00 pagi, Aina dan Gege sudah berdiri di depan makam kedua almarhum orangtua Gege.
Yasir Ahmad Abraham, nama lengkap almarhum Abi Gege yang tertulis jelas dan masih bisa terbaca di batu nisan putih yang sudah usang dan berubah warna.
Disamping nya terdapat pula makam Almarhumah Umi nya yang bernama Siti Humairah Nugroho Binti H. Agung Nugroho.
Almarhum Abi Gege berdarah blasteran arab dan melayu, sementara sang Umi berdarah Indonesia asli yaitu melayu dan jawa.
Mereka berdua tumbuh besar di Riau hingga menikah dan bekeluarga bahkan sampai maut menjemput mereka.
"Pernah beberapa kali berpindah-pindah tempat, ketika Abi pindah tugas kerja ke beberapa kota, namun penempatannya masih tetap di daerah sumatra. Dan setelah Aku sekolah dan Abi pensiun, Kami sekeluarga menatap di Pekanbaru sampai ajal menjemput mereka" cerita Gege pada Aina beberapa malam yang lalu.
"Assalamualaikum Umi, Abi! " Sapa Gege didepan kedua makam orangtuanya.
"Umi, Abi.. ini Ge bawain menantu. Maaf ya baru sekarang sempat perkenalkan Aina sama Umi dan Abi. Doakan pernikahan kami langgeng ya, ..! seperti Umi dan Abi tetap setia sampai maut memisahkan.." Ujar Gege di depan makam kedua orangtua nya.
"Aamiin.. " jawab Aina pelan.
"Assalamualaikum Umi, Abi. Saya Aina menantu Umi dan Abi. Inshaa ALLAH Aina akan barusaha jadi istri yang baik untuk putra Umi dan Abi. Mohon doa restu nya ya Umi, Abi! " Ucap Aina lalu melirik ke arah Gege yang tersenyum memandangnya.
Gege dan Ainara kemudia memanjatkan doa untuk kedua almarhum dan almarhumah orangtua Gege.
Lalu merekapun beranjak dari pemakaman.
__ADS_1
Perjalanan mereka kemudian dilanjutkan ke pemakaman Randy dan Ainara.
"Assalamualaikum Randy, Ainara... Salam kenal. Maaf Baru bisa datang meminta restu Kalian. Izinkan saya menjadi sandaran Aina mulai sekarang dan inshaa ALLAH untuk selamanya. Saya janji akan barusaha membuatnya selalu tersenyum bahagia!" Ucap Gege sambil memeluk Aina yang menangis haru di depan pusara Randy dan Ainara Anaknya.
Kepedihan akan kehilangan Randy dan Ainara tak akan pernah bisa terlupakan oleh Aina.
"Kalian akan terus ada selamanya di dalam hati terdalam Mama.. menjadi bagian terpenting dalam kisah masa lalu Mama. Pernah memiliki kalian adalah anugrah yang terindah walaupun hanya sebentar. Trimaksih Rand.. Trimakasih Ainara sayang.. Doakan Mama agar istiqomah dalam menjalankan amanah yang baru sebagai seorang istri. Mama rindu kalian. Teramat sangat!! " Ucap Aina dalam hati sambil mengelus kedua pusara yang ada didepannya.
***
Aina dan Gege kemudian pulang menuju rumah mereka.
Sampai dirumah mereka bergegas membersihkan tubuh masing-masing.
"Bi.. Umi Lapar! Abi gak lapar? " tanya Aina pada Gege suaminya sambil mengoleskan lotion keseluruh tubuhnya.
Diraihnya sisir di atas meja rias, lalu dengan lembut disisirnya rambut basah sang istri yang terurai.
"Emang Abi bisa Masak? " tanya Aina sambil menatapnya melalui cermin.
"Bisa dong!! " Ucap Gege sambil mencium jemnjang leher istrinya.
Aina refleks mengelinjang geli.
__ADS_1
"Tapi syaratnya abis makan wajib masuk kamar lagi ya! " Ucap Gege lagi dengan melirik istrinya melalui cermin.
"Baiklaahh... Setuju..!! " Ucap Aina lalu membalikkan tubuh nya menghadapi sang suami.
"Mmuuaacch!! " dikecupnya berkali-kali pipi suaminya yang menggemaskan.
mereka tertawa bersama.
Aina duduk santai di meja makan menanti Gege selesai memasak.
"Tara... Makanan spesial ala mahasiswa Turki sudah siap!! " Ucap Gege menyajikan sepiring dadar telur yang dihiasi nya dengan gambar hati dari saos sambal.
Aina tertawa melihat sajian nya.
"Kalau ini bukan cuma mahasiswa Turki yang suka, semua mahasiswa di Indonesia juga suka!! " kata Aina sambil tertawa.
Mereka tertawa bersama.
"Biar lebih enak makan nya di suapin Abi ya!! Sepiring berdua, biar makin romantis! " pinta Aina pada suaminya.
"Oke..!! " jawab Gege langsung menyuapkan istrinya.
Mereka makan bersama dengan menu sederhana namun penuh dengan bumbu Cinta.
__ADS_1
Aina sangat bersyukur memiliki suami yang begitu pandai memanjakan nya dan selalu membuatnya tertawa bahagia.
"Makasih sayang!! " Ucap Aina pada suaminya.