
Tidak butuh waktu lama setelah acara lamaran dua bulan lalu, maka lusa akan di gelar resepsi pernikahan Lia dan Wahyu di kediaman Gege dan Aina sesuai dengan permintaan Aina.
Kamar tamu yang telah menjadi kamar Lia semenjak 5 bulan yang lalu, kini sudah berubah menjadi kamar pengantin dengan dekorasi sederhana yang warna nya di dominasi putih dengan paduan hijau membuat kesan kamar menjadi sangat nyaman dan romantis.
"Assalamualaikum.. " ucap Aina pelan sembari melangkah masuk kedalam kamar.
"Waalaikumsalam" jawab Lia singkat dan segera duduk dari posisi tidurnya.
"Kamu kok nangis?" tanya Aina pada Lia ketika Aina melihat mata Lia yang berkaca-kaca.
"Lia merasa takut kak.. Lia gugup dan merasa belum siap kak.. Lia tidak yakin kalau Lia bisa jadi istri yang baik untuk Mas Wahyu.. Lia juga sedih teringat almarhum Papa dan almarhumah Mama.. Apa mereka setuju dengan keputusan yang Lia ambil ini? Bagaimana dengan Heri kak? apakah Mas Wahyu akan mengizinkan Lia tetap bekerja setelah menikah nanti? Lia tetap harus bekerja untuk bisa membiayai sekolah Heri kak.. Lia sudah janji dengan almarhumah Mama untuk menyekolahkan Heri sampai Dia menjadi seorang sarjana.. Lia takut pernikahan ini membuat Lia lupa dengan tanggung jawab Lia pada Heri adik Lia kak..." ucap nya sambil menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
Aina meraih Lia dalam pelukan nya.
"Kakak faham dengan kegalauan mu.. Dulu sewaktu Kak Aina ingin menikah, Kakak juga mrasakan hal yang sama.. Banyak sekali hal yang menjadi beban fikiran dan membuat perasaan kita jadi gelisah dan merasa takut kalau keputusan yang kita ambil ini adakah keputusan yang salah.. Bukan kah Lia selalu berdoa oada ALLAH untuk di beri petunjuk tentang josoh yang baik untuk Lia? dan alhamdulillah sampai sejauh ini ALLAH melancarkan segala nya.. artinya Insyaallah Wahyu adalah lelaki pilihan ALLAH untuk menjadi pendamping Lia. Wahyu lah yang sipilihkan ALLAH untuk membantu Lia memikul beban dan tanggung jawab terhadap Heri adik Lia satu-satu nya. Insyaallah Wahyu adalah lelaki yang sholeh dan sangat bertanggung jawab, karena itulah Bang Gege bersedia menerima pinangan Wahyu terhadapmu. Bawa sholat.. perbanyak istigfar.. berdoa minta keteguhan hati, semoga ALLAH menjadikan pernikahan ini berkah untuk Lia.. Jangan bersedih lagi ya!? Apapum nanti yang terjadi pada Lia setelah menikah, Lia harus ingat ada Kak Aina dan Bang Gege yang siap menjadi pelindung untuk mu. Oke?!" nasehat Aina pada Lia.
"Trimakasih kak.. Semua kebaikan Kak Aina dan Bang Gege tidak akan pernah bisa Lia balas.. Lia begitu bersyukur di pertemukan dengan keluarga ini.. Terimakasih ya Kak.." ucap Lia lagi masih dengan derai air mata.
Aina mengangguk dan kembali memeluk Lia.
Bagi Aina Lia juga begitu banyak berjasa dalam membantu nya merawat anak-anak semenjak Lia tinggal bersama mereka.
Sifat ceria Lia, selalu membuat suasana rumah menjadi begitu hangat dan menyenangkan.
__ADS_1
"Maafkan semua kesalahan Kak Aina pada Lia ya.." Ujar Aina kemudian lalu melepaskan pelukan nya.
"Kak tidak ada salah apapun terhadap Lia kak.. Tak perlu meminta maaf" balas Lia sambil menghapus air matanya.
"Sewaktu hamil muda beberapa bulan lalu, Kak Aina pernah bertengkae dengan Bang Gege karna cemburu terhadap Lia. Maafkan kakak ya.." ucap Lia merasa malu dan bersalah atas fikiran buruknya dulu.
"Lia yang seharusnya minta maaf.. maaf ya kak jika Lia terlihat berlebihan manja nya pada Bang Gege.. Tapi sungguh kak.. Lia merasa begitu dekat dengan Bang Gege, seperti Abang kandung sendiri sehingga kadang Lia tidak bisa mengontrol kelakuan Lia pada Bang Gege. Maafkan ya kak.." ujar Lia pula pada Aina.
Aina mengangguk dan terseyum pada Lia.
Lia pun membalas Aina dengan senyuman tulus.
__ADS_1
Dan kemudian mereka kembali berpelukan.