Bukan Muhammad Dan Khadijah

Bukan Muhammad Dan Khadijah
Episode 25. Musibah


__ADS_3

Adam tumbuh menjadi anak yang luar biasa.


Malaikat kecil pelipur lara Aina dan Gege.


Tanpa terasa kini usia nya sudah menginjak dua tahun.


"Abii...!! " teriak Adam menyambut Gege yang baru saja pulang kerja.


"Assalamualaikum anak Abi ganteng!!" Ucap Gege langsung mengangkat Adam kedalam gendongan nya.


"Waalaikumsalam" jawab Adam sambil bermanja dalam gendonga Abinya.


"Hari ini Adam ngapain aja? " tanya Gege lagi sambil duduk di sofa bersama Adam.


"Adam kerja.. Bantu Umi buat kue bentuk mobil. Adam buat ban mobil nya. keren lo Bi..!! " jawab Adam lagi penuh semangat.


"Waaaww... Anak Abi memang hebat!! " balas Gege sambil mencium gemes putranya.


"Tadi di bakery ada dua pesanan kue ultah berbentuk mobil. Yang satu mobil bus dan satu lagi mobil sedan. Adam bantu Umi buat bagian ban mobil nya berdua dengan Toni anak Buk Nita" ujar Aina menjelaskan kegiatan Adam hari ini di bakery.


Gege kemudian menikmati teh hangat buatan istrinya sambil bercengkrama bahagia bersama keluarga kecilnya.

__ADS_1


"Tuutt.. tuut... " HP Gege bergetar.


Gege pun segera mengangkat teleponnya.


"Astagfirullah... Yaudah nanti malam ba'da magrib saya berangkat kesana dengan Pak Min ya!! " jawab Gege sebelum menutup sambungan teleponnya.


"Kenapa Bi? " tanya Aina penasaran.


"Kebun di INHU kebanjiran. Jalan yang di tanggul di bagian depan nya kena longsor. Bahkan beberapa rumah pegawai disana ikut terbawa longsor.." cerita Gege dengan wajah sedih.


"Astagfirullah... !! jadi Abi mau kesana malam ini juga?? " tanya Aina lagi.


"Mau tidak mau Abi mesti kesana Umi.. kita ke atas yuk, Abi harus siap-siap! " Ujar Gege lagi pada istrinya.


"Den.. Kebun di INHU Banjir! " ucap Pak Min.


"Iya Pak.. saya barusan dapat kabar dari Pak Rahmat. Ba'da Magrib kita berangkat ya! " Ucap Gege pada Pak Min.


"Baik Den.. " Jawab Pak Min pula.


Setelah selesai shalat magrib, Gege bersiap-siap untuk berangkat ke INHU bersama Pak Min.

__ADS_1


Dikecupnya pelan kening Adam yang sedang tertidur pulas.


"Umi gak perlu turun... takut nanti Adam terbangun. Diluar lagi hujan lebat dan petir-petir. Abi berangkat ya..!! " nanti Abi minta Mbok Jumi bawain Umi makan malam. " Ucap Gege lalu mencium kening Aina dan memeluk erat istrinya.


"Abi hati-hati ya!!! kalau udah sampai kabarin Umi ya.. bilang Pak Min bawa mobil nya pelan aja, hujan lebat jadi jalan pasti licin! " ujar Aina merisaukan keberangkatan suaminya.


"Iya sayang... inshaa ALLAH sampai disana Abi segera kabarin Umi. Umi jagan risau ya... Abi berangkat dulu. Assalamualaikum! " Ucapnya lalu meninggalkan Aina dan Adam di dalam kamar.


"Non Aina ini makan malam nya..! " Ujar Mbok Jumi sambil meletakkan nampan berisi sepiring nasi dan segelas air minum .


"Makasih ya Mbok!! saya gak nafsu makan Mbok.. risau mikirin Abi, hujan lebat sekali di luar Mbok. Smoga Abi dan Pak Min selamat di jalan ya Mbok..!! ucap Aina pada Mbok Jumi.


"Aamiin ya ALLAH!! " jawab Mbok Jumi.


"Kita doakan perjalanan mereka berjalan lancar ya Non..!! Non makan, jgan sampai maag nya kambuh, nanti kasian Den Gege kalau Non sakit!! " ucap Mbok Jumi membujuk Aina makan malam.


Aina akhirnya menuruti Mbok jumi.


Menyuap makan malam nya sedikit demi sedikit sampai habis tak bersisa.


walaupun sebenarnya dia tidak berselera sama sekali.

__ADS_1


"Ya ALLAH lancarkan perjalanan suamiku. Semoga ada hikmah di balik musibah yang engkau berikan pada suami hamba ya ALLAH. aamiin" ucap Aina dalam hati.


__ADS_2