Bukan Muhammad Dan Khadijah

Bukan Muhammad Dan Khadijah
Episode 43. Pertengkaran


__ADS_3

Aina terbangun ketika mendengar Gege memberi salam dan membuka pintu kamar.


"Abi? Kok udh pulang? " tanya Aina setelah menjawab salam suaminya.


"Abi gak jadi kerja, tadi waktu antar Lia fisioterapi Abi keasikan berbincang-bincang dengan dokter nya jadi Abi izin aja gak masuk hari ini, sekalian abis tungguin Lia terapi langsung jemput anak-anak pulang sekolah" jawab Gege sembari mengganti baju kerjanya dengan baju kaos santai yang nyaman.


"Jadi Abi dirumah sakit nungguin Lia terapi? " tanya Aina lagi.


"Yup..! " jawab Gege pula singkat.


Mendengar ucapan Gege, Aina semakin merasa cemburu.


Aina pun hanya berdiam di kamar saja sepanjang hari.


Setelah shalat magrib, Aina dan Gege bersiap-siap untuk turun makan malam.


Gege menyemprotkan sedikit parfum di bagian lehernya.


"Mau turun aja Kok pakai parfum sampai Sebanyak itu Bi.. wangi sekali.. sampai mual Umi cium aromanya" Ujar Aina sambil memasang jilbab.


"Gak banyak kok, cuma sekali semprot aja. Biar wangi dan tambah keren" jawab Gege sambil menggoda istrinya.


Aina cuma diam saja melihat tingkah suaminya.


"Lia Itu anak yang baik ya Bi.. Cantik.. Sholeha.. Sopan pula" Ujar Aina memancing suaminya.


"Yup" jawab Gege pula


"Sebagai lelaki Abi gak tertarik sama Lia?" tanya Aina lagi.


"Kalau sebagai lelaki normal, Tentu Saja Abi tertarik.. Mana ada lelaki yang tidak tertarik pada wanita cantik, smart, dan sholeha seperti Lia.. Tapi kan Abi sudah punya Umi.. Satu aja cukup... Kecuali kalau Umi kasih izin untuk punya dua.. hehehe" Ujar Gege menggoda istrinya.


"Jadi Abi Ada niat mau nambah istri? atau Abi sebenarnya memang sudah tertarik sama Lia? Abi memang udah ada niat mau jadikan Lia madu nya Umi? " Tanya Aina dengan nada cukuolp tinggi dan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Ya ALLAH... Kok serius banget sih Umi.. Abi cuma bercanda Kok..!! " Jawab Gege pula pada istrinya.


Aina turun kedapur dengan wajah cemberut tanpa menghiraukan permintaan Maaf suaminya.

__ADS_1


Sepanjang makan malam suasana hening sekali sekali.


Hanya terdengar sesekali Adam dan Tika tertawa sambil berbisik-bisik.


Aina berhenti makan lebih awal.


Nafsu makan nya benar-benar hilang.


Setelah jam 9 malam, Aina mengajak Adam dan Tika pergi tidur bersama.


"Ayo sayang kita pergi tidur.. udah malam.. besok kan sekolah...!! " Ajak Aina pada Tika dan Adam.


"Tapi Umi bacain buku cerita ya!! " Pinta Adam pada Umi nya.


"Baik bos kecil!!" jawab Aina kemudian menggandeng Adam dan Tika menuju kamar.


Gege masih duduk santai di ruang tengah sambil menonton berita di televisi.


Lia berjalan perlahan terseok-seok menyeret kaki nya.


Lia mulai belajar berjalan tanpa bantuan tongkat.


"Waahh.. Udah bisa Jalan jauh gak pakai tongkat lagi? " tanya Gege yang melihat Lia.


"Alhamdulillah Bang.. ini udah lumayan lah" jawab Lia sambil menyeret pelan kakinya.


"Awww..." Ujar Lia yang kesakitan karna kaki nya tersandung pada lantai yang sedikit lebih tinggi di bagian dapur.


Gege segera berdiri membantu Lia berdiri.


Pelan di papahnya lengan Lia menuju kamarnya.


Lia dan Gege berjalan perlahan.


"Sebaiknya jagan di paksa dulu ya! " Ucap Gege pada Lia.


"Iya bang.. makasih ya! " ucap Lia pula.

__ADS_1


Setelah membantu Lia, Gege kembali kekamarnya.


"Umi udah tidur? " tanya Gege pelan pada istrinya.


Aina cuma diam tidak menjawab.


"Umi masih marah? Maaf ya.. Abi cuma bercanda tadi" Ujar Gege membujuk istrinya.


"Umi yang seharusnya minta Maaf.. Maaf karna Umi terlalu egois. Seharusnya Umi sadar diri. Dua bulan lagi Umi genap 40 tahun, sementara Abi masih 32 tahun.. sangat wajar jika Abi berkeinginan untuk punya yang kedua. lagi pula dalam Agama kan tidak di larang. Dan Umi tidak punya hak melarang Abi. Lia gadis baik dan sholeha yang sangat pantas menjadi pendamping Abi" Ucap Aina masih dengan posisi berbaring membelakangi suaminya.


Aina tidak ingin Gegsle melihatnya menangis.


"Umi ngomong apa sih? Abi kan tadi itu cuma bercanda.. Kenapa Umi terlalu sensitif? " tanya Gege balik.


"Umi Gak sensitif Bi.. Umi cuma mencoba berfikir logis.. Bukankah Abi bilang kalau Abi lelaki normal? Dan Umi mencoba memahami itu.." jawab Aina lagi.


"Sudahlah.. Gak usah di bahas.. Umi Gak Pantas merasa cemburu dengan Lia. Abi hanya menganggapnya sebagai seorang adik saja.. tidak lebih.. Lagi pula mana mungkin mengingkari janji Abi pada Umi.. Jadi stop berfikiran yang tidak-tidak.. Oke!!? ".ucap Gege lagi.


"Seandainya janji itu tidak ada?? mungkin saja Abi sudah menikahi Lia sejak awal kecelakaan? atau Seandainya Lia tidak bisa sembuh? Apa Abi akan menikahinya Karna merasa harus bertanggung jawab ? Abi tidak bisa melakukannya karna terikat janji dengan Umi kan? Jika begitu, Umi bebaskan Abi dari janji Itu.. Lagi pula Umi bukan Khadijah.. Dan Abi bukanlah Muhammad.. Umi akan coba Ikhlas Bi.. Umi rela.. Daripada nanti terjadi hal-hal yang tidak di inginkan di belakang Umi.. lebih baik segera Abi halalkan saja Lia! " ucap Aina dengan suara serak.


"Umi bicara Apa? Abi gak ngerti!! Umi mengada-ngada.. Tidak ada apapun antara Abi dan Lia.. !!" jawab Gege yang sudah mulai terpancing emosi.


"Bagaimana mungkin tidak ada? Umi bisa liat dari gelagat kalian berdua. Kalian saling suka.. Abi begitu perhatian padanya. Bahkan tadi barusan dibawah Dia menggandeng Abi kan?" Ujar Aina yang melihat apa yang terjadi siang bawah tadi antara Gegs dan Lia.


"Ya ALLAH.. Umi itu salah paham.. Abi cuma bantu Lia yang tersandung.. Dia mencoba berjalan tanpa menggunakan tongkat ke dapur, lalu kaki nya tersandung, Dan Abi membantunya kembali kedalam kamarnya. Cuma itu! " jawab Gege menjelaskan.


"Entahlah Abi... yang Umi liat Kalian terlihat begitu serasi.. Abi merangkul wanita yang bukan mukhrim Abi.. Jadi dari pada suatu saat nanti terjadi hal yang lebih buruk, mungkin lebih baik Abi segera menikahinya agar terhindar dosa!" Ujar Aina lagi.


Wajah Gege memerah menahan amarahnya.


Gege turun dari tempat tidur menuju keluar


kamar.


Aina menangis sejadi-jadinya dibalik selimut.


Dan Gege memilih untuk tidur di ruang Tamu saja.

__ADS_1


Malam yang berat...


"Astagfirullah " Ujar Gege menenangkan hatinya.


__ADS_2