
Aina terbangun dari pingsan nya.
Aina segera bangkit dari tempat tidur untuk mencari Gege suaminya.
Seorang perawat datang menghampirinya.
"Suami saya dimana? " tanya Aina pada perawat itu.
"Bapak lagi mengurus administrasi Buk! Ibuk istirahat dulu aja ya.! Sebentar lagi Bapak pasti datang!" Jawab nya menenangkan Aina.
Selesai mengurus segala keperluan administrasi Gege kembali ke ruang perawatan Aina.
Aina menangis dalam pelukan suaminya.
Gege menyapu lembut punggung istrinya.
"Maafkan Abi.. !!" Ucap Gege penuh penyesalan.
"Wanita itu Gimana Bi? " tanya Aina ketika tangisnya sudah reda.
"Dia belum sadarkan diri. Wanita itu mengalami patah kaki dan tungkai. Tidak permanen, hanya saja mungkin butuh waktu yang cukup lama untuk bisa kembali berjalan normal" Ujar Gege dengan nada yang sangat berat.
"Astagfirullah... Abi... " jawab Aina kaget mendengar cerita sang suami.
"Abi pasti akan bertanggung jawab untuk kesembuhan nya Umi.. Sekarang kita pulang dulu, besok kita kesini lagi untuk menjenguk nya. Pak Min sudah menunggu kita di parkiran" Ujar Gege lagi sembari membantu membawakan beberapa barang milik Aina.
Suasana di dalam mobil sepi sekali. Sepanjang perjalanan pulang Gege dan Aina Larut dalam fikiran nya masing-masing.
Sampai dirumah, Aina tidak bisa memejamkan mata.
Aina berharap malam lekas berlalu sehingga Dia bisa segera melihat kondisi wanita yang ditabrak oleh suaminya.
Hati nya benar-benar merasa gelisah.
Jam 9.30 wib, Setelah Anak-Anak berangkat kesekolah Aina dan Gege bergegas menuju rumah sakit.
__ADS_1
"Assalamualaikum.. " Ucap Aina pelan sembari membuka pintu ruangan dahlia kamar 304 tempat sang wanita dirawat.
"Waalaikumsalam" terdengar jawaban pelan dari dalam ruangan.
Aina mendekat perlahan.
Gege menyusulnya di belakang.
Wanita itu menatap Aina dengan mata berkaca-kaca.
Ainapun demikian.
"Maafkan kami!!! " ucap Aina segera memeluknya.
Dia menangis dalam pelukan Aina.
"Saya Aina.. dan ini Gege suaminya Saya. Nama kamu siapa? " tanya Aina setelah tangis nya mereda.
"Lia, Buk.. " jawab nya pelan.
"Kami belum menghubungi keluarga Lia. Kemarin Hp Lia Mati. ini Kak Aina bawain, batrainya Udah full. Mungkin sebaiknya Lia segera menghubungi keluarga Lia, mereka pasti sekarang sedang cemas karna Lia gak pulang kerumah semalam" ucap Aina lagi pada nya.
Lia menggeleng dan meraih HP nya.
"Mama meninggal seminggu yang lalu. Saya cuma punya adik lelaki yang sedang mondok di pesantren Al-Ikhlas" ucap nya menahan tangis.
Aina kaget mendengar ucapan Lia.
Aina memandang ke arah Gege yang juga kaget memandang kearah istrinya.
"Lia.. saya minta Maaf. Saya janji akan bertanggung jawab untuk seluruh biaya pengobatan kamu sampai kamu benar-benar sembuh" ucap Gege kemudian.
Lia kembali menangis.
Dia tidak bisa menahan kepedihan nya.
__ADS_1
Aina memeluknya kembali.
mencoba memberinya kekuatan untuk bersabar menghadapi cobaan.
" Kami cuma berdua.. Papa sudah meninggal sejak Heri masih kecil. Mama menyusul seminggu yang lalu. Cuma saya harapan Heri. Saya harus bekerja keras untuk bisa membiayai sekolah Heri. Tapi sekarang Gimana?? Kalau kaki ini tidak bisa lagi berjalan Gimana??? Saya butuh kaki ini Kak!!!!!! " ujarnya dalam pelukannya Aina.
Ainapun ikut menangis terharu.
Wajah Gege memerah menahan penyesalan.
Perawat datang memanggil Gege untuk menemui dokter.
Aina barusaha menenangkan Lia.
Dibantu nya Lia untuk meminum teh hangat dan semangkuk bubur yang disediakan rumah sakit untuk sarapan.
Gege masuk kedalam ruangan tepat setelah Lia menyelesaikan sarapannya.
"Gimana Bi? " tanya Aina pada Gege
"Dokter menyarankan tes pemindaian pagi ini untuk melihat kondisi tulang kakinya guna memastikan patah kaki dan tungkai yang di Alamiin Lia. Setelah Itu akan dilakukan beberapa tes tambahan lagi untuk memastikannya" Ujar Gege menjelaskan.
"Jam berapa? " tanya Aina.
"Sebentar lagi. Tinggal menunggu perawat datang menjemput. Kita akan lakukan apapun agar kamu bisa kembali sembuh. Jadi kamu juga harus optimis ya! " Ujar Gege pada Lia.
Lia hanya mengangguk pelan.
Perawat datang menjemput Lia.
"Apa yang harus kita lakukan Bi? " tanya Aina pada suaminya.
"Kita lakukan apapun yang terbaik untuk nya Umi.. Abi tidak akan lepas tanggung jawab. Selama Dia tidak bekerja, Abi yang akan membiayai sekolah adiknya. Dan kalau Umi setuju Abi berencana membawa Dia pulang kerumah kita untuk sementara, Selama masa pengobatan. Gimana? " tanya Gege balik pada istrinya.
"Umi rasa juga mungkin sebaiknya begitu. Dia sekarang cuma punya kita Bi. Kita harus bertanggung jawab atas yang sudah terjadi padanya" jawab Aina pada suaminya.
__ADS_1
" Abi butuh dukungan Umi.. Terimakasih sayang!!" Ucap Gege lalu meraih Aina dalam pelukannya.