Bukan Muhammad Dan Khadijah

Bukan Muhammad Dan Khadijah
Extra Part to End


__ADS_3

Aina membaringkan tubuh nya sembari membuka gallery foto yang ada di hp nya.. mata nya belum mau terpejam.. badan nya terasa begitu lelah setelah seharian menjamu tamu yang hadir pada pernikahan Hawa dan Rifan anak bungsu nya.


Satu persatu di buka nya gambar kenangan bersama almarhum Gege suaminya.


Aina tak mampu membendung air mata melihat foto anak-anak ketika mereka masih kecil dulu.


Betapa bahagia nya mereka waktu itu..


Rumah terasa begitu ramai dengan tawa, canda dan tangisan mereka yang silih berganti.


Saling berebut mainan, saling menyalahkan, saling mengadu, saling tertawa, kejar-kejaran.. semua masih terekam jelas di dalam ingatan Aina.


Malam ini terasa begitu sepi.


Sepi yang sebenarnya memang sudah lama Aina rasakan semenjak kepergian Almarhum Gege ke pangkuan sang khalik.


"Bi... Umi Rindu.." ucap Aina sembari membelai wajah Gege di dalam galery foto hp nya.


"Hari ini Hawa menikah Bi.. Umi tak bisa menahan bendungan air mata ketika menyaksikan Adam menggantikan posisi Abi untuk menikahkan Hawa adiknya.. Tugas kita selesai sudah Bi.. Kini anak-anak kita telah hidup dengan keluarganya masing-masing.. Umi sangat beruntung kan Bi?? Umi berhasil menyelesaikan tugas Umi dengan baik.. Abi pasti bangga dengan Umi kan?? Abi... Umi rindu.." ujar Aina lagi dalam tangis yang tak terbendungkan.


"Astagfirullah.. " ucapnya kemudian menguatkan hati.


diletak nya Hp nya di meja rias yang tidak jauh dari tempat tidurnya.


Aina mencoba memejamkan mata untuk tidur.

__ADS_1


"Umi... Terimakasih ya.. Mari pulang.. sudah tiba saat nya untuk Umi.. Abi sayang Umi..."


Aina kemudian terbangun dari tidurnya.


Aina memimpikan Gege suaminya.


"Astagfirullah... Abi..." ucap nya pelan dalam hati nya.


Aina bangkit dari tidurnya untuk bersiap mengerjakan shalat tahajud.


Tiba-tiba kepalanya terasa amat berat dan sakit sekali.


Dada nya juga terasa sangat sesak.


"Astagfirullah... La ilaa Ha illallah.." ucapnya menahan sakit.


****


Hawa menangis dalam pelukan Rifan suaminya.


Tika menangis dalam pelukan Yusuf suaminya.


Dan Adam menangis memeluk Ratna istrinya.


"Selamat jalan Umi.. Semoga ALLAH menyatukan Umi dan Abi didalam surga nya.. Kami semua sangat mencintai Umi dan Abi.. Terimakasih karena telah menjadi orangtua terhebat untuk kami.. Maafkan kami yang tidak pernah bisa membalas semua jasa Umi dan Abi.. Doakan kami Umi.. Abi.. Doakan kami agar selalu istiqomah menjalani hidup layaknya Umi dan Abi.. Semoga ALLAH menempatkan Umi dan Abi diantara orang-orang yang beriman. Selamat jalan Umi.." ucap Adam dengan deraian air mata mengantar jenazah Aina ke pembaringan terakhirnya.

__ADS_1


Selesai sudah tugas Aina di muka bumi ini.


Kisah hidup yang begitu panjang dan berliku menjadikan Aina wanita yang kuat dan mampu bertahan hingga akhir hayatnya.


Cinta yang sederhana antara Aina dan Gege menjadi kisah yang indah sebagai panutan bagi anak-anak nya dalam menjalani kehidupan rumahtangga mereka.


"Umi dan Abi bukanlah Muhammad dan Khadijah.. Tapi kami menikah dengan menjadikan muhammad dan khadijah sebagai panutan kami dalam mengarungi rumah tangga. Abi mu tidaklah mungkin sesempurna Nabi Muhammad.. Apalagi Umi.. Terlalu jauh untuk menjadi seumpama Khadijah.. Namun kami berdua yakin bahwa sanya pernikahan yang di bangun atas dasar cinta dan pengharapan keridhoan ALLAH SWT, insyaallah akan berakhir dengan bahagia. Umi mencintai Abi mu tanpa syarat. Begitu pun sebaliknya.. " Ucap Aina beberapah hari lalu ketika menasehatkan Hawa yang akan segera menikah.


"Umi.. Terimakasih untuk segala nasehatnya.. doakan Hawa agar bisa menjadi istri yang sholeha dan mampu menjaga harkat martabat Hawa sebagai seorang istri. Insyaallah nasehat Umi akan selalu menjadi pengajaran bagi Hawa.. Hawa sayang Umi.. Selamat jalan Umi.." ucap Hawa pula dalam tangis nya lalu kembali memeluk Rifan yang kini telah sah menjadi suaminya.


"Selamat jalan Umi.. Selamat berkumpul dengan Abi di surga nya ALLAH.. Terimakasih karena telah sudi mengangkat Tika menjadi bagian dalam keluarga Umi dan Abi.. Jasa Umi dan Abi tak akan pernah mungkin dapat Tika lupakan apa lagi terbalaskan.. Semoga ALLAH mengampuni semua dosa-dosa Umi dan Abi.. Berbahagialah Umi.. Abi... Tika sayang Umi dan Abi.." ucap Tika pula sembari memeluk yusuf suaminya.


Adam, Hawa dan Tika mengantarkan jenazah Aina dengan tangisan penuh ikhlas.


Sudah saat nya Aina kembali menggenggam tangan Gege dalam kehidupan yang sebenar-benar nya di surga ALLAH.


Semoga ALLAH menempatkan Aina dan Gege dalam surga terbaiknya yang penuh dengan kebahagiaan dan cinta.


Aamiin.


#SELESAI#


terimakasih buat teman-teman yang sudah sudi mampir membaca novel karangan author ini..


Terimakasih sudah memberi support yang luar biasa untuk setiap novel yang author buat.

__ADS_1


Sampai jumpa pada novel selanjut nya..


😘😘


__ADS_2