
Pernikahan Lia dan Wahyu akhirnya berjalan lancar dan hikmat.
Resepsi pun berlangsung secara sederhana tepat setelah akad nikah yang semua susunan acara dilaksanakan di kediama Gege dan Aina.
Aina dan Gege yang menjadi wali pengganti bagi Lia merasa penuh kebahagiaan selama pesta berlangsung.
Teman-teman Lia serta warga kampung nya pun turut hadir memberi ucapan selamat pada Lia dan Wahyu.
Keluarga Aina dari kampung juga datang untuk ikut memeriahkan resepsi.
Teman-teman Gege dan Wahyu pun juga hadir dan ikut memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.
Acara berjalan dengan lancar sampai selesai.
Sepanjang Acara, Gege juga tidak pernah berada terlalu jauh dari istrinya.
Gege senantiasa mendampingi Aina yang sedang mengandung anak mereka.
Sesekali tanpa malu di elus nya perut buncit Aina sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
Selesai acara Aina segera beristirahat sesuai arahan sang suami agar iya tidak terlalu capek demi kesehatan nya dan kesehatan calon bayi yang di kandung nya.
Aina kembali turun dari kamar nya setelah ba'da magrib ketika Gege membimbingnya turun untuk makan malam.
Semua berkumpul menikmati makan malam bersama pengantin baru.
Setelah makan malam Aina, Gege, Lia dan Wahyu duduk santai di depan televisi bersama Ibu dan Ayah serta dua orang adik kandung Aina yang juga datang dari kampung.
Sementara Adam, Tika dan Heri asik bermain dan bercanda setelah menghabiskan makan malam mereka.
"Jadi gimana rencana kedepan kalian? untuk sementara kalian masih tinggal disini dulu kan?" tanya Aina kepada Wahyu dan Lia.
"Insyaallah dalam tiga hari kedepan kami masih nginap disini Kak.. tapi setelah itu mungkin kami akan menginap di rumah oragtua Mas Wahyu selama seminggu. Dan setelah itu kami berencana untuk tinggal di rumah peninggalan almarhum orangtua Lia Kak.. Sudah lama juga di tinggal, kasian kalau gak dirawat. Mas Wahyu kan kerja nya juga di popes Al-ikhlas dekat dengan rumah Lia, Jadi kami mau minta izin untuk memulai keluarga kecil kami disana Kak.." jawab Lia pelan dan dengan sangat berhati-hati agar tidak menyakiti Aina dan Gege yang sudah dianggap nya seperti kakaknya sendiri.
"Umi setuju sama Abi.. kalian setuju kan?" tanya Aina pula pada Wahyu dan Lia.
Wahyu dan Lia pun menganggukkan kepala bersamaan tanda setuju.
"Terimakasih ya Bang..Kak!" ucap Wahyu pula dengan tulus.
__ADS_1
"Waahh... kalau gitu Ibu juga mau ikutan ya cari-cari perabot.." ujar Ibu pula pada Aina sambil tersenyum.
"Sipp.. Entar kita atur jadwalnya ya.. hehe" ucap Aina sembari tertawa bahagia.
"Oh iya Kak, Lia juga insyaallah mulai bulan depan akan mengajar di PAUD islami ponpes Al-Ikhlas jadi bisa pergi kerja bareng sama Mas Wahyu. Doakan lancar semua nya ya Kak. Bang.. Ibu.. Ayah.." ucap Lia lagi dengan penuh semangat.
"Alhamdulillah" ucap mereka bersama penuh rasa syukur.
"Mbok Jumi bakalan sepi nanti gakda Non Lia lagi.." ucap Mbok Jumi pula dengan wajah sedih.
"Semua juga sedih Mbok karna harus kehilangan Lia dirumah ini. Tapi kan Mbok, Kita harus mendukung keputusan Lia san Wahyu untuk memulai memvina rumah tangga nya sendiri Mbok.." bujuk Gege pada Mbok Jumi.
Mbok Jumi mengangguk mengerti.
"Insyaallah kami akan sering main kemari Mbok.." jawab Lia kemudian.
"Temang aja Mbok.. insyaallah sebentar lagi mbok Jumi punya kesibukan barudan teman baru, yaitu bantuin ngurus calon dedek Adam Mbok... " jawab Lia sambil tersenyum kearah Mbok Jumi.
"Wah.. kalo itu Mbok siap Non.. "Jawab Mbok jumi pula dengan penuh semangat.
__ADS_1
Semua tertawa dan menghabiskan malam dengan perasaan penuh kebahagiaan.
"Terimakasih ya ALLAH" ucap Aina lagi dalam hati.