
"Umi...!!!!!! " Suara Adam terdengar menjerit memanggil Aina Umi nya.
Adam terbangun dari tidurnya.
Tika berlari memanggil Umi nya di kamar sebelah.
Tapi Umi tidak ada.
Gege berlari ke kamar Adam dan Tika.
Dilihat nya Tika sedang membujuk Adam agar berhenti menangis dan kembali tidur.
"Adam kenapa menangis nak?" tanya Gege kemudian meraih Adam dalam pelukan nya.
"Adam mimpi Umi.. Umi mana Bi?? Adam mau sama Umi" ucap Adam masih sambil menangis.
"Tika panggil Umi nak...!" perintah Gege pada Tika.
"Umi dimana Bi? tadi Tika cari di kamar tidak ada" jawab Tika pada Gege.
"Yaudah.. Adam tidur dulu di temani kak Tika ya.. Abi pergi panggilkan Umi!" Bujuk Gege pada Adam lagi.
Adam mengangguk pelan.
Dia kembali berbaring di tempat tidurnya.
Tika berbaring di samping Adam sambil bershalawat untuk adiknya.
Gege berjalan ke kamar mencari Aina.
Amarahnya sudah mau meledak karna sikap Aina yang keterlaluan.
Ketika masuk ke dalam kamar, Gege tidak menemukan Aina yang tadinya berbaring di tempat tidur.
"Kemana Dia? Apa Dia minggat dari rumah?" ujar Gege dalam hati.
Dilihatnya ke arah pintu kamar mandi yang agak tertutup.
"Astagfirullah...!! Umi... !!!!" Ujar nya dengan nada tertahan ketika melihat Aina yang terbaring tidak sadarkan diri di atas lantai kamar mandi.
__ADS_1
Gege segera menggendong istrinya keluar kamar mandi.
Di baringkan nya perlahan Aina keatas tempat tidur.
"Umi.. sayang.. bangun!!" ucap Gege dengan perasaan khawatir melihat wajah pucat istrinya.
Badan Aina dingin sekali.
Sudah di coba nya berkali-kali membangunkan Aina, tapi Aina belum juga sadarkan diri.
Gege kemudian bergegas memanggil Mbok Jumi dan Pak Min.
Gege di bantu Pak Min segera membawa Aina ke rumah sakit.
"Umi kenapa Mbok?" tanya Tika yang menyaksikan Gege menggendong Aina menuju mobil.
"Umi sakit nak.. Abi lagi bawa Umi ke dokter.. Tika doakan Umi lekas sembuh ya!" ucap Mbok Jumi menenangkan Tika.
Tika mengangguk pelan.
"Sekarang Tika juga tidur seperti dek Adam. Inshaa ALLAH Umi segera pulang bersama Abi dari rumah sakit. oke?!" ujar Mbok Jumi lagi pada Tika.
"Baik Mbok.." ucap Tika lalu bergerak membaringkan tubuh nya ke tempat tidur.
Gege dengan gelisah menunggu pernyataan dokter tentang kondisi istrinya.
Dia menyesali segala yang telah terjadi beberapa hari ini antara dirinya dan Aina.
Sebenarnya Dia tau kalau Aina lagi tidak sehat.
Lia memberi tahu nya di sela perbincangan mereka di WA seharian tadi.
Tapi Gege tidak menduga kalau Aina bisa sampai pingsan di dalam kamar mandi.
Gege sangat gelisah dan khawatir
Terbayangkan oleh nya betapa pucatnya wajah Aina ketika di gendongnya keluar kamar mandi.
Seluruh tubuh Aina terasa dingin.
__ADS_1
"Ya ALLAH.. sudah berapa lama istriku pingsan di dalam kamar mandi tanpa sepengetahuanku?? Maafkan Aku ya ALLAH.. Aku terlalu egois dan menuruti kemarahan ku sehingga mengabaikan nya.. Selamatkan istri hamba ya ALLAH!!" ucap Gege lirih dalam hati nya.
Setetes air mata penyesalan membasahi pipi Gege.
Gege terduduk merunduk menatap lantai putih rumah sakit dengan penuh kegelisahan.
"Bapak.. Ibu Aina sudah sadar.. tapi masih dalam perawatan intensif.. untunglah bayi di dalam kandungan nya tidak apa-apa. Untuk sementara Ibuk Aina harus menjalani opname sampai kondisinya benar-benar sehat dulu ya!" Ujar Dokter yang mengagetkan Gege dari lamunan nya.
"Istri saya hamil Dok?" tanya Gege lagi tidak percaya.
"Yup.. Istri bapak sedang hamil.. kandungan nya masih sekitar 5 minggu. Masih sangat rentan sekali. Maka dari itulah Ibuk Aina harus di rawat dulu secara intensif untuk memastikan kondisi kesehatan janin yang ada di dalam kandungan nya" ucap Dokter lagi dengan jelas pada Gege.
"Baik Dok.. Kalau begitu saya izin melihat istri saya dulu Dok" ucap Gege dengan sopan lalu beranjak meninggalkan Dokter yang tersenyum melihat tingkah Gege yang kaget mendengar berita kehamilan istrinya.
"Assalamualaikum sayang.." Ucap Gege mendekat kearah Aina yang masih terbaring lemas dengan bantuan oksigen dan infus.
Aina diam tidak menjawab.
Tubuhnya terasa tidak berdaya.
Air mata nya mengalir pelan dari sudut matanya.
"Abi minta maaf.. maafkan Abi.. please maafkan Abi..!!" ucap Gege sembari mencium kening istrinya berulang kali.
Dihapus nya Air mata yang mengalir dipipi Aina.
"Maafkan Abi..."Ucap nya lagi sambil mencium tangan Aina.
Aina luluh dan mengangguk pelan.
"Umi.. kata dokter disini ada calon adik Adam.. usia nya baru 5 minggu" ucap Gege lagi sambil mengelus perut istrinya.
"Alhamdulillah.." ujar Aina pelan sambil tersenyum kearah suaminya.
Aina kembali meneteskan air mata.
Tapi kali ini dia menangis karna rasa bahagia yang luar biasa.
Gege jembali menghapus air mata istrinya.
__ADS_1
"I love You" ucap Gege lagi pada Aina.
"Maaf ya sayang.." kecup nya lagi pada punggung tangan istrinya.