Bukan Muhammad Dan Khadijah

Bukan Muhammad Dan Khadijah
Episode 54. Selamat Jalan Pak Min


__ADS_3

Waktu yang bergulir terasa begitu cepat.


Kebahagiaan Gege dan Aina lengkap sudah dengan kehadiran Hawa di antara mereka.


Tika, Adam dan Hawa tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholeha kebanggaan Aina dan Gege.


Dalam kehidupan yang terus berputar ini, akan selalu ada yang datang dan pergi silih berganti.


Akan selalu ada kehidupan yang baru datang dan kehidupan lama yang menghilang.


Hari itu masih subuh ketika Aina dan Gege baru saja selesai mengerjakan shalat subuh berjamaah.


"Tok..tok..tok.. Den Gege.. Non Aina.." terdengar suara Mbok Jumi mengetuk pintu kamar Aina dan Gege.


Aina bangkit dan segera membuka pintu kamar.


"Kenapa Mbok?" tanya Aina yang merasa heran melihat Mbok Jumi mengetuk pintu kamarnya subuh hari.


"Non.. Bapak Non.. " Jawab Mbok Jumi terbata dan bergetar.


"Pak Min kenapa Mbok?" tanya Gege yang juga menyusul Aina menemui Mbok Jumi di depan pintu kamar.


"Pak Min dari tadi saya bangunin untuk shalat subuh tapi gak bergerak Den.. wajahnya pucat dan tubuhnya kaku" Jawab Mbok Jumi lagi sambil menahan tangis.


Gege lalu segera turun menuju kamar Mbok Jumi dan Pak Min yang berada tepat di depan pintu dapur.


Aina dan Mbok Jumi menyusul di belakang nya.


"Innalillahi wainna ilaihi rojiun.." Ucap Gege setelah memeriksa kondisi Pak Min yang terbaring kaku di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Innalillahi wainna ilaihi rojiun.." Ucap Aina dan Mbok Jumi bersamaan pula.


Tangisan Mbok Jumi kemudian meledak ketika menyadari dengan pasti suami tercinta nya telah kembali ke pangkuan sang pemiliki kehidupan.


Mbok Jumi memeluk tubuh kaku suaminya.


Mencium nya berulang kali dengan deraian air mata.


Aina kemudian memeluk erat Mbok Jumi yang terus menangisi kepergian Pak Min.


Pagi hari nya para pelayat yang mengetahui meninggalnya Pak Min mulai berdatangan kerumah duka Gege dan Aina.


Mbok Jumi duduk terpaku di depan jasad sang suami yang terbujur kaku.


Aina duduk di samping Mbok Jumi berusaha memberikan kekuatan padanya.


Aina kembali terbayang betapa hancurnya iya dulu ketika melihat jasad almarhum Randy suami terdahulunya yang terbujur kaku di depan matanya.


Aina sangat mengetahui kepedihan yang dkrasakan Mbok Jumi.


Almarhum Pak Min kemudian di kebumikan ba'da Dzuhur di daerah pemakaman tempat almarhum orangtua Gege di makam kan.


"Anak-anak sudah tidur Umi?" tanya Gege malam hari nya ketika Dia selesai membersihkan tubuh nya dan bersiap untuk mengerjakan shalat isya.


"Sudah Bi.. Lia yang menidurkan mereka semua." Jawab Aina pada suaminya.


"Mbok Jumi gimana?" tanya Gege lagi.


"Ada di kamarnya, di temani Ibu.." jawab Aina lagi.

__ADS_1


Gege dan Aina kemudian mengerjakan shalat isya berjamaah.


Selesai shalat Gege membalikkan tubuhnya lalu berbaring di pangkuan sang istri.


Gege memeluk erat pinggang sang istri.


Gege menagis tersedu.


Aina pun ikut menangis.


Aina sangat mengerti betapa kehilangan nya Gege pada sosok Pak Min yang sudah di anggap nya seperti ayah kandung nya sendiri.


"Semenjak Almarhum Abi meninggal dunia, Pak Min lah yang berdiri menggantikan posisi beliau. Pak Min selalu ada dan tidak pernah mengeluh sedikitpun terhadap semua pekerjaan yang dipikulnya. Jasa Pak Min tidak akan pernah bisa terbalaskan.." ucap Gege dengar air mata yang mengalir.


"Sejujurnya Abi merasa belum siap kehilangan beliau. Abi masih sangat membutuhkan beliau. Abi tak pernah membayangkan akan kehilangan beliau secepat ini.. Abi banyak dosa sama beliau Mi.. Abi belum sempat mengucapkan terimakasih pada beliau... Abi belum pernah membalas jasa beliau sedikitpun.. Ya ALLAH.. semoga engkau menempatkan Pak Min diantara orang-orang terkasihmu.. Aamiin" Ucap Gege lagi masih dalam kesedihan nya.


"Aamiin" ucap Aian pula sambil menghapus air matanya yang juga berlinang.


"Abi yang tabah ya.. Semua sudah menjadi ketentuan ALLAH Bi.. Setiap yang bernyawa pasti akan kembali pada nya.. Kita hanya menunggu waktu nya saja.. Pak Min orang baik dan sholeh.. Insyaallah akan menjadi salah satu penghuni syurga nya ALLAH.. Aamiin" ucap Aina lagi Menenangkan hati sang suami.


"Tugas kita sekarang menjaga Mbok Jumi Bi.. cuma kita lagi yang Mbok Jumi punya.. Kita harus pastikan Mbok Jumi tidak akan sendirian menjalani masa tua nya. Akan selalu ada kita bersama nya.. oke?!" ujar Aina lagi pada Gege suaminya.


Gege menangguk pelan dan menghapus air matanya.


"Terimakasih sayang.." ucapnya lalu mencium kening sang istri.


Dan kemudian mengajaknya bersitirahat melepaskan segala kepedihan yang mereka lalui hari ini.


"Selamat jalan Pak Min.. Semoga ALLAH menempatkan mu di antara orang-orang yang sholeh di sisinya.. Aaminn" ucap Gege lagi dalam hati nya.

__ADS_1


__ADS_2