
Aina terbangun ketika mendengar suaminya merintih kesakitan.
Di palingkan nya wajah nya ke arah sisi kanan tempat suaminya berbaring.
"Abi kenapa? " Tanya Aina pelan.
Tidak ada jawaban.
Bibir Gege terlihat bergetar. Tubuhya menggigil.
"Ya ALLAH badan Abi panas sekali! " ucap Ain setelah memegang dahi suaminya.
Aina segera mengompres tubuh suaminya menggunakan handuk basah.
Bibir Gege terlihat begitu kering.
"Abi... minum sedikit ya..!! Biar gak dehidrasi!! ini juga ada obat penurun panas dan penghilang rasa nyeri diminum ya!! " ujar Aina sambil membantu Gege mengangkat sedikit kepalanya.
Gege pun menuruti istrinya.
"Kita kedokter aja gimana? " tanya Aina lagi.
Gege menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju.
Aina tidak bisa memaksakan suaminya.
__ADS_1
Dia dengan sabar kembali mengompres tubuh Gege hingga suhu tubuh suaminya kembali normal.
Kemudian Aina pun tertidur duduk bersandar di tepi ranjang dengan tangan memegang handuk kompres yang menempel di dahi suaminya.
Aina kembali terbangun ketika mendengar Adam menangis.
"Anak Umi udah bangun?? " tanya nya sambil meraih Adam dalam gendongan nya.
"Udah jam 5 subuh.. Umi mau shalat dulu ya.. Adam baring disini sama Abi ya.. Abi lagi demam.. kasiaan Abi.. !" bujuk Aina pada Adam anaknya.
"Abi.. Bangun shalat subuh, Udah jam 5.30 pagi" bisik Aina pelan pada suaminya.
"Abi sakit Umi? " tanya Adam dengan polos sambil memegang pelipisnya Kiri Gege yang ditutupi perban.
"Abi.. bangun shalat... nanti subuhnya lewat..!! " bisiknya Adam menggemaskan di telinga Abi nya.
Gege kemudian membuka matanya pelan.
Diraihnya Adam kedalam pelukannya sebelum Dia beranjak mengerjakan shalat subuh.
"Umi makasih ya udah bergadang semalaman jaga Abi, berkat Umi demam Abi sembuh.." ujar Gege sambil mencium kening istrinya.
Gege sangat bersyukur memiliki istri yang begitu sabar dan telaten merawat dirinya.
Padahal Dia tau betul kalau Aina sendiri pasti lelah abis bekerja seharian di toko dan masih harus mengurus Adam anak mereka.
__ADS_1
Pelan-pelan Aina membantu Gege membersihkan luka di beberapa bagian tubuhnya menggunakan air hangat dan alkohol.
Adam terus tertawa karna merasa Lucu ketika melihat Ibu nya berpura-pura meringis kesakitan.
setelah mandi dan membersihkan luka Gege, Mereka sekeluarga turun menuju dapur untuk sarapan pagi.
Aina membantu Gege turun dengan memapah nya pelan-pelan menuruni anak tangga. Kaki Gege masih bengkak terkilir akibat kecelakaan kerja kemarin.
Adam sedikit berlari kecil menuruni anak tangga dengan gembira.
Mereka kemudian menikmati sarapan pagi bersama dengan penuh rasa syukurku Dan keceriaan.
Tidak lama Setelah sarapan pagi, perut Aina terasa sangat mual.
Aina berlari kearahku dapur dan menuntaskan semua isi perutnya.
"Non Gakpapa? " tanya Mbok Jumi sambil memijit pelan pundak Aina.
"Mungkin saya masuk angin Mbok. Soalnya udah Dua Malam ini tidurnya Gak nyenyak. kemarin malam Gak bisa tidur karna kepikikan Abi sewaktu beliau keluar kota. Tadi malam Gak bisa tidur karna Jaga Abi demam tinggi. Kepala saya jadi agak pusing Mbok Jumi! " Ucap Aina pada mbok Jumi.
"Sebaiknya Non istirahat sebentar, Biar Adam Saya yang Jaga Non!" Ucap Mbok Jumi pula sambil memijit Kepala Aina yang terasa pusing.
"Umi pergi tidur dulu sebentar Sana.. Abi sama Adam Biar diliat bawah aja main, Lagi pula Ada Mbok Jumi Dan Pak Min Kok kalau About Dan Adam Perlu sesuatu. Jadi Umi Gak perlu risau ya! " Ucap Gege pula dari arah ruang keluarga.
"Yaudah Kalo gitu Umi naik istirahat sebentar ya.. titip Adam sama Abi ya mbok..! " jawab Aina lagi mencium Gege Dan Adam sebelum pergi beristirahat dikamarnya.
__ADS_1