Bukan Muhammad Dan Khadijah

Bukan Muhammad Dan Khadijah
Episode 41. Memulai terapi


__ADS_3

Sesuai kesepakatan Aina dan Gege, Akhirnya Lia mulai tinggal dirumah mereka semenjak Lia keluar dari rumah sakit.


Lia akan tinggal bersama mereka selama masa penyembuhan nya.


Sampai dia benar-benar bisa kembali berjalan seperti sediakala.


Lia anak yang baik, Dia dengan mudah dapat menyesuaikan dirinya dengan keluarga Gege dan Aina.


Adam dan Tika juga mulai dekat dengan nya.


Lia pintar sekali berdongeng.


Adam dan Tika sangat senang jika dibimbing belajar oleh Lia.


Sejak kehadiran Lia, Adam dan Tika juga lebih betah tinggal dirumah setelah pulang sekolah, dari pada Ikut Umi nya ke toko bakery.


"Besok inshaa ALLAH, Wahyu datang bersama Heri adik nya Lia. Kemarin Abi udah telepon minta tolong untuk bawa Heri sekalian kalau Dia mau pulang ke pekanbaru" ujar Gege pada Aina sambil mempersiapkan diri untuk tidur.


"Wahyu siapa Bi? " tanya Aina lagi pada suaminya.


"Adik tingkat Abi waktu masih sekolah. Sekarang Dia bekerja sebagai salah satu guru di Ponpes Al-Ikhlas tempat adiknya Lia mondok. Jumat besok kan jadwal libur, Jadi Abi minta Tolong Wahyu untuk jemput Heri sekalian" jawab Gege lagi pada istrinya.


"Owh.. bagus lah kalau begitu.. " jawab Aina lagi pada Gege.

__ADS_1


Gege hanya mengangguk dan tersenyum lalu meraih istrinya kedalam pelukannya.


"Selamat malam sayang! " Ucap nya sambil mencium kening Aina sebelum tidur.


Pagi harinya sebelum berangkat bekerja, Sarapan menjadi tempat berkumpul dan berbagi cerita sebelum memulai kegiatan masing-masing.


"Hari ini pulang sekolah mau Umi jemput gak? " tanya Aina pada Adam dan Tika.


" Gak usah Umi.. Biar Pak Min saja yang jemput. Soalnya Kami mau langsung pulang kerumah aja. Nanti sore Bang Heri, adiknya tante Lia mau datang. Kami mau Ajak main! " Jawab Adam dengan polosnya sambil tertawa bersama Tika dan Lia.


"Anak-Anak biar sama Lia aja dirumah kak.. " Ujar Lia pula pada Aina.


Aina hanya bisa membalas nya dengan mengangguk dan tersenyum.


Kondisi Lia sekarang memang sudah mulai membaik.


Penanganan patah kaki dan tungkai yang meliputi pemberian obat, operasi, hingga fisioterapi sudah di lakukan demi kesembuhan Lia.


Kondisi tulang yang patah sampai terpisah, di tangani oleh dokter terlebih dahulu dengan mensejajarkan posisinya. Setelah itu, dilakukan operasi pasang pen oleh dokter autopedi  guna menahan tulang yang telah disejajarkan.


Sehingga untuk sementara ini, Lia masih menggunakan gips di bagian Kakinya untuk menahan agar tulangnya tidak bergerak.


Sejak 2 Minggu yang lalu, Lia mulai mengikuti fisioterapi di rumah sakit.

__ADS_1


Terapi ini dilakukan guna mengurangi kekakuan pada kaki dan tungkai, serta melatih pergerakan kaki nya agar bisa berjalan kembali secara normal seperti biasanya.


"Gimana kabar wanita yang sekarang tinggal bersama Kalian? " tanya Buk Nita pada Aina sambil asik mencetak adonan donat.


"Nama nya Lia Buk.. Alhamdulillah Udah mulai berangsur sembuh. Tiap 2 Kali seminggu Lia melakukan fisioterapi di rumah sakit" jawab Aina yang fokus dengan penggorengan.


"Semoga aja segera sembuh ya.. kan gak baik kalau terlalu lama tinggal bersama Kalian" Ucap Buk Nita lagi.


"Gak baik mksudnya? Lia anaknya baik Kok Buk.. anak-anak juga suka main sama Lia. orang nya sopan, perhatian dan sholeha kok. Selama hampir dua bulan tinggal dirumah gak pernah sekalipun Lia membuat kekacauan" jawab Aina lagi.


"Takut aja nanti jadi keterusan tinggal nya. Niat mau tanggung jawab sampai sembuh, malah jadi tanggung jawab seumur hidup" Ucap Buk Nita lagi membingungkan Aina.


"Maksud Buk Nita apa? " tanya Aina


"Udah gakda.. Maaf, Ibuk ngawur...!! yang pergi antar terapi siapa? " tanya Buk Nita lagi.


"Terapi nya memakan waktu cukup lama. Kadang yang antar saya, kadang juga Gege kalau saya gak sempat. Nanti pas pulang nya Baru Pak Min yang jemput" jawab Aina lagi.


"Owh.. semoga Lekas sembuh yaa" Ujar Buk Nita pula sambil menyelesaikan pekerjaan nya.


"Aamiin" jawab Aina singkat.


Omongan Buk Nita secara tidak langsung menjadi bahan fikiran oleh Aina.

__ADS_1


"Tanggung jawab seumur hidup? mksud Buk Nita takut Gege jadi tertarik sama Lia? " Ujar Aina dalam hati pula.


"Astagfirullah.. mana mungkin suamiku sampai kefikiran kesana... Tapi Gege kan tetap aja lelaki. Dimanapun yang nama nya lelaki pasti tertarik sama wanita muda, cantik, ramah seperti Lia. Apalagi Anak-Anak juga udah Akrab dengan nya. Apa mungkin Lia sengaja mencari perhatian? Astagfirullah.. Kok fikiranku jadi aneh gini.. Maafkan Aku ya ALLAH.. Astagfirullah.. " Ucap Aina lagi sambil barusaha kembali fokus menyetir.


__ADS_2