
Zahwa terdiam kaget dan meringis kesakitan setelah mendapat tamparan dari Gege.
Mbok Jumi yang tidak sengaja melihat kejadian pun kaget melihat reaksi Gege yang marah besar.
Bagi Mbok Jumi ini pertama kalinya Dia melihat Gege marah besar seumur hidupnya.
Gege naik ke kamar dan menutup pintu sedikit keras sehingga Aina kaget mendengar nya.
"Abi.. kenapa? Kok pintu nya di banting? wajah Abi juga merah dan berkeringat" Ucap Aina mendekat kearah suaminya.
Gege cuma menggeleng lalu bergegas kearah toilet.
Gege mencuci wajahnya sambil terus beristigfar untuk menenangkan hatinya yang penuh amarah.
Sementara Aina duduk di tepi ranjang kebingungan melihat reaksi sang suami yang tidak seperti biasanya.
"Sayang kenapa? " tanya Aina ketika Gege keluar dari kamar mandi dengan wajah yang basah sampai sebagian bajunya.
Gege kembali menggeleng.
Dia masih dipenuhi kemarahan.
"Abi gerah.. mau mandi dulu ya! " ujarnya mengambil handuk lalu kembali kedalam kamar mandi.
Aina semakin merasa bingung.
"Bukan nya di luar sedang hujan gerimis? dan ini cukup malam untuk merasakan kepanasan. di kamarpun AC cukup dingin di ruang tengah juga cukup dingin karna kipas angin yang menyala. Abi kenapa? " tanya Aina lagi dalam hati.
Lama Gege membiarkan tubuhnya di guyur dingin nya air shower yang menetes.
Hujan gerimis diluar semakin terdengar lebat.
__ADS_1
Gege merenungkan semua yang baru saja terjadi antara dirinya dan Zahwa.
Sebenarnya ada sedikit penyesalan terselip di hatinya karena telah menampar saudara sepupunya itu.
"Tidak seharusnya kulakukan itu padanya!! Astagfirullah.. Maafkan Aku ya ALLAH!! Aku benar-benar tersulut emosi!! " ujar Gege dalam hati.
"Tapi bukankah dia memang pantas mendapatkan nya? Dia telah menghina istriku!! dan Aku paling benci pada orang yang menganggap remeh istriku apalagi sampai membandingkan jarak usiaku dengan istriku!! mereka tidak tau apa yang telah dilalui istriku..!! mereka tidak tau seberapa mulia nya Dia!! mereka tidak berhak menilai buruk tentang istriku!! Cuma Dia yang membuatku merasa menjadi lelaki sempurna ya ALLAH!! Astagfirullah!!! " ucap Gege lagi dan kali ini Dia menangis dalam diam dan hanya suara hujan yang mendengar tangisan nya.
Gege kembali teringat masa lalu ketika Dia memberi tahu pada teman-teman nya tentang keinginannya menikahi Aina.
Hampir semua menertawakannya.
"Kamu itu ganteng Ge.. Thafiz qur'an.. Motivator sukses.. berkecukupan.. lulusan Turki.. masa cari istri janda?? lebih Tua 8 tahun pula!! Gak pantas Bro..!! Masih banyak gadis muda yang siap menjadi istri kamu.!!" ujar salah satu teman seperjuangan Gege ketika mereka kuliah di Turki.
"Followers kamu kan banyak Ge.. rata-rata perempuan semua.. dan sudah banyak yang mengajukan proposal untuk di nikahi. Tinggal kamu cabut undi aja Ge!! jangankan satu! Dua atau tiga juga boleh!! " ujar mereka sambil tertawa.
Dan semua ucapan yang menyakitkan itu hanya di pendam dalam hati Gege.
"Astagfirullah!! " ujar Gege lagi berulang kali.
"tok.. tok.. tok.. " suara ketukan pintu terdengar dari luar.
"Abi... kok mandinya lama sekali? Abi gak papa?" tanya Aina dari luar kamar mandi.
"Ohh iya... sebentar lagi slesai.! " Jawab Gege singkat.
"Jangan lama-lama.. nanti masuk angin! " ucap Aina lagi.
"Oke!! " jawab Gege pula.
Gege segera mematikan shower lalu mengambil air wudhu.
__ADS_1
"Sebaiknya Aku shalat isya aja sekalian biar tenang! " ucapnya dalam hati.
"Abi kok mandi nya lama?" tanya Aina ketika melihat Gege keluar dari kamar mandi.
"Shalat isya yuk!! " ajak Gege tanpa menghiraukan pertanyaan Aina.
"Umi ambil wudhu dulu ya! " ujar Aina pula tanpa mau bertanya lagi.
"Mungkin Gege butuh waktu. Jika nanti Dia siap dia pasti akan bercerita. Tak perlu memperkeruh suasana!! " ucap Aina dalam hati sambil pergi menuju kamar mandi.
Gege mencium Aina berulang kali setelah mereka selesai mengerjakan shalat isya.
Aina membelai lembut wajah suaminya.
"Maafkan Abi ya Umi! " ujarnya pada Aina.
Aina mengangguk lalu mencium bibir suaminya tanpa ingin bertanya apapun lagi.
Baginya apapun sekarang yang menjadi masalah di dalam fikiran suaminya, Dia hanya ingin menjadi tempat ternyaman dan memberikan rasa teduh untuk kegaduhan hati sang suami.
"Ayo tidur.. nanti Umi lumurkan minyak kayu putih di tubuh Abi biar hangat yah!! " ujarnya lembut pada suaminya.
"Abis itu di peluk ya!! Biar makin hangat!! " kata Gege.kemudian menggoda istrinya.
Kemarahan nya pun akhirnya luntur dengan senyuman manis sang istri.
"Siap.. Umi peluk sampai subuh!! " jawab Aina pula balas menggoda.
Merekapun tertawa bahagia.
"I love you! "ujar Gege pada Aina.
__ADS_1