
*Maaf telat Up ya teman-teman.. soalnya ada sedikit kendala... Author lagi agak kurang sehat. Trimakasih untuk yang selalu setia menunggu kelanjutan kisah Aina dan Gege.
******
Aina akhirnya diperbolehkan kembali pulang kerumah setelah 4 hari lamanya di rawat dirumah sakit.
"Tapi ibuk Aina harus tetap berhati-hati ya.. Jangan capek.. kurangi aktifitas yang berlebihan.. dan jangan lakukan pekerjaan-pekerjaan yang berat-berat dulu, misalnya menggedong Adam apalagi mengangkat galon!hehe" kata dokter sambil bercanda.
"Makasih Dok.." balas Aina singkat dan tersenyum bahagia.
Sepanjang jalan pulang Aina bersandar manja pada lengan kokoh Gege yang duduk di samping sebelah kanan kursi penumpang.
Sementara Pak Min dengan santai dan tetap fokus mengendarai mobil menuju arah rumah.
"Abi.. boleh gak sebelum pulang beli permen gulali dulu? Umi tiba-tiba pengen banget makan gulali Bi.. kebayang manis nya ketika nempel di lidah itu sepertinya enak banget Bi.. Boleh ya.. Boleh ya Pak Min??" Bujuk Aina pada Gege dan Pak Min.
"Orang ngidam ini Pak Min.. harap maklum ya... diturutin aja.. " kata Gege sedikit menggoda istrinya.
"Baik Den!!"jawab Pak Min singkat sambil tersenyum.
__ADS_1
Ainapun ikut tersenyum malu karena nya.
Pak Min membawa mobil pelan ke arah MTQ tempat yang biasa nya sering ada penjual gulali keliling.
Aina dan Gege kemudian turun ketika sampai di depan Gedung MTQ yaitu sebuah bangunan berarsitektur melayu Riau yang biasa digunakan untuk pertunjukan seni dan budaya di Kota Pekanbaru, Riau. Bangunan ini hanya memiliki satu lantai, namun berdiri cukup tinggi dengan warna kuning yang mendominasi serta motif-motif yang sangat kental dengan corak Melayu Riau. MTQ atau Anjung Seni Idrus Tintin ini berada di dalam Kompleks Bandar Seni Raja Ali Haji (Kompleks Bandar Serai), yang juga dikenal dengan nama Arena Purna MTQ.
Anjung Seni Idrus Tintin pernah digunakan sebagai tempat penyelenggaraan untuk menggelar acara Festival Film Indonesia (FFI) pada tahun 2007. Gedung ini juga sering digunakan oleh seniman-seniman sebagai tempat mempertunjukkan seni musik, teater, dan seni tari. Memiliki bangunan berstandar internasional yang mampu menampung jumlah penonton pertunjukan seni dengan kapasistas 600 kursi.
Setiap sore hari nya di bagian halaman Gedung yang luas ini, sering kali dugunakan oleh masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti bermain basket, jogging ataupun sekedar menikmati jagung bakar yang di jual di sepanjang area gedung MTQ.
Aina dan Gege kemudian membeli beberapa gulali pada seorang penjual yang terlihat sudah cukup tua.
"Sudah lama bapak berjualan gulali disini?" tanya Gege pada si penjual dengan sopan.
"Sudah hampir 6 tahun Pak!" jawab nya singkat sambil fokus menghitung uang pecahan untuk kembalian.
"Gak usah di kembaliin Pak.. sisa Uang nya untuk bapak aja" ujar Aina yang merasa iba melihat wajah tua si penjual.
"Beneran Buk? uang kembalian nya masih 55 ribu lagi Buk.. Semua buat saya?" tanya si penjual dengan rasa tidak percaya.
__ADS_1
Aina mengangguk dan tersenyum.
"Ini saya tambahin lagi.. " ujar Gege sembari memberi si penjual Uang sebesar 300 ribu rupiah.
"Ya ALLAH pak.. makasih.." ucapnya sambil mencium uang pemberian Gege.
"Istri saya baru keluar dari rumah sakit Pak.. dan sekarang Dia sedang hamil muda.. doakan kehamilan nya sehat ya pak.. sebelum ini Dia udah 2 kali keguguran. Dan ini kehamilan ke empat nya" ujar Gege pada si penjual.
"Aamiin ya ALLAH.. inshaa ALLAH sehat dan lancar sampai lahiran ya Buk.. teimakasih untuk rezeki ini.. Smoga Bapak dan Ibu sehat selalu.. dan makin banyak rizki nya" ujar si penjual dengan penuh rasa syukur.
"Aamiin ya ALLAH" jawab Aina dan Gege bersamaan.
Aina menikmati gulali di sepanjang perjalanan pulang menuju rumah.
Gege tersenyum bahagia melihat tingkah manja sang istri.
"I love You" bisiknya sambil mencium kening Aina.
"Love you too sayang.. makasih ya!" balas Aina dengan manja.
__ADS_1