Bukan Muhammad Dan Khadijah

Bukan Muhammad Dan Khadijah
Episode 39. Musibah


__ADS_3

Kegiatan Aina sekarang semakin padat setiap hari nya.


Tika dan Adam kini sudah mulai bersekolah di sekolah yang sama. Yaitu di salah satu TK dan PAUD Islami swasta yang ada di Pekanbaru.


Setiap hari nya Aina sibuk mempersiapkan perlengkapan sekolah Anak-Anak dan perlengkapan Gege suaminya sebelum berangkat bekerja.


Setelah mengantar Anak-Anak kesekolah, Aina segera menuju toko bakery miliknya untuk bekerja.


Terkadang siang hari nya Aina kembali menjemput anak-anak pulang sekolah dan membawa turut mereka ke toko bakery sesuai permintaan mereka.


Tika dan Adam memang lebih suka bermain di bakery setelah pulang sekolah dari pada pulang kerumah.


Karna jarak sekolah mereka lebih dekat dengan toko, maka Aina lebih sering mengantar dan menjemput mereka dari pada Pak Min asisten Gege.


Kondisi kesehatan Pak Min yang sudah cukup tua juga terkadang membuat Aina tidak tega jika harus merepotkannya.


Jadi bagi Aina cukuplah Pak Min dan Mbok Jumi mengurus segala keperluan dan kebutuhan di rumah saja, seperti bersih-bersih rumah dan mengurus taman.


Aina dan anak-anak tiba dirumah tepat jam 5 sore.


Setelah mandi, Adam dan Tika kembali bermain di ruang tengah sambil menonton kartun kesayangan mereka.


"Assalamualaikum!! " Ucap Gege yang baru saja pulang dari bekerja.


"Waalaikumsalam Abi.. " jawab Tika dan Adam sambil berlarian ke arahan Abinya.


Aina yang baru turun dari kamar, segera menyambut hangat sang suami.


Gege kemudian duduk meminum segelas syrup dingin buatan istrinya sambil melepaskan lelah setelah seharian bekerja.


"Umi... Nanti malam Abi harus berangkat ke INHU, Ada sedikit masalah disana" Ucap Gege pada istrinya.


"Pergi sama siapa? Pak Min kan lagi sakit Bi?" tanya Aina pula.


"Terpaksa Abi pergi nya sendiri, soalnya penting dan gak bisa di tunda. Tadi sebenarnya udah coba telepon travel, tapi untuk yang berangkat malam ini sudah pada penuh. Jadi mau tidak mau Abi mesti pergi sendiri! " jawab Gege pula pada istrinya.


"Ditunda besok ajalah Bi.. Pakai travel besok pagi..! " Ujar Aina pula.

__ADS_1


"Gak bisa Mi.. soalnya rapat sama orang bank nya Itu besok pagi jam 10.00 wib. Jadi Abi mesti berangkat malam ini juga! " jawab Gege lagi.


"Kalau gitu Umi ikut.. Biar Umi yang temani Abi.. Umi gak kasih izin Abi pergi sendiri..!! " ucap Aina dengan nada khawatir.


Aina memang selalu merasa khawatir jika Gege akan bepergian keluar kota untuk urusan pekerjaan. Apalagi untuk saat ini Gege harus berangkat sendirian, Aina semakin khawatir dan tidak memberi izin.


"Anak-Anak Gimana? " tanya Gege pula.


"Ada Mbok Jumi dan Pak Min. Kalau untuk sekedar antar jemput mereka kesekolah Pak Min masih sangguplah Bi.. Kalau perlu besok anak-anak pakai mobil transport dari sekolah aja, tinggal Umi telepon walikelasnya minta bantuan!" jawab Aina lagi.


"Tapi kan kasihan mereka kalau Umi gakda! " Ujar Gege lagi.


"Gakpapa Bi.. kita pergi nya kan gak lama. selesai Abi rapat, sore nya udah bisa langsung pulang kan? malam nya kita udah Sampai lagi di rumah! " jawab Aina lagi meyakinkan suaminya.


"Pokoknya Umi mau ikut temenin Abi.. Kalau gak boleh, Abi juga gak boleh berangkat. Umi Gak kasih izin kalau Abi pergi sendirian!! " ujar Aina lagi dengan nada sedikit tinggi.


"Oke.. deal.. nanti malam jam 9 kita berangkat ya! Setelah Anak-Anak tidur" jawab Gege kemudian menyetujui saran istrinya.


***


Kurang lebih jam 21.45 wib, Gege dan Aina berangkat menuju INHU tempat usaha kelapa sawit milik keluarga Gege.


Merekapun segera beristirahat di Mess direksi yang memang disediakan untuk Gege tiap kali berkunjung ke Perkebunan.


Aina menikmati sejuknya udara pagi di perkebunan sawit yang cukup jauh kedalam dari badan jalan utama kota INHU.


Perkebunan ini terasa sepi sekali bagi Aina yang telah terbiasa dengan ramainya kota Pekanbaru.


Namun Dia merasa sangat menikmati suasana perkebunan yang tenang sambil menunggu Gege yang sudah berangkat rapat dengan kolega-kolega nya.


Udara sejuk dan suasana sepi membuat mata Aina kembali mengantuk.


Ainapun kembali tertidur di sofa yang mengarah ke televisi yang sedang menyala.


Aina kemudian terbangun ketika Gege mencium lembut kening nya.


"Udah siang sayang.. Bangun.. Shalat trus makan siang yuk.. Selesai makan siang Abi mau tidur dulu sebentar ya.. !! kita berangkat pulang nya jam 4 sore aja gakpapa? "tanya Gege sambil duduk di samping Aina.

__ADS_1


"Terserah Abi aja.. Tadi juga udah telepon anak-anak. Mereka pada pintar Kok.. gakda yang rewel.. "Ucap Aina menjawab Gege.


"Yaudah yuk shalat... " Ucap Aina lagi beranjak dari sofa menuju kamar mandi untuk berwudhu.


Ba'da Ashar, Sekitar jam empat kurang sepuluh menit, Aina dan Gege berangkat pulang menuju Pekanbaru.


Sepanjang perjalanan Aina Ikut mendendangkan shalawat bersama suaminya.


Hujan mulai rintik ketika mereka mulai memasuki jalan Lintas Pekanbaru.


"Nyetirnya pelan-pelan aja Bi.. walaupun gak terlalu lebat, Tapi Jalannya tetap aja jadi licin.." tegur Aina pada suaminya yang melarikan mobil cukup kencang.


"Baiklah Buk Boss...!! " balas Gege menggoda dan melirik kearah istrinya sambil tersenyum.


Lirikan itu kemudian mengalihkan pandangan dan fokus nya.


lampu sorot mobil berlawanan dengan lampu sorot sebuah motor yang ingin putar balik arah.


Tiba-tiba


"Praaaaakkkkkkkkkk!!!!!!!!! "


Gege menabrak seorang perempuan bermotor.


Aina kaget bukan kepalang.


Seluruh badan nya gemetar.


Dirasanya bagian kepalanya berdarah.


Gege segera keluar dari mobilnya.


Aina perlahan mengikuti suaminya.


Dilihatnya seorang wanita terbaring tidak sadarkan diri disisi mobil sebelah kanan.


Aina shock..

__ADS_1


Warga mulai ramai berdatangan membantu.


Aina kemudian pingsan tidak sadarkan diri.


__ADS_2