
Kepergian Pak Min menyisakan banyak kenangan dan pengajaran yang tak akan pernah di lupakan bagi keluarga Gege dan Aina.
Sosok yang begitu ramah dan selalu ada untuk Gege dan Aina kapan pun di butuhkan.
Tapi kenyataan hidup yang sebenar nya hanyalah sekedar tempat persinggahan meyakinkan Gege, Aina juga Mbok Jumi untuk tetap melanjutkan hidup dan semakin memperbaiki diri untuk menuju kehidupan yang kekal suatu saat nanti di sisi sang khalik.
Tiga tahun setelah kepergian almarhum Pak Min. Gege, Aina, Mbok Jumi beserta kedua orang tua Aina berangkat menjalankan ibadah umroh demi bisa lebih dekat dengan sang pemilik kehidupan.
Dan dua tahun setelah perjalan umroh, Mbok Jumi pun menyusul almarhum suami nya Pak Min.
Hari itu, sehari sebelum kepergian nya.
"Non.. Kalau seandainya Mbok meninggal, Mbok boleh ya minta di kuburkan di samping almarhum bapak.. " ucapnya sambil menyantap pisang goreng kesukaan nya sore itu.
"Mbok kok ngomong gitu..? Mbok sakit? jangan ngomong gitu dong Mbok.. insyaallah umur Mbok masih panjang.. Aina masih sangat membutuhkan Mbok Jumi.." ucap Aina dengan nada agak khawatir.
"Umurkan tidak ada yang tau Non.. Lagi pula Non pasti bisa tanpa Mbok.. Anak-anak juga sudah pada besar dan mandiri. Terkadang Mbok malah merasa menjadi beban untuk Non dan Den Gege.. Mbok sekarang sudah tua Non.. Sering sakit-sakitan.. Keluar masuk rumah sakit.. Selalu saja merepotkan Non dan Den Gege.." ujar nya lagi dengan nada sedih.
Aina memeluknya erat.
"Mbok gak pernah menyusahkan Aina Mbok.. Kami semua sayang sama Mbok.." ucap Aina dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Tiba-tiba Aina merasakan firasat seolah Mbok tidak lama lagi akan pergi meninggalkan nya.
"Maafkan semua kesalahan Mbok ya Non.." ucapnya masih sambil memeluk Aina.
"Maafkan Aina juga ya Mbok" balas Aina yang sudah tidak bisa lagi membendung air matanya.
__ADS_1
Dan benarlah firasat itu adanya.
Malam hari, ba'da magrib ketika Aina, Gege dan anak-anak bersiap untuk makan malam, mereka tidak menemukan Mbok jumi yang biasanya sudah sibuk mempersiapkan makan malam di dapur.
Aina kemudian memanggil Mbok Jumi di kamarnya.
Dan betapa kaget nya Aina ketika melihat Mbok Jumi yang pingsan tidak sadarkan diri di dalam toilet kamar mandi.
"Abi.... Mbok...!!!!!!" teriak Aina ketika itu.
Aina dan Gege kemudian bergegas membawa Mbok Jumi kerumah sakit.
Segala usaha telah di coba untuk menyadarkan Mbok Jumi.
Tapi ALLAH berkehendak lain.
Aina menangis memeluk Tika dan Hawa yang juga menangis terisak merasa kehilangan Mbok Jumi.
Adam pun menangis dalam pelukan Abinya.
Gege dan Aina kembali berkabung.
Kehilangan Mbok Jumi tidak hanya dirasakan Aina dan Gege saja.
Adam, Tika dan terutama Hawa merasa sangat kehilangan sosok almarhumah.
Hawa yang begitu dekat dengan almarhumah Mbok Jumi sempat demam selama dua hari dan mengigau memanggil-manggil nama Mbok Jumi.
__ADS_1
Hawa merasa begitu kehilangan.
Mbok jumi ibarat nenek bagi Hawa, perempuan yang selalu sabar menghadapi sikap manja nya Hawa.
Kini sudah tidak ada lagi pasangan suami istri yang begitu menyayangi keluarga Aina dan Gege.
"Selamat jalan Mbok Jum... Selamat jalan Pak Min.. Semoga ALLAH kembali mempertemukan kita di syurganya nanti.. Terimakasih untuk semua jasa dan kasih sayang yang kalian curahkan untuk ku dan keluargaku selama ini. Cuma ALLAH lah yang bisa membalasnya. Semoga ALLAH menempatkan kalian berdua diantara orang- orang yang sholeh dan sholeha di syurganya.. Aamiin ya robbal alamiin..," Ujar Gege menutup doa nya ketika selesai mengerjakan tahajud bersama Aina istrinya.
"Aamiin.." jawab Aina pula dengan nada bergetar menahan tangis.
Gege kemudian memeluk istrinya dan meluahkan perasaan sedihnya kehilangan Mbok Jumi dan Pak Min untuk selamanya.
Bagi Gege, Mbok Jumi dan Pak Min adalah orangtua pengganti Umi dan Abi nya setelah mereka meninggal dunia.
Dan kini Mbok Jum dan Pak Min menyusul kedua orangtua nya.
Cuma Aina dan anak-anak lah lagi yang Dia punya.
"Astagfirullah" ucap Gege segera menyadarkan dirinya tentang kehidupan yang hanyalah sementara ini.
Bumi yang hanyalah merupakan persinggahan menuju keabadian yang hakiki, kembali menguatkan Gege untuk tetap berjuang dalam mencapai keridho an sang pencipta.
Demi istri dan anak-anak tercinta nya, Gege harus terus melangkah menjadi imam yang membimbing keluarga nya dalam kebajikan.
"Semoga ALLAH selalu melimpahkan rahmat nya pada kita sekeluarga ya Umi.. Abi butuh Umi dan anak-anak untuk kuat menjalani kehidupan yang masih panjang ini. I Love You.." Ucap Gege lagi pada istrinya.
"Love you too Bi.." jawab Aina dan kembali memeluk suami tercinta nya.
__ADS_1
"Jaga Dia selalu untuk kami ya ALLAH... Aamiin" ucap Aina pula lirih dalam hatinya.