
Aina terbangun jam 04.00 dini hari.
Terdengar hujan diluar masih cukup lebat.
Segera di raihnya HP untuk mencari tau kabar suaminya.
"Abi udah sampai Umi. Sengaja gak telepon cuma WA aja takut ngebangunin Umi dan Adam. Umi jaga kesehatan ya. Salam sayang untuk Adam. Love U,😘" satu pesan WA dari Gege terbaca oleh Aina.
"Alhamdulillah" ujar Aina merasa tenang setelah membaca pesan WA dari suaminya.
Aina kemudian bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk mengerjakan shalat dhuha dan berdoa untuk keselamatan sang suami tercinta.
Pagi hari nya Aina berusaha menelepon Gege berulang kali tapi tak di angkat.
Aina kembali menjadi risau.
Lalu di coba nya menelepon Pak Min, namun Pak Min pun tidak mengangkat telepon nya.
"Abi sama Pak Min kok gakda yang angkat telepon saya ya Mbok? " tanya Aina pada Mbok Jumi yang sedang menyuapkan Adam sarapan pagi.
"Mungkin mereka lagi sibuk Non. Non tenang aja, inshaa ALLAH Den Gege dan Pak Min baik-baik aja Non.." Jawab Mbok Jumi pada Aina.
__ADS_1
"Aamiin" ujar Aina pula.
Pengalaman kehilangan Randy yang meninggal kecelakaan saat dinas keluar kota membuat Aina selalu merasakan khawatir yang berlebihan jika Gege pergi keluar kota.
Tepat jam 10 pagi telepon Aina berdering.
Aina segera mengangkatnya.
"Assalamulaikum Pak Min.. Apa kabar? Abi gimana Pak? saya telepon dari tadi pagi gak di angkat. Abi baik-baik aja kan Pak? " serbu Aina dengan begitu banyak pertanyaan pada Pak Min.
"Waalaikumsalam Non.. Pertanyaan nya satu-satu dong Non. Pak Min bingung mau jawab yang mana dulu! " jawab Pak Min pula dari seberang telepon.
"Iya maaf Pak.. Soalnya Abi gak angkat telepon saya, saya jadi risau sekali Pak!!" Balas Aina lagi pada Pak Min.
"Ok Pak.. makasih ya... hati-hati disana ya Pak!" ucap Aina lagi sebelum menutup teleponnya.
*****
Setelah menidurkan Adam dan melaksanakan shalat isya, perasaan Aina tetap saja gelisah dan tidak tenang.
Aina masih belum mendapatkan kabar suaminya secara langsung, itulah yang membuat gelisah di hatinya.
__ADS_1
Tepat Jam 23.54 wib Aina mendengar suara mobil masuk kedalam parkiran rumah nya.
Aina segera turun kebawah untuk memastikan suaminyalah yang pulang dari luar kota.
"Assalamualaikum! " Ucap Pak Min sambil memapah Gege duduk di shofa ruang tengah di bantu Mbok Jumi yang membukakakn pintu untuk mereka.
"Waalaikumsalam" jawab Aina sambil berlari kecil ke arah shofa tempat suaminya duduk.
"Abi kenapa? Kok jalannya di papah? ini Kok pelipisnya di perban? lengan nya juga? Abi kenapa? Abi Kecelakaan? "tanya Aina ketika melihat kondisi suaminya yang penuh luka.
Matanya mulai berkaca-kaca melihat keadaan suaminya.
"Abi gakpapa Umi.. Kemarin pagi Abi kecelakaan kerja di lokasi. Maaf ya tidak kasih tau sama Umi sebelumnya.. Abi cuma tidak ingin Umi shock jika Abi beri tau dari awal. Maka nya Abi juga minta Pak Min untuk tidak memberi tahu Umi. Maaf ya!! " Ucap Gege sambil menghapus air mata suaminya.
Aina hanya mengangguk pelan.
Ternyata kegelisahan hati nya terjawab sudah.
Tapi yang penting baginya sekarang, suami nya pulang dengan keadaan selamat meskipun berbalut perban di beberapa bagian tubuhnya.
"Yaudah kita naik istirahat yuk! " ajak Aina pada Gege.
__ADS_1
Aina kemudian memapah Gege menaiki tangga menuju kamar mereka di bantu oleh Pak Min dan Mbok Jumi.
"Makasih ya Pak, Mbok.. Selamat malam, selamat beristirahat" ucap Aina sebelum menutup pintu kamar.