Bukan Muhammad Dan Khadijah

Bukan Muhammad Dan Khadijah
Episode 28. Kabar bahagia


__ADS_3

Sejak kemarin pagi sampai hari ini Aina terus merasa tidak nyaman dan selalu merasa mual.


"Umi sebaiknya kedokter ya.. Tadi Abi udah minta Pak Min untuk antar Umi... Biar Adam sama Abi aja di rumah.." ujar Gege mengkhawatirkan kondisi kesehatan istrinya.


"Yaudah Kalo gitu Umi pergi kedokter sebentar ya... nanti kalau Adam bangun Abi langsung telepon Mbok Jumi aja di bawah, jangan Abi yang gendong. Kaki Abi kan belum sembuh! " Kata Aina lagi pada suaminya.


"Siaapp Umi sayang... hati-hati di Jalan ya! " ujar Gege lagi sambil menghujani istrinya dengan beberapa ciuman.


Ainapun berangkat menuju klinik langganan nya bersama Pak Min.


Sesampainya di klinik, Aina segera diperiksa oleh dokter Musdalifah.


"Alhamdulillah.. inshaa ALLAH Adam segera dapat adik ini.. Buk Aina positif hamil.. kandungan nya masih sangat kecil sih, baru jalan 3 Minggu. Selamat ya!! " Ucap nya pada Aina.


"Masyaallah.. Alhamdulillah.. "ujar Aina pelan dan masih tidak percaya kalau Dia sedang mengandung anak kedua.


"Makasih ya Dokter!! " Ucap Aina sebelum meninggalkan ruangan dokter Musdalifah.


Sesampainya dirumah, Aina duduk di samping Gege sambil senyum-senyum sendiri.


"Gimana sayang? Kata dokter apa? Umi sehat-sehat aja kan? " tanya Gege pada istrinya.


Aina menggeleng.

__ADS_1


"Kata dokter Umi sakit Bi.. harus banyak-banyak istriahat.. gak boleh terlalu capek.. Dan gak boleh terlalu banyak aktifitas dulu.. " Jawab Aina sambil menahan senyuman.


"Emang Umi sakit apa? " tanya Gege penasaran dan jadi merasa sangat khawatir.


"Umi sakit karna Abi...! " Jawab Aina lagi.


"Kok karna Abi? Karna terlalu capek jagain Abi ya? Maaf ya..!" Ujar Gege sambil mengelus pipi istrinya.


Aina menggeleng tersenyum.


"Bukan.. Bukan krna jagain Abi... Tapi Karena tidurnya sama Abi.. Hhehehe... Umi Positif Bi.. Adam bakalan punya adik!! " Ujar Aina lagi sambil memegang tangan suaminya.


"Masyaallah... Alhamdulillah... Trimakasih ya ALLAH!! " ucap Gege lalu mencium kening istrinya dan kemudian meraih Adam dalam pelukannya nya.


"Adik nya mana?? Kapan datang nya?? " tanya Adam pula dengan polosnya.


Aina dan Gege jadi tertawa mendengarnya.


"Adiknya masih dalam perut Umi.. disini!! " Ujar Gege sambil mengelus perutnya istrinya.


"Terus keluarnya kapan? Adam mau main dengan Adik.. nanti Adam pinjamkan mobil-mobilan dan pesawat terbang.." Ucap Adam lagi menggemaskan.


"Inshaa ALLAH.. Doakan adik sehat dalam perut Umi ya.. Biar bisa main sama Adam nantinya..! " Jawab Gege lagi sambil mencium ubun-ubun Adam.

__ADS_1


"Aamiin.. " jawab Aina pula mengaminkan doa suaminya.


Setelah selesai shalat ashar, Aina dan Gege duduk santai di teras rumah sambil menunggu tukang jual rujak lewat.


Sedang asik duduk santai, tampak dari Kejauhan sebuah mobil Nissan Extrail berhenti tepat di depan rumah mereka.


"Umi Nafizah dan Kyai Ma'aruf?? " tanya Gege sambil memandang ke arah istrinya.


Aina mengangguk pelan.


"Assalamualaikum Umi.. Kyai!! Apa kabar? " tanya Aina bergegas menghampiri Umi Nafizah dan Kyai Ma'aruf.


"waalaikumsalam" jawab Umi dan Kyai bersamaan.


"Alhamdulillah... Umi dan Kyai sehat.. maaf kami mampir gak kasih kabar lebih dulu.. kebetulan lewat di depan perumahan kalian, Jadi Kyai ajak mampir, sekalian jenguk Gege dan udah rindu juga sama Adam katanya..!" Ujar Umi menjelaskan pada Aina Maksud kedatangan mereka.


Kyai Ma'aruf terlihat begitu bahagia bisa bertemu Gege dan Adam.


Adam yang sudah cukup dekat pun tidak segan lagi meminta di gendong lalu di pangku oleh Pak Kyai.


Mereka bercengkrama tertawa bahagia sambil menikmati sejuknya rujak kemang dan segelas Es teh manis buatan Mbok Jumi.


"Mudahan kandungan nya sehat-sehat sampai lahiran ya!! " ucap Kyai mendoakan kehamilan kedua Aina.

__ADS_1


"Aamiin... " ucap mereka semuanya hampir bersamaan.


__ADS_2