Bukan Muhammad Dan Khadijah

Bukan Muhammad Dan Khadijah
Episode 18. Nasehat Aina


__ADS_3

Gege berangkat kerja pagi sekali bahkan tidak sarapan terlebih dahulu.


"Umi.. Abi berangkat ya! Ada urusan penting pagi ini dengan Kyai Ma'aruf nanti Abi sarapan disana aja! " ujar nya pada Aina.


"Hati-hati ya Bi.. Bawa motor nya jangan ngebut.. titip salam untuk pak Kyai dan Umi Nafizah ya! " jawab Aina pula sembari mengantar Gege menuju garasi.


Gege mencium kening dan mengelus pelan calon baby yang ada di dalam perut istrinya.


"Abi berangkat ya! Assalamualaikum! " ujarnya sambil melajukan motor ninja berwarna hitam keluar pagar rumah.


Aina sarapan bubur ayam di temani Mbok Jumi yang terlihat serba salah.


"Mbok Jumi kenapa? " tanya Aina melihat gelagat aneh pada Mbok Jumi.


"Gak papa Non! " Jawab Mbok Jumi berbohong.


Mbok Jumi yang menyaksikan kejadian kemarin malam merasa bingung dan tidak tau harus berbuat apa.


"Mbok ada masalah? Cerita aja Mbok! Jangan di pendam! " ujar Aina lagi melihat kegalauan Mbok Jumi.

__ADS_1


"Den Gege gakda cerita masalah kejadian kemarin malam Non? " tanya Mbok jumi ragu-ragu.


"Memang kemarin malam kenapa Mbok? Gege gakda cerita. Cuma memang sepertinya Dia kemarin malam marah besar sampai wajahnya memerah dan kemudian mandi lama sekali Mbok!! " jawab Aina pada Mbok Jumi.


Mbok Jumi pun akhirnya menceritakan semua kejadian yang dilihatnya antara Gege dan Zahwa kemarin malam.


"Non Zahwa memang keterlaluan Non! Dia pantas mendapatkan tamparan itu! Non itu jauh lebih baik, lebih cantik dan bermartabat di bandingkan Dia. Dan Mbok Jumi setuju dengan Aksi Mas Gege kemarin itu Non! " Cerita Mbok Jumi lagi.


"Astagfirullah... " ucap Aina mendengar cerita Mbok Jumi.


"Zahwa sekarang dimana? " tanya Aina pula.


Aina menghentikan makan nya.


"Aku liat Zahwa dulu ya Mbok" ujarnya lagi pada Mbok Jumi.


Aina berjalan menuju kamar tamu.


"tok.. tok.. tok.. " diketuknya pelan pintu kamar.

__ADS_1


"Zahwa.. udah bangun? " tanya Aina sambil membuka pelan pintu kamar yang ternyata tidak terkunci.


Zahwa terlihat sedang berbaring telungkup mencium bantal.


"Zahwa.. Kamu gak papa? " tanya Aina mendekat dan duduk di tepi ranjang.


"Kamu ngapain kemari? Mau menertawakan ku? pasti Gege sudah cerita semua nya kan?? Puas kamu?!" ucapnya sambil menangis dan sedikit berteriak.


Aina Diam membiarkan Zahwa meluapkan kekesalan nya dengan menangis sekuat-kuatnya di dalam selimut.


Zahwa kemudian Diam dan duduk bersandar menundukkan pandangan nya ke arah selimut sembari sesekali menyeka air matanya.


"Gege tidak bercerita apapun tentang kejadian kemarin malam. Mbok Jumi yang cerita. Itu juga setelah Aku paksa" ujar Aina pelan.


"Maafkan perbuatan Gege ya!! Dia khilaf.. Dia tersulut amarah.. Aku harap kamu bisa memaafkan nya!! " ujar Aina lagi.


"Aku juga minta maaf karna telah merebut Gege darimu. Aku tau perasaanmu pasti sakit sekali karna harus merelakan Gege untuk ku. Tapi rasa sakit kehilangan yang kamu rasakan sekarang tidak sebanding rasa sakit kehilangan yang pernah Aku rasakan. Aku seorang janda yang kehilangan Suami dan Anakku dulu sebelum menikah dengan Gege. Dan kamu tau?? Akan ada pelangi setelah hujan! Sulit memang tapi jika kita berusaha ikhlas dan percaya akan suratan ALLAH inshaa ALLAH semua akan terlalui dan berakhir indah. Kamu wanita yang cantik, Smart, dan Sholeha. Percayalah suatu saat nanti ALLAH akan mengirimkan lelaki yang pantas untuk menjadi pendampingmu. Yang mencintaimu apa adanya. Yang siap menjadi sandaran untukmu selamanya. Ikhlaskan Aku dan Gege ya!! Pernikahan kami tidak diawali dengan rasa saling cinta. Tapi keinginan untuk saling melengkapi dan menyempurnakan ibadah kami kepada ALLAH. Smoga kamu bisa menerima kenyataan ya!! " ujar Aina pada Zahwa lagi.


Zahwa terdiam dan masih menangis.

__ADS_1


"Aku keluar mengambilkan kompres untuk wajahmu ya! " ucap Aina lagi sembari beranjak meninggalkan Zahwa.


__ADS_2