
Walimatul Aqiqah Adam Abraham berjalan lancar.
Aina dan Gege begitu bahagia dan bersyukur atas terselenggaranya aqiqah dengan lancar.
Baby Adam bahkan seolah-olah tau kalau acara yang berlangsung merupakan ungkapkan rasa syukur keluarga atas kelahiran nya.
Sepanjang acara Adam tidak pernah rewel.
hanya sesekali terdengar suara nya memberi tanda kalau dia sudah lapar .
"Sayang.. ini teh hangat nya!" Ujar Gege memberikan segelas teh hangat permintaan istrinya.
"Makasih ya Abi.. " Ujar Aina sambil duduk bersandar di tepi ranjang memberikan ASI esklusif pada Adam anaknya.
"Anak ganteng Abi... sini Abi gendong.. Biar Umi minum dulu ya..!!" Ucap Gege lalu mencium Adam kedalam pelukannya nya.
Aina begitu bersyukur memiliki suami yang begitu siaga. Gege sosok suami yang sempurna bagi Aina. Tidak hanya tampan, Setia, Dia juga begitu perhatian dan pengertian terhadap istrinya.
Gege bahkan tidak jarang bergadang menggendong Adam sambil melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an sampai Adam tertidur pulas.
__ADS_1
Dia juga sangat terampil memandikan dan menggantikan popok Adam ketika Adam buang air besar.
Gege juga begitu perhatian pada kondisi kesehatan Aina yang sedang melakukan ASI esklusif pada Adam anak mereka.
Aina begitu bersyukur memiliki suami yang luar biasa seperti Gege.
"Abi gak capek? " istirahat gih..!! sudah beberapa hari ini Abi terlalu sibuk mengurus persiapan aqiqah, sebaiknya sekarang Abi istirahat biar gak kecapean. Sini Adam biar sama Umi aja yang tidurkan! " Ujar Aina pada Gege setelah teh hangat di tangan nya habis diminum.
"Yaudah Kalo gitu Abi tidur bentar ya.. Kepala Abi agak pusing dikit..! " Ucapnya sambil mencium Adam berkali-kali sebelum diserahkan nya kepada Aina.
Gege kemudian membaringkan tubuhnya tepat di samping istri dan anaknya.
Aina kembali memberikan ASI pada Adam sambil bershalawat pelan.
"Ainara.. sayang... Mama rindu nak..!!! ini ada dedek bayi.. Nama nya Adam.. Wajahnya Mirip Nara kan? Nara senang kan punya Adek bayi?? Mama bahagia sekali karna sekarang sudah punya kakak Nara dan adek Adam. Mama Rindu Nara naakk... Doakan Adek ya smoga sehat dan tumbuh pintar seperti Nara.. !!" Ucap Aina dalam Mimpi.
"Nara....!!" pekik Aina terbangun dari tidurnya.
Suara pelukannya Aina membuat Gege terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
Untungnya Adam tidak.
Dia hanya terkaget sebentar lalu tidur kembali.
Gege segera bangun lalu menggendong Adam dan meletakkan nya kedalam box baby.
"Sayang kenapa? Mimpi buruk? " tanya Gege kemudian pada Aina yang menangis sesungukan.
Aina memeluk erat suaminya.
"Umi mimpi Ainara Bi.. didalam Mimpi Umi liat Nara mengelus-elus pipi Adam sambil tersenyum. Dia seperti nya ikut bahagia dapat adik bayi. Tapi pas Umi mau sentuh wajah mungilnya, Nara menghilang Bi... Umi panggil-panggil tapi gak Ada Nara nya.. Semua terasa seperti nyata Bi.. Umi rindu sekali sama Nara..!! " Ucap Aina masih menangis dalam pelukan suaminya.
"Udah... Jangan nangis lagi ya.. Inshaa ALLAH Itu pertanda Ainara ikut bahagia punya adik kecil. Sekarang kita kirim doa ya untuk Ainara!! " Ucap Gege sambil membimbing Aina memanjatkan doa untuk Almarhumah Ainara.
Setelah tenang, Aina kembali berbaring dalam pelukannya Gege suaminya.
"Ainara... Mama Rindu nak.. mama selalu berdoa semoga Nara bahagia bersama Papa disana. Smoga Nara dan Papa ditempatkan di syurganya ALLAH. Mama sekarang bahagia nak.. Ada dedek Adam sekarang yang jadi teman Mama.. Dia mungil seperti Nara.. Wajahnya juga Mirip.. Doakan Adek sehat ya nak.. Salam Rindu untuk Papa! I love u Ainaraku! Mama rindu..!!! " Ucap Aina dalam hati sambil mencoba memejamkan matanya agar tertidur lagi.
Setetes demi setetes Air mata nya jatuh tak terbendung menjadi luahan Rindu padaku Almarhumah Ainara Anaknya.
__ADS_1
Aina menangis dalam diam, Dia tidak ingin tangisannya Di ketahui suaminya Gege.
"Astagfirullah..!! " ucapnya lagi menenangkan hatinya.