Bukan Muhammad Dan Khadijah

Bukan Muhammad Dan Khadijah
Episode 49. Home Sweet Home


__ADS_3

Adam dan Tika berlarian memeluk Aina ketika Aina sampai di rumah bersama Gege dan Pak Min.


"Umi... Adam Rindu.." ucap Adam pada Aina yang masih dalam pelukan erat Umi nya.


"Tika juga..." ujar Tika pula yang juga masih memeluk erat Aina Umi nya.


"Umi juga rindu sekali dengan anak-anak sholeh dan sholeha Umi.." jawab Aina lalu mencium Adam dan Tika bergantian.


"Ini Umi bawain gulali.. oleh-oleh buat anak-anak Umi yang pintar!" Ujar Umi lagi pada Adam dan Tika.


"Terimakasih Umi" jawab Tika dan Adam bersamaan.


Mereka lalu menikmati gulali yang di beli Aina di MTQ tadi.


Lia dan Mbok jumi juga menyambut Aina dengan bahagia.


"Terimakasih sudah mau membantu jaga anak-anak ya!" Ujar Aina sambil memeluk Lia.


"Sama-sama Kak.. " jawab Lia singkat.


"Non sebaiknya istirahat dulu aja.. Kan baru pulang dari rumah sakit.. !" Ujar Mbok Jumi pula pada Aina.


"Iya Mbok.. Saya kekamar dulu ya..!" Jawab Aina lagi berpamitan.


Gege segera menghabiskan teh hangat nya lalu berdiri memapah istrinya menuju kamar.


"Umi bisa Kok Bi.." Ujar Aina pula pada suaminya.

__ADS_1


"Gakpa sayang.. Abi bantu naik tangga nya ya.. ingat kata dokter, Umi gak boleh banyak gerak dulu.. apa lagi naik turun tangga.. Kalo gak Biar Abi gendong aja gimana?" tanya Gege sembari menggoda istri nya.


"Abi berlebihan deh.. Umi bisa jalan sendiri.. jalan nya pelan-pelan kok!" Jawab Aina pula sambil tersenyum bahagia.


Aina begitu bersyukur karena hubungan nya dengan Gege telah kembali normal seperti biasa nya.


Gege kembali romantis dan begitu perhatian.


Gege memang suami yang siaga.


Selalu berusaha menyenangkan hati Aina istrinya.


Selesai shalat isya berjamaah, Aina berbaring dalam pangkuan Gege yang masih khusyuk mengulang hafalan Al-Qur'an nya.


Aina selalu merasa tenang dan damai ketika mendengarkan Gege melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan merdunya.


Tanpa terasa Air mata Aina menetes mengingat betapa berdosa nya Dia terhadap suaminya seminggu lalu.


"Maafkan atas sikap Umi seminggu yang lalu ya Bi.. " Ucap Aina dengan penuh penyesalan.


"Abi juga minta maaf ya..Abi sangat menyesali semua yang terjadi pada Umi.. Lia sebenarnya sudah memberi tau Abi kalau Umi sedang sakit ketika kami berbalas WA seharian tepat sebelum Umi pingsan di kamar mandi waktu itu" jawab Gege juga penuh penyesalan.


"Abi seharian WA dengan Lia? Gosipkan Umi?" tanya Aina dengan penuh selidik.


"Astagfirullah.. Abi bukan suami yang suka menggosipkan istri sendiri Umi.. Umi itu adalah kehormatan Abi.. mana mungkin Abi mencoreng kehormatan Abi sendiri..!" Ujar Gege dengan nada sedikit tinggi.


"Maaf Bi.. Umi tidak bermaksud menyinggung Abi.." ucap Aina lagi menyesal.

__ADS_1


"Abi memang mengobrol dengan Lia melalui WA minggu lalu. Abi menyampaikan tentang niat Wahyu yang ingin mengenal Lia lebih dekat. Lia sempat ragu dan bertanya pada Abi apakah menurut Abi Lia pantas Untuk Wahyu?! Dan Abi mencoba meyakinkan nya, dan Inshaa ALLAH jika Lia setuju maka keluarga Wahyu akan segera datang untuk mengkhitbah Lia dalam waktu dekat" ujar Gege menjelaskan pada Aina.


Akhirnya kesalah pahaman Aina tentang isi WA Lia dan suaminya terjawab sudah.


Aina merasa begitu lega dan bahagia.


Dugaan nya tentang Lia dan suaminya selama ini hanyalah sebuah praksangka saja.


"Terus Lia jawab apa Bi?" tanya Aina penasaran.


"Alhamdulillah, Lia setuju untuk di khitbah oleh wahyu. Dan inshaa ALLAH dalam akhir bulan depan wahyu dan keluarga nya akan segera datang kerumah kita untuk meminang Lia. Umi setuju kan kalau acara pinangan nya dilaksanakan dirumah kita ini?" tanya Gege balik pada Aina istrinya.


"Tentu saja Abi.. Lia sudah tidak punya siapapun.. Dia cuma punya kita sekarang yang menjadi keluarganya.. malah kalau perlu nikahan nya juga disini aja Bi.. tinggal undang warga kampung Lia aja.. gimana?" ujar Lia lagi penuh semangat pada suaminya.


"Abi sih ngikut aja Umi.. nanti kita bicarakan lagi sama Lia dan keluarga wahyu setelah acara lamaran ya..!! Tapi Umi harus ingat.. Jaga kesehatan dan jangan sampai capek.. Oke?!" ucap Gege lagi pada istrinya.


"Siap Pak suami...!!" jawab Lia sambil tersenyum bahagia.


"tok.tok..tok.." terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.


"Masuk.." jawab Lia pelan.


"Umi.. Abi.. Adam sama Kak Tika boleh tidur disini? Adam dan Kak Tika rindu mau tidur dengan Umi dan Abi..!!" kata Adam dengan nada menggemaskan.


"Boleh dong sayang..." Jawab Gege lalu menggendong putra tercinta nya menuju tempat tidur.


Sementara Tika berlarian mengejar Gege dan Adam.

__ADS_1


Tika dan Adam kemudian bergantian tertawa terbahak karena mdlenahan geli di kelitik oleh Abinya.


"Terimakasih ya ALLAH sudah mengembalikan semua kebahagiaanku.. Sehatkan anak yang ada di dalam kandunganku ini ya ALLAH.. Aamiin" doa Aina dalam hati dengan penuh rasa syukur.


__ADS_2