
Aina merasa mual dan pusing yang luar biasa ketika sedang mempersiapkan sarapan pagi untuk keluarganya.
"Non kenapa? " tanya Mbok Jumi yang melihat Aina muntah-muntah.
"Gak tau Mbok, mungkin masuk angin karna kurang tidur kemarin" jawab Aina singkat sambil duduk meminum segelas Air putih hangat.
"Kok bisa kurang tidur Non? " tanya Mbok Jumi lagi.
"Entahlah Mbok... lagi banyak fikiran aja! " jawab Aina lagi.
Semenjak omongan Buk Nita kemarin di toko bakery, Aina jadi selalu berfikiran yang bukan-bukan tentang Gege dan Lia.
Sepanjang malam Aina memikirkan tingkah laku Lia selama tinggal bersama mereka.
Aina takut suaminya akan kepincut dengan pesona Lia.
Lia gadis manis, sholeha, smart dan sangat santun.
Mana mungkin ada lelaki yang tidak tertarik padanya.
Termasuk Gege suaminya.
Gege yang muda 8 tahun dari nya, terlihat sangat tampan dan kharismatik, wajar jika banyak sekali perempuan yang bersedia menjadi istri keduanya.
Dan mungkin saja Lia juga begitu.
"Astagfirullah" ucap Aina pelan sambil memijit Kepala nya yang berat.
"Umi kenapa? " tanya Gege ketika melihat istrinya duduk lemas memijit kepalanya.
__ADS_1
"Kepala Umi agak sakit Bi.. " jawab Aina singkat.
Mendengar ucapan Aina, dengan lembut Gege membantu memijit kepala sampai bagian tengkuk belakang Aina.
"Wah.. masih pagi udah mesra aja.. " ujar Lia yang baru saja tiba di meja makan.
Gege kemudian menghentikan pijitan nya.
Anak-anak juga sudah turun dari kamar nya.
Semua siap menyantap sarapan pagi bersama.
"Sepertinya Umi gak bisa antar Lia terapi Bi.. Badan Umi gak enak banget. Minta tolong Pak Min saja ya! " Ujar Lia disela sarapan nya.
"Gak usahlah.. Biar Abi aja yang antar. Nanti Pak Min jemput pulang nya aja, sekalian jemput Anak-Anak pulang sekolah" jawab Gege pada Aina.
"Tapi Bukan nya Abi mesti masuk kerja pagi? Lia kan terapi nya jam 9 Bi.. " jawab Aina lagi.
" Lia naik takai aja gakpa kok Bang, Kak.. Kaki Lia Udah mendingan juga ! " Celetuk Lia pula dengan sopan.
"Ya janganlah.. nanti kamu kenapa-napa Gimana? Biar Abang aja yang antar! " Ucap Gege lagi.
Lia hanya mengangguk saja sambil kembali menyuap sarapan nya.
"Kenapa sih Abi ngotot banget mau antar Lia? Kan ada Pak Min yang bisa antar? Apa Abi mulai cari perhatian pada Lia? " Tanya Aina dalam hati curiga.
"Astagfirullah!! " ujarnya lagi dengan cepat berkali-kali di dalam hati.
Sepanjang hari Aina hanya bermalas-malasan di dalam kamar.
__ADS_1
Kepalanya terasa sangat berat.
Berulang kali mencoba memejamkan mata agar bisa beristirahat.
Tapi tetap saja fikiran nya jauh melayang.
Aina kembali mengingat kejadian tadi pagi ketika Gege terlihat begitu perhatian membukakan pintu mobil untuk Lia.
Bahkan Gege bersedia membawakan tas selempang Lia sampai kedalam mobil.
"Mereka terlihat seperti pasangan yang cocok sekali..! Apa Abi dan Lia saling suka? " tanya Aina lagi dalam hati nya.
"Ya ALLAH.. apa yang harus Aku lakukan jika benar ternyata suamiku menyukainya wanita itu? Aku belum siap untuk berbagi ya ALLAH... Astagfirullah... Lindungi keluarga kecilku yang ALLAH.. Aamiin" ucap Aina lagi dalam hati.
Dan kali ini Aina tidak bisa membendung perasaan khawatir dan curiga nya.
Aina menangis dalam diam di kamar.
Beristigfar berulang kali.
Dan berdoa semoga kecurigaan nya tidaklah benar.
Aina lalu setengah berlari ke arah kamar mandi.
Memuntahkan semua isi perutnya.
Rasa mual yang luar biasa membuatnya muntah-mutah.
Mungkin Efek dari fikiran yang berkecamuk membuat seluruh badan nya terasa sakit.
__ADS_1
bahkan sampai terasa sesak di bagian dadanya.
"Astagfirullah" ucapnya lagi.