
Berbagai ikhtiar coba di lakukan Aina agar bisa memenuhi keinginan Adam untuk segera memiliki adik.
Tidak ada usaha yang sia-sia.
Mungkin berkat saran Tante Rahmi, ataupun doa yang hampir tiap malam di panjatkan oleh Aina dan Gege.
Atau bisa jadi berkat Doa dan harapan tulus dari Adam sendiri.
Akhirnya, Dua bulan setelah ikhtiar meminum jus toge, Aina telat datang bulan.
Lalu Aina di temani Gege dan Adam pergi ke dokter musdslifah untuk memeriksakan kandungan nya.
"Alhamdulillah.. Adam inshaa ALLAH akan segera menjadi Abang..!" ucap Dokter Musdalifah pada Adam.
"Hore... Alhamdulillah!! Jadi Abang..!! " ucap Adam pula penuh bahagia.
"Selamat ya!! " ucap Dokter lagi pada Adam, Aina dan Gege.
"Semoga sehat-sehat dalam kandungan Umi ya nak.. Biar bisa ketemu sama Abang Adam.. Abang Adam udah gak sabar pengen ketemu sama adik. Pengen ajakin Adik main katanya" ucap Aina sambil mengelus-elus perutnya.
__ADS_1
Namun kebahagiaan dan harapan terkadang tidak sejalan dengan ketentuan sang pemberi nyawa.
Awalnya Aina berfikir rasa mual dan muntah yang berlebihan, serta rasa nyeri yang sering terjadi pada bagian tulang panggul nya hanyalah gelaja biasa yang di alami setiap wanita hamil pada trimester pertama.
Betapa kagetnya Aina, ketika mengalami pendarahan di usia kandungan nya yang masih 20 minggu.
Gege segera membawa Aina untuk memeriksakan kandungan nya.
Dokter pun segera memeriksa dan melakukan USG kehamilan.
"Dari hasil USG menunjukkan bahwa kandungan Buk Aina tidak mengalami perkembangan, Tidak Ada embrio atau janin dan air ketuban. Ibu Aina mengalami kehamilan mola hidatidosa atau yang sering di sebut dengan Hamil Anggur. Yaitu adalah kelainan kehamilan yang terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi dan plasenta tidak berkembang secara normal. Jadi mau tidak mau kandungan Buk Aina terpaksa kita gugurkan! " ucap Dokter Musdalifah dengan berat hati.
Aina shock mendengar penjelasan dokter.
Calon adik bayi yang begitu dinantikan anaknya Adam terpaksa digugurkan.
Harapan akan kehadiran anggota baru dalam keluarga kecil mereka terpaksa luntur.
Gege berusaha menjelaskan kondisi Aina pada Adam.
__ADS_1
Aina menangis memeluk anaknya.
"Maaf kan Umi ya nak.. Umi belum bisa mewujudkan permintaan Adam untuk dapat adik kecil.. Maafkan Umi!! " ucap Aina sambil mencium ubun-ubun anaknya.
Gege mendekat memeluk istri dan anaknya.
"ALLAH pasti punya rencana lain untuk kita. Mungkin untuk saat ini ALLAH mau nya Umi sama Abi fokus sayang ke Adam aja dulu. Dan mungkin ALLAH masih belum yakin Adam siap untuk jadi abang. Jadi, Adam harus lebih sabar lagi.. lebih pintar lagi.. lebih sholeh lagi dan lebih sering berdoa sama ALLAH ya nak!! " Ujar Gege menenangkan Anak dan istrinya.
Adam hanya mengangguk pelan lalu menyeka air matanya dan air mata Umi nya.
"Sekarang kita doakan kesembuhan Umi dulu ya.. Semoga Umi lekas sembuh dan Adam segera diberikan Adik lagi... Aamiin" ucap Gege lagi.
"Aamiin" jawab Aina dan Adam pula.
Gege kemudian kembali memeluk istri dan anaknya.
Seperti saran dokter Musdalifah, untuk sementara Aina sebaiknya menunda dulu kehamilan nya untuk beberapa bulan kedepan, hingga kondisi rahimnya benar-benar sudah sehat dan siap untuk kembali dibuahi.
Aina juga akan menjalankan beberapa pengobatan dari dokter Musdalifah agar kondisi rahim nya kembali sehat dan siap untuk di buahi.
__ADS_1
Aina terus berharap dan berdoa semoga suatu saat ALLAH akan memberikan kepercayaan lagi untuknya agar bisa memenuhi keinginan Adam untuk memiliki seorang adik dalam keluarga kecil mereka.
Aamiin