
Seperti kehamilan pertama nya saat mengandung Adam, Aina kembali mengalami masa-masa berat di awal kehamilan nya.
Bahkan kehamilan nya kali ini terasa lebih berat dari pada kehamilan pertamanya.
Hampir setiap malam Aina mengalami kram perut dan mual yang luar biasa.
Dan setiap kali dia muntah, perut bagian bawahnya terasa sangat menyakitkan.
"Umi obat dan vitamin nya udah di minum? " Ujar Gege pada istrinya.
"Udah Bi.. Tapi perut Umi masih sakit sekali Bi..!! " Ujar Aina sambil memegang perut nya.
"Den ini air hangat nya.. !" Ucap Mbok Jumi membawakan sebotol air hangat pada Gege.
"Makasih Mbok.. ! Adam golong di jagain dulu ya mbok! " Ujar Gege lagi sambil mengambil botol yang berisi air hangat Dari tangan Mbok Jumi, kemudian di letakkan nya pelan-pelan pada bagian perut istrinya.
"Abi gak makan malam? Abi makan malam aja dulu.. Biar Umi aja yg pegang sendiri botol airnya. Maaf ya Bi.. Umi jadi gak bisa merawat Abi dan Adam..! Abi malah harus repot merawat Adam sendirian. " Ujar Aina pada suaminya.
"Gak papa sayang.. Yang penting Umi dan calon baby kita sehat ya! " ujar Gege lagi pada istrinya.
Gege terus memijatkan botol hangat di bagian perut Aina sambil bershalawat pelan sampai Aina tertidur menikmatinya.
Gege kemudian meninggalkan kamar untuk pergi makan malam dan melihat keadaan Adam di bawah bersama Mbok Jumi.
Aina terbangun dari tidur ketika dirasanya ingin buang air kecil.
Tapi ketika Dia berdiri dari tempat tidur dirasakan nya cairan hangat mengalir di antara kedua pahanya.
__ADS_1
"Ya ALLAH.. Kok berdarah?? " ucap nya kaget ketika melihat darah segar mengalir di Kakinya.
Aina segera berteriak panik.
kemudian pingsan tidak sadarkan diri.
***
"Abi...??!! "ucap Aina pelan membuka matanya.
kepalanya masih terasa pusing sekali dan tubuhnya terasa sangat Lemah.
"Umi Udah sadar? " tanya Gege sambil mencium kening istrinya.
"Umi kenapa Bi? Baby kita?? " tanya Aina pelan masih sambil memejamkan matanya.
Setetes demi setetes air mata Aina mengalir di sudut matanya.
Lagi.. Aina kembali merasakan kehilangan.
"Astagfirullah.... " Ucap Aina menahan kepedihan di hatinya.
Gege menghapus pelan air mata istrinya.
Diciumnya kening Aina berulang kali untuk menenangkan hati sang istri.
"Umi... Yang kuat ya!! " bisiknya Gege di telinga kanan nya.
__ADS_1
Aina mengangguk pelan dan terus beristigfar didalam hatinya.
"Adam gimana Bi? " tanya Aina ketika mengingat Adam anak nya.
"Adam dirumah sama Mbok Jumi dan Pak Min... Inshaa ALLAH besok pagi baru kerumah sakit jenguk Umi.. . Ayah dan Ibu juga inshaa ALLAH besok datang dari kampung. Abi juga udah memberi kabar pada Tante Rahmi, Umi Nafizah dan Buk Nita. Sekarang Umi gak perlu mikir apapun lagi.. istirahat yang tenang.. Biar lekas pulih ya!! " Ucap Gege lagi pada istrinya.
"Makasih ya Abi.. " Ucap Aina tulus pada suaminya.
Gege membalasnya dengan tersenyum.
"Abi tidur nya disini aja.. Umi mau di peluk Abi.. !!" Pinta Aina manja pada suaminya.
"Baiklaaahh.... " ucap Gege lalu bangkit dari tempat duduknya dan kemudian berbaring di samping istri nya tercinta.
Aina tidur dalam pelukan Gege.
Kepedihan kehilangan Ainara kembali terngiang di ingatannya.
Dan kali ini hati nya terasa kembali perih.
masih jelas terbayang betapa bahagia nya Gege dan Adam ketika mengetahui kehamilan nya.
Namun Sepertinya ALLAH berkehendak lain. Aina hanya bisa pasrah pada ketentuanmu sang pemilik hidup.
Dan kali ini tidak hanya Aina yang merasakan kehilangan.
Gege pun demikian, tapi Gege yakin, ALLAH punya rencana yang lebih baik untuk keluarga kecilnya.
__ADS_1
Aamiin.