Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
SEPULUH


__ADS_3

Dee dan Bryan dinner di  SYKE Bar & Restaurant.Restoran outdoor di atap gedung dengan pemandangan kota Jakarta.Mereka akan menikmati sunset. Dee sangat cantik menggunakan dress selutut dan Bryan sangat tampan dengan mengenakan celana chino dan kemeja hitam.Penampilan bule itu makin tampan dengan jambang yang menghiasi wajah gantengnya.


Bryan adalah client Dee.Bule ganteng itu sering menggunakan jasa Dee untuk menjadi teman kencannya ketika berada di Jakarta.Bryan bekerja di sebuah maskapai penerbangan.Ia ke Jakarta untuk mengecek perusahaannya yang ada di Indonesia.Ia menggunakan jasa pacar sewaan untuk menemaninya mengelilingi kota Jakarta dan ia tak mengenal siapa pun.


Dee merupakan wanita spesial di hatinya.Ia sudah menyukai Dee sejak dulu namun ia memilih berteman dengan Dee karena mereka tinggal di benua yang berbeda.Sulit  bagi mereka untuk bersama karena jarak yang begitu jauh.Ia lebih memilih bersahabat karena Dee sendiri tidak mau memiliki kekasih dan ingin fokus untuk kuliah.Menjadi seorang dokter adalah cita-cita Dee sejak kecil.


Bryan mencium punggung tangan Dee.Ia menghirup aroma parfum dari tubuh Dee.Bagi Dee sikap manis Bryan merupakan hal biasa.Menurutnya ini hal  yang biasa bagi bule.Bahkan ia tak keberatan di panggil Babe oleh Bryan.


" Beautiful flowers for beautiful women." Bryan menyerahkan sebuket bunga mawar yang di sembunyikan di punggungnya sedari tadi.


" Bryan.So sweet.I feel like I'm really your lover." Dee tersenyum sumringah. Lelaki bule ini selalu memberikannya kejutan demi kejutan dan selalu bersikap manis.Kadang ia mau terbang ke langit biru karena sikap manis Bryan.Rasanya melayang


" Anggap saja kita benaran sepasang kekasih.Aku ingin bercerita banyak denganmu tapi kita makan dulu."


Di meja sudah tersedia beraneka makanan dan minuman yang siap untuk disantap. Ada Bolivian Snow,Roasted Chicken,Sweet Fries,Sweet Corn Soup,Crispy Shrimp Taco,Cherry Blossom, Esspresso.


Mereka makan dengan lahap dan hening.


Bryan paling tidak suka bicara ketika makan.Dee sangat memahami sikap Bryan yang satu ini.


" Babe kenapa hanya kita berdua disini? Biasanya sudah ramai pengunjung menunggu sunset,"tanya Dee melihat sekeliling.


" Aku booking tempat ini hanya untuk kita berdua babe."


"Babe ini terlalu berlebihan.Makanan disini sudah mahal kenapa harus booking  tempat untuk kita berdua. Pasti kamu mengeluarkan uang yang sangat banyak. Aku tahu ini tak seberapa dengan nilai uang dollarmu namun ini pemborosan."


" Babe kamu sangat cerewet sekali. Kamu seperti seorang istri saja mengomel karena suamimu boros," kelakar Bryan tertawa lebar. Dee ikut terbawa dengan lelucon Bryan.


"Anggap saja ini perayaan kedatanganku ke Jakarta. Oh ya babe aku lupa mengatakan padamu jika aku sekarang menetap di Jakarta.Aku menjadi CEO untuk cabang di Indonesia."


" Serious? Congratulations babe.I am  proud of you. Sekali lagi selamat."


" Hanya selamat babe? " Bryan berdiri merentangkan kedua tangannya.


Seolah mengerti dengan permintaan Bryan.Dee bangkit dan berlari ke pelukan Bryan. Mereka berpelukan dengan mesra.Entah kenapa Dee merasa nyaman bersama Bryan.Pelayan restoran terlihat iri dengan kemesraan mereka berdua. Mereka ingin berada di posisi Dee.Memiliki kekasih bule, kaya,tampan dan romantis.Siapa yang tidak ingin menjadi kekasih Bryan jika melihat sikap pria itu kepada Dee.


"Aku senang kamu naik jabatan.Kamu layak babe."


" Jangan terlalu memujiku. Nanti aku bisa  terbang."


" Kamu tidak bisa terbang karena kamu tak punya sayap."


" Maukah kamu berdansa denganku?" Bryan mengulurkan tangan. Senyum tersungging di bibir manisnya.Musik waltz menggema di seluruh sudut ruangan.Bryan sudah mengatur semuanya.


" Dengan senang hati babe," Dee membalas uluran tangan  Bryan.Mereka berdansa waltz.


Mereka berdansa.Bryan mampu mengikuti gerakan dansa Dee.Mahasiswa kedokteran itu begitu lincah menggerakan tubuhnya untuk berdansa waltz.


" Babe kamu sangat luar biasa.Aku senang melihat tarianmu."


" Kamu selalu memujiku. Aku ingin duduk.Tidak baik habis makan langsung bergerak."


" Aku lupa," Bryan tersenyum lucu.


" Dimana kamu tinggal sekarang?"


" Sementara waktu aku tinggal di hotel. Stafku sedang mencarikanku sebuah apartemen.Dee aku sudah memberikan donasi bulan ini untuk panti asuhanmu. Semoga bisa mencukupi."


" Terima Kasih babe. Aku banyak berhutang budi padamu. Jangan terlalu baik padaku.Aku bisa menanggapi lain kebaikanmu."


" Jangan berlebihan.Aku ingin beramal.Panti membutuhkan donatur tetap untuk biaya operasional."


Dee menangis haru.Bule ini terlalu baik padanya.Mereka bertemu karena Bryan membutuhkan teman untuk menemaninya selama di Jakarta.Tak memiliki teman di Jakarta Bryan memutuskan untuk menggunakan jasa pacar sewaan.Ketika itu Dee bertugas menjadi kekasihnya. Gadis itu berwawasan luas,bahasa Inggrisnya lancar dan tentu bersahabat.Bryan selalu menggunakan jasa Dee untuk menjadi kekasihnya selama di Jakarta.Lelaki itu juga berusaha menjadi yang terbaik untuk Dee.Ia ingin jujur dengan perasaannya namun jarak telah memisahkan mereka dan mustahil hubungan mereka berhasil.


Alhasil Bryan dan Dee hanya berteman. Teman tapi mesra.Mereka bersikap bak sepasang kekasih.Sekarang Bryan sudah menetap di Jakarta dan kesempatan ini akan ia gunakan untuk menjadikan Dee pacar sungguhan bukan pacar sewaan lagi.

__ADS_1


" Dee, aku sekarang sudah bekerja di Jakarta dan akan menetap.Bisakah hanya aku yang menjadi kekasihmu dan kamu tidak terima client lagi?"


" Babe.Kenapa tidak bilang dari kemaren? Aku baru saja menandatangi menjadi kekasih kontrak dosenku selama 2 tahun?"


" Dua tahun? Itu bukan kekasih kontrak namanya.Lelaki itu benar-benar ingin menjadikanmu kekasihnya." Bryan terbakar cemburu.Ia mengepalkan tangan.


" Kamu cemburu?"tanya Dee polos.


Dee tak menyadari perasaan Bryan padanya. Dee malah tertawa ngakak melihat sikap Bryan padanya.Bryan sangat lucu ketika cemburu.


" Apa ada yang lucu? Kenapa kamu tertawa Dee?"


" Iya.Kamu lucu.Wajahmu sangat menggemaskan ketika cemburu.Aku jadi tak tahan mencubitnya," cicit Dee mencubit kedua pipi Bryan.


"Kamu jangan marah seperti itu.Seolah olah kita pasangan kekasih.Dari awal kita sudah tahu hubungan kita seperti apa. Teman tapi mesra.Tanpa melibatkan perasaan.Bukankah dari awal kita kenal itu yang kamu katakan? Apa kamu sudah lupa babe?"


Bryan tertegun mendengarkan ucapan Dee. Ia menyesal pernah mengatakannya. Bryan meminta Dee menjadi kekasih bayarannya tanpa melibatkan perasaan masing-masing.Bagaimana pun manisnya Bryan memperlakukan Dee tapi gadis manis itu tak boleh jatuh cinta padanya.Mereka hanya sebatas client.


Jika waktu bisa diputar kembali.Bryan ingin menarik semua kata-katanya. Sekarang ucapannya menjadi bumerang untuk dirinya sendiri.Dee mengabaikan perasaannya.


" Siapa lelaki yang menyewamu selama dua tahun?"


" Dosen bastard,"jawab Dee singkat.


" Jika dia bajingan kenapa kamu mau menjadi pacar sewaannya? Jangan bilang  karena uang."


" Babe," ucap Dee singkat.Gadis cantik itu memperlihat kemarahannya.


" Sorry babe.I am jealous," mata Bryan mengembun."Ceritakan kenapa kamu bisa menjadi pacar sewaan dosenmu?"


" Dosenku bernama Demir.Ia dikenal sebagai dosen killer,tegas dan pemarah.Dia tampan dan banyak dosen muda dan juga mahasiswa menyukainya namun dia sangat menakutkan.Tak ada mahasiswa yang berani menatapnya ketika bicara.Mendengar suaranya sudah bikin kami jantungan.Jika bicara mampu mengintimidasi lawan bicara.Usianya sudah 32 tahun tapi belum juga menikah.


Ia akan dijodohkan oleh kedua orang tuanya karena belum memiliki kekasih.Orang tuanya memberikan kebebasan mencari calon istri.


Namun jika tidak memiliki calon sendiri dia harus mau dinikahkan dengan wanita pilihan orang tuanya.


Dia mengisi kusioner menentukan kriteria pacar sewaannya.


Perusahaan mengirimku untuk menjadi pacar Pak Demir. Dan surprise ketika bertemu calon clientku adalah dosenku di kampus. Aku memanggilnya pria kutub."


Bryan tertawa terbahak bahak mendengar cerita Dee. Ia meneguk segelas air lalu meminta Dee melanjutkan ceritanya kembali.


"Kenapa kamu memanggilnya pria kutub?"


"Dia terlalu kaku dan dingin sama cewek.Seperti alergi gitu jika berdekatan dengan cewek."


" Apakah dia gay?" ucap Bryan tertawa terbahak - bahak.


" Dia pria normal."


" Kenapa kamu tahu dia normal.Apa kamu sudah mengetesnya?" canda Bryan  mengangkat jari isyarat 'ITU'.


" Bryan,"ucap Dee singkat.Ia menampilkan wajah sangar bak singa lapar.


" Just Kidding babe.Jangan marah,tapi kamu cantik ketika marah," goda Bryan mengedipkan mata.


" Babe.Kamu jangan menggodaku."


" Lanjutkan ceritamu tentang dosenmu itu.Aku penasaran!"


" Kami berdua sama sama kaget.Gara-gara ini aku diancam.Jika tidak membantunya maka dia akan melaporkanku ke fakultas agar beasiswaku dicabut.Aku takut babe. Kuliah kedokteran sangat mahal.Aku tidak ingin mengubur mimpiku menjadi seorang dokter SpOG. Nah dia curang. Memperalatku untuk menghindari perjodohannya.Dia seperti trauma dengan wanita sehingga dia tidak mau menikah.Dia sengaja mengontrak aku selama dua tahun.Agar punya alibi tidak menikah.Dia sengaja pacaran dengan wanita seusiaku agar memiliki alasan tidak menikah dalam waktu dekat karena aku harus menyelesaikan kuliahku dulu dan koas. Lebih kurang membutuhkan waktu dua tahun.Ketika saat itu datang kami akan bilang putus karena sudah tidak ada kecocokan."


" Kejam sekali dosenmu babe.Teganya dia menipu orang tuanya sendiri.Berapa usianya?Aku lupa." Bryan tertawa ngakak.


" 32 tahun."

__ADS_1


" Lebih tua dariku tiga tahun.Sudah sepantasnya dia menikah dan punya anak.Bagaimana jika selama dua tahun itu kamu jatuh cinta padamu."


" Najis,"ucap Dee bergidik ngeri.


"Dia bukan tipeku.Siapa juga yang mau menjadi pacar pria miskin senyum itu. Wajahnya datar dan dia pria tanpa ekspresi.Kita tidak pernah tahu apakah dia marah atau senang karena ekspresinya datar saja."


" Babe tidak boleh bicara seperti itu.Jangan membenci sesuatu secara berlebihan.Bisa jadi sesuatu yang kamu benci akan menjadi sesuatu yang kamu sukai di kemudian hari."


" Maafkan aku terbawa emosi." Dee tersenyum manis.


"Gapapa.Babe maukah kamu mengajariku bahasa Indonesia karena aku akan tinggal lama disini? Tidak lucu jika aku tidak bisa bicara dalam bahasa Indonesia.Bisa jadi karyawanku nanti menggosipkan diriku sementara aku tidak mengerti bahasa mereka."


"Kamu ada ada saja Bryan.Oh ya sudah malam.Bagaimana jika kita pulang? Aku besok akan kuliah.Aku akan mengajarimu belajar bahasa Indonesia nanti."


" Ok babe.Kita pulang." Bryan menggandeng tangan Dee meninggalkan SYKE Bar & Restaurant.Sebelum meninggalkan restoran itu Bryan menyelesaikan tagihan dinner mereka.


Bryan mengemudikan mobil sendiri.Ia sudah memasang GPS supaya tidak tersesat.Bule itu tak mau di tunjukan oleh Dee.Ia ingin menghafal jalan ke kost-an Dee agar bisa datang kapan saja mengunjungi gadis itu.


Pandangan Dee tertuju pada sebuah mobil Camry yang terparkir di tepi jalan. Ia melihat wanita dalam mobil itu memegang kepalanya.Wanita itu terlihat mual dan muntah lalu tiba-tiba pingsan. Kepalanya jatuh di stir mobil.


" Babe.Berhenti dulu.Wanita dimobil itu sepertinya membutuhkan bantuan kita." Dee menunjukkan keberadaan wanita itu pada Bryan.


Bryan menepikan mobil.Mereka langsung turun dari mobil mengecek keadaan wanita dalam mobil Camry tersebut. Namun sial mobil tersebut terkunci dari dalam.


" Bagaimana ini babe? Mobilnya terkunci dan kita tidak bisa membuka pintunya. Dia bisa kehilangan napas jika terus berada dalam mobil." Bryan terlihat panik dan tidak tahu mau berbuat apa.


" Pecahkan kacanya dan buka mobil ini,"ucap Dee spontan dan berusaha bersikap tenang.


Bryan mengambil sesuatu di dalam mobilnya. Ia menggunakan dongkrak untuk memecahkan kaca mobil wanita itu. Wanita yang tengah di tolong Dee adalah wanita paruh bayu berusia sekitar 50 tahun. Walau sudah berusia tua wanita tersebut tetap cantik karena rajin perawatan.


Bryan menggendong wanita itu. Ia lalu membawanya ke mobil dan melarikannnya ke klinik terdekat.Sekitar 30 menit wanita itu di periksa.Dokter mengatakannya kondisinya baik baik saja.Wanita itu pingsan karena vertigonya kambuh.Dee mengucap syukur wanita yang di tolongnya tidak meninggal.Jika meninggal di tempat maka Dee akan berurusan dengan polisi memberikan keterangan.


" Bagaimana keadaannya tante?Apa anda baik baik saja?"sapa Dee ramah menghampiri wanita itu di ruang rawat.


Wanita paruh baya itu terperanjat melihat kedatangan Dee dan Bryan.Ia kelihatan gugup bertemu Dee dan tak menggubris pertanyaan Dee.Ia memandang wajah Dee lekat.Tak ada seinci pun dari tubuh Dee luput dari pandangannya.Dee mengingatkan dirinya pada seseorang.Wanita itu melamun menatap Dee.


Dee dan Bryan saling berpandangan melihat sikap aneh wanita yang mereka tolong.Merek melirik satu sama lain dan saling bertanya.Ada dengan wanita itu?


"Are you okay mom?"tanya Bryan memecah kesunyian.Lelaki itu berusaha menghilangkan rasa canggung.


" Aku baik baik saja," jawab wanita itu dengan suara pelan." Jadi kalian yang telah membantuku?"


" Iya tante." Dee mengangguk.Ia merasa telah mengenal wanita yang ada di depannya.Ada rasa yang timbul dalam dirinya melihat wanita itu.


" Tante tinggal dimana? Biar kami antar. Maaf tadi kami memecahkan kaca mobil tante untuk mengeluarkan tante."


"Tidak apa apa," jawab wanita itu tergagap.


Dee mengetahui tatapan aneh wanita tersebut padanya.Wanita itu menatapnya intens.Ia menjadi risih.


" Apa ada yang salah dengan saya tante? Kenapa menatap saya seperti itu." Dee to the point dan membuat wanita itu salah tingkah.


" Maaf nak.Tante membuatmu tidak nyaman.Wajahmu mengingatkan tante pada seseorang.Perkenalkan nama tante Vira.Kamu bisa panggil tante dengan sebutan mami.Tante sudah terbiasa dipanggil mami."


" Saya Deniza mami biasa dipanggil Dee dan ini teman baik saya Bryan dari Jerman." Dee memperkenalkan dirinya dan Bryan.


" Rumah anda dimana mom? Biar kami antar.Lagian hari sudah larut malam."Bryan menawarkan diri mengantar Vira pulang.


" Saya tinggal di Bandung.Saya ke Jakarta karena ada urusan bisnis. Nak maaf merepotkan sekali lagi. Mobil mami harus dibawa ke bengkel untuk mengganti kacanya.Bisakan mami tinggal di rumah Dee?"


Dee ragu memberikan tumpangan untuk Vira.Dari penampilannya saja sudah ketahuan jika Vira orang berada. Tinggal di kost-an mungkin tak nyaman untuknya.


" Saya disini ngekost mami.Kost saya jelek dan mungkin mami ga bakalan nyaman."


" Oh kamu kost." Vira ber oh ria." Tidak apa apa Dee. Daripada mami sendiri di hotel.Jika kenapa napa tidak ada yang tahu.Maaf sebelumnya Dee orang mana ya? Kampungnya dimana?"

__ADS_1


" Saya besar di Bogor mami.Saya ga punya kampung karena saya besar di panti."


Vira makin kaget dengan penuturan Dee.Ia makin penasaran siapa Dee sebenarnya.Wajahnya Dee mengingatkannya pada seseorang di masa lalunya.Dee memancing rasa penasaran dalam dirinya.Siapakah Dee sebenarnya?


__ADS_2