
Siapa yang kangen Dee dan Demir??
😅😅😅😅
Pendek dulu ya.Kalo panjang kelamaan update nanti.Maafkan author lama update karena sibuk di dunia nyata.
Maafkan ada typo ya.Harap dimaklumi aja.Ini sempatin nulis habis bobokin Mikha.
Happy Reading
❤❤❤
Tanpa mengacuhkan perasaan Alex dan Bryan yang hancur berkeping-keping Dee dan Demir pergi meninggalkan rumah sakit.
Dee ingin mengobati kepedihan hatinya.Ia sangat terluka dan kecewa dengan kenyataan yang ada.Masa lalu dan penderitaan mamanya sangat menyesakkan dadanya.
Dee tak bisa membayangkan betapa beratnya hari yang dilalui Sera ketika mengandungnya.Wanita hamil pasti bawaannya ingin dimanja dan disayang suami.Jika tidak dituruti bawaannya menangis.Hormon kehamilan membuat wanita jadi lebih sensitif.
Semua wanita hamil ingin kemauannya dituruti sang suami.Namun Sera tak pernah mendapatkannya dari Fahad.Jangankan memanjakan Sera memberi perhatian saja tidak.
Dee masih tak percaya dengan kenyataan ini.Jika ia tahu masa lalunya seburuk ini maka Dee akan memilih tidak tahu dan menganggap dirinya anak haram.
Menjadi anak seorang biseksual merupakan pukulan telak untuknya.Di dalam mobil Dee tak henti-hentinya menangis meratapi nasibnya.Dee tak sanggup menerima cibiran masyarakat jika tahu ayahnya seorang biseksual dan pengidap gangguan jiwa.
Dee tak ingin menyalahkan takdir tapi jika boleh memilih ia tak ingin memiliki ayah seorang biseksual.Terlalu memalukan dan menyakitkan untuknya.Stigma negatif biseksual di masyarakat menambah beban moral dihati Dee.
Ia berharap ini mimpi.Jika mimpi ia ingin bangun dan membuang mimpi ini jauh-jauh.
Demir merasakan sakit melihat Dee terpuruk seperti ini.Begitu sakit ketika melihat orang yang kita bersedih.
Demir menepikan mobilnya.Ia tak konsentrasi menyetir melihat Dee terus menangis.
" Deniz berhentilah menangis.Aku tahu semua ini berat bagimu.Cuma aku tak kuat melihat dirimu seperti ini.Aku takut melihatmu serapuh ini.Yang aku tahu kamu anak yang kuat.Deniz aku rindu bertengkar denganmu," ucap Demir menatap Dee sendu.
Tanpa ada rasa sungkan Demir menghapus air mata Dee dan membawa gadis itu ke pelukannya.Demir membelai rambut Dee dan mencium kening Dee.Mereka bersikap bak sepasang kekasih walau belum memiliki hubungan resmi.
Sayang berhentilah menangis.Aku melihat ini bukan dirimu.Yang aku tahu kamu gadis yang tangguh, pantang menyerah.Aku rindu melihat sikap kerasmu dan kemarahanmu.Batin Demir bermonolog.
Dee menumpahkan tangisnya.Entah berapa banyak air mata yang telah ia tumpahkan hari ini.
Sekuat-kuatnya Dee, ia akan merasakan rapuh juga.Ibarat batu yang selalu kokoh diterjang ombak lambat laun akan retak juga seiring berjalannya waktu.
Pertahanan Dee jebol.Ini sangat berat untuk dilaluinya.Ia benar-benar lemah.
" Deniz kita mau kemana?"
" Terserah Oppa saja.Aku menurut saja."
" Jika aku ajak ke hotel bagaimana?" ucap Demir menggoda Dee.
" Baiklah kita ke hotel," jawab Dee sekenanya.Ia terlalu larut dalam kesedihannya dan tak mencerna ajakan Demir.
" Baiklah kita ke hotel dan hmmmmm bagaimana? Kita tidur berdua di ranjang yang sama dan aku akan berakting layaknya dosen nakal yang memanfaatkan mahasiswanya untuk memuaskan hasratnya, " goda Demir mengangkat sebelah alisnya.
Ini bukanlah Demir yang biasanya. Biarlah bersikap bodoh asal Dee bisa tertawa.Bicara mesum tak apa-apalah apalagi mereka sudah dewasa.Bukankah bicara hal berbau mesum merupakan hal yang biasa bagi orang dewasa? Setidaknya pembicaraan mesum selalu jadi topik pembicaraan dimana-mana?
" Sudahlah Oppa jangan menggodaku. Nanti aku benar-benar menggodamu baru tahu rasa, " celetuk Dee membalas godaan Demir.
" Sejak kapan Oppa menjadi mesum begini? "
__ADS_1
" Welcome back Deniz.Sungguh aku rindu mendengar celotehanmu.Ini baru Deniza."
Dee tertawa melihat kekonyolan dosennya.Ternyata dibalik sikap kerasnya Demir ternyata selucu ini.
" Oppa apa yang harus aku lakukan?"
" Lakukan apa?"
" Oppa sudah dengar semuanya tadi.Aku ini siapa?"
" Dengar apa?" Demir pura-pura tak tahu.
" Jangan membohongiku Oppa.Oppa sudah sudah mendengar tentang masa lalu aku."
" Serius aku tak dengar."
Dee mencubit perut Demir.Lelaki berwajah Arab itu meringis kesakitan.
" Mau jujur apa tidak? Kalo tidak aku cubit lagi," ancam Dee menggeram kesal.
" Tidak sayang sakit," rajuk Demir manja.
" Jangan panggil aku sayang."
" Kenapa tidak boleh panggil sayang?"
" Oppa bukan pacarku."
" Apakah kamu tidak memahami perasaanku Deniz? Mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk kita bicara tentang kita." Demir menatap Dee penuh cinta.
" Maksudnya?"
Bukannya aku tak mengerti perasaanmu padaku.Namun aku hanya ingin meyakinkan diri bahwa aku juga mencintaimu.Batin Dee bermonolog.
" Sudahlah Deniz.Kita tidak usah membahasnya sekarang." Demir mengalah dan tak ingin membebani pikiran Dee tentang perasaannya.
Masalah keluarganya sudah membebaninya jika ditambah lagi memikirkan perasaan mereka
Demir menerima Dee apa adanya.Dia tak peduli dengan masa lalu Dee.Lahir dari benih Fahad bukanlah pilihan Dee.Gadis itu telah cukup kuat menjalani kehidupannya.Hatinya sudah jatuh kepada mahasiswinya.
Demir malah semakin cinta dan semakin menyayangi Dee. Ia ingin mengganti semua air mata Dee dengan kebahagiaan.Demir akan berusaha membahagiakan Dee dengan segala kemampuannya.
" Oppa mau bawa aku kemana? "
" Tadi kamu minta diculik.Terserah kemana aku akan membawamu.Mana ada penculik memberi tahu korbannya akan dibawa?" goda Demir mengedipkan sebelah matanya.
" Oppa," cebik Dee kesal menahan malu.
Jika Demir selalu bersikap manis seperti ini Dee tak tahan ingin mencium Demir lagi.
Dee mengumpat kesal karena berpikiran mesum.Sering direcokin drama korea hot dan film biru membuatnya mesum seperti Luna dan Nayla.
Dee blushing dan terpesona dengan ketampanan Demir.Dee baru menyadari jika dosennya ini sangat tampan dan manis.Wajah Demir sangat tampan bak pangeran timur tengah.Hidungnya mancung, wajah bak dewa Yunani, dan berkharisma.
Siapa pun wanita yang melihat Demir pasti akan terpesona dan terbius ketampanannya.Pantas saja selama ini banyak dosen dan mahasiswa mengejar cinta seorang Demir Alfarizi.Dee terlalu buta tak menyadari ketampanan sang dosen.
" Kenapa diam Deniz? Apa aku terlalu tampan?"
" Jangan besar kepala.Aku akui Oppa sangat tampan."
__ADS_1
" Jadi?" Demir berharap Dee mengatakan dirinya tampan dan Dee terpesona.
" Jadi apa?" tanya Dee tak mengerti.
" Aku tampan lalu apalagi?" Demir mengharapkan jawaban Dee yang memujinya.
" Oppa tampan pantas banyak dosen dan mahasiswi mengejar cinta Oppa walau tahu Oppa itu menyebalkan, killer, pemarah, dingin bak kutub utara dan alergi dekat wanita."
Demir tertawa terbahak-bahak.Demir mencubit pipi Dee karena gemas.
" Ini baru Deniza Sefa.Ini yang aku suka darimu Dee.Tak pernah berlarut-larut dalam menghadapi masalah.Kamu gadis yang spesial yang pernah aku temui."
" Bukannya kak Uty spesial dihati Oppa?"
" Please Dee jangan bahas Uty saat kita berdua.Kamu merusak moment saja?"
" Moment apa?" Dee mulai nyolot seperti biasanya.Walau menyebalkan tapi Demir menyukainya.
" Moment kita berdua," cebik Demir kesal.Kenapa Dee tak mengerti juga perasaannya.
" Bukankah kita sering berdua."
" Benar kita sering berdua tapi kamu terpaksa bersamaku.Baru kali ini kamu memintaku untuk bersamamu.Terima kasih kamu telah memilihku dan tidak memilih Bryan atau Alex.Berarti aku memiliki tempat spesial dihatimu."
" Jangan kepedean Oppa," ucap Dee dengan bibir gemetar.
" Aku lelaki dewasa Dee.Aku tidak bodoh memahami perasaanmu padaku."
" Jangan Ge-er," Dee mengelak.Wajah merona menahan malu.
" Sudahlah sayang jangan mengelak lagi.Bibirmu berkata tak mencintaiku tapi hatimu berkata lain.Kamu mencintaiku.Aku melihat cinta dimatamu."
" Bagaimana dengan Uty? Bukannya kamu menjadi killer,dingin,kaku dan skeptis dengan cinta karena seorang Uty?"
" Itu masa lalu Deniz dan itu telah berubah semenjak aku dekat denganmu. Aku dan Uty telah berdamai.Aku tidak lagi menyimpan dendam untuknya dan aku sudah mengetahui alasan Uty meninggalkanku.Uty telah menceritakannya."
" Kapan Oppa bertemu dengan Uty?" mata Dee melotot menahan rasa cemburu.
" Beberapa minggu yang lalu."
" Kalian bicara berdua di meja yang sama?"
" Iya.Kami mengopi bareng.Hanya BERDUA."
Dee mencubit lengan Demir.Berani-beraninya Demir menemui mantannya seorang diri.
" Berani-berani Oppa ketemuan sama Uty berdua? Kenapa tidak ajak Onya?" Dee melampiaskan kekesalannya.
" Kamu cemburu sayang.Kamu mencintaiku," ucap Demir tertawa bahagia.
Demir dan Dee melanjutkan perjalanan.Mobil Demir melaju membelah jalanan ibukota.
" Baiklah tuan putri.Pangeran akan menculikmu dan akan membuatmu bahagia selama diculik."
❤❤❤
***Ada yang bisa tebak Demir bawa Dee kemana??? Bagaimana Demir membuat Dee bahagia?
Ayo tebak episode selanjutnya di komen?Hal yang manis dari Demir dan Dee masih banyak.Makin sweet dan gemes-gemes kesal***.
__ADS_1