
Pendek dulu ya.Kalo bikin part panjang nanti upnya kelamaan.Bagi yang komen next thor,up banyak thor ga bakal dijawab.Kalo ada yang bilang kelamaan up jadi lupa cerita mending ga usah baca aja.Vi sibuk juga di dunia nyata sayang.Kerja sembari ngurus anak.Nulis nyambi-nyambi ketika mikha dah bobo.Bagi yang ngerti kondisi Vivi makasih ya.Insya Allah part selanjutnya akan ada kejutan siapa Dee sebenarnya dan keromantisan Demir.Novel ini termasuk cepat dalam pembuatannya ga nyampe dua bulan udah mau ending. Semoga suka sayang😘😘😘
❤❤❤
Luna,Nayla dan Vira kelabakan mencari Dee. Sudah pukul dua belas malam Dee juga belum sampai rumah.Mereka sudah menghubungi nomor Dee namun nomor Dee berada di luar jangkauan.
Luna sudah menghubungi semua media sosial Dee baik WA,IG,Twitter dan email namun semua nihil.Tak ada balasan.
Nayla berusaha menghubungi teman-temannya mencari tahu keberadaan Dee namun tak ada yang tahu keberadaan Dee.Mereka tak ada yang pergi bersama Dee hari ini.
Vira menangis ketakutan karena Dee belum juga diketahui dimana rimbanya.Perasaannya diliputi rasa cemas dan ketakutan.Pikirannya sudah buruk jika Dee menjadi korban penculikan, pemerkosaan dan pembunuhan.Pikiran buruk Vira dipicu berita TV yang menayangkan seorang wanita diperkosa supir taksi lalu membunuhnya.Vira takut Dee-nya akan bernasib sama.
Vira terkulai dilantai menangisi Dee yang hilang entah kemana.Tiba-tiba ia menjadi lemah dan kehilangan akal jika menyangkut masalah Dee.Ia tak ingin lagi berpisah dari Dee.Gadis kecilnya yang sudah beranjak dewasa.Sudah lama ia melakukan pencarian barulah takdir menemukan mereka dalam kejadian tak terduga.
Nayla mengambil air ke dapur dan memberikan segelas air untuk Vira.
" Mi diminum dulu ya mi.Tenangin diri mami.Dee gapapa yakin sama Nayla.Dee punya alasan kenapa dia belum pulang.Dee bisa jaga diri."
Vira meminum air yang di berikan Nayla.Perasaannya masih tak tenang.Vira bagaikan seorang ibu yang ketakutan kehilangan anak.Nalurinya mengatakan jika Dee sedang tidak baik-baik saja.Pasti ada sesuatu yang terjadi sehingga Dee belum juga pulang dan mengabarinya.
Jika Dee memberik kabar pada Luna dan Nayla tentu Vira tak akan sepanik ini.Setidaknya ia bisa tahu dimana keberadaan gadis kecil itu.
" Mi mami orang kaya kan?" tanya Luna membuat Vira bertanya-tanya.
Ini anak nanya apa sich? Aku lagi khawatir sama Dee malah tanya sesuatu ga penting kayak gini.Untung sahabatnya Dee jika bukan udah aku jewer.Batin Vira bermonolog.
Kening Vira berlipat tiga mendengar pertanyaan Luna yang tak berbobot baginya.
" Maksud kamu apa Lun?"
" Gini mi.Kalo orang kaya biasanya punya banyak anak buah dan asisten. Setidaknya anak buah mami bisa mencari tahu keberadaan Dee.Jika mereka ahli IT suruh mereka meretas ponsel Dee biar tahu posisi Dee dimana.Kalo kami anak kedokteran mami ga ada teman ahli IT kami hanya bisa diagnosis penyakit," cicit polos Luna.
Vira tersenyum kecil mendengar ocehan Luna.Ia mencubit pipi Luna gemas. Sahabat Dee yang satu ini memang bermulut pedas bahkan pedasnya mulut Luna melebihi pedas cabai rawit setan namun dia care dan baik.Pantas saja Dee bersahabat dengan Luna atau Nayla.Dee memang pintar memilih teman.Dee pintar memilih harus bersahabat dengan siapa.
Jadi ini toch kamu tanya mami orang kaya atau bukan.
" Iya mi kayak film yang kami tonton.Kalo orang kaya mah bebas. Sultan.Semua ada di genggaman.Jadi mami perintah tu orang-orang mami retas hp Dee biar kita tahu Dee ada dimana." Nayla ikut berceloteh.
Vira tersenyum kecil melihat keluguan sahabat Dee.Ia meraih ponsel dan menelpon salah satu anak buahnya.
" Doni bantu saya.Retas handphone Dee dan temukan dia sekarang juga," titah Vira kepada Doni bawahannya.
Klik sambungan telpon terputus.
" Semoga Dee bisa segera ketemu," ucap Vira penuh harap.
" Insya Allah mi." Nayla menguatkan Vira.
Vira mengelus wajah Nayla dan Luna bergantian. " Terima kasih kalian menjadi sahabat terbaik untuk Dee.Mami senang Dee memiliki sahabat seperti kalian."
" Mi ga perlu berterima kasih.Sudah seharusnya mi," jawab Nayla denga mata berkaca-kaca.Reflek Nayla menangis mengetahui nasib buruk yang menimpa Dee.
" Kok aku jadi cengeng gini ya." Nayla bertanya pada dirinya sendiri.Ia menghapus sisa air mata.
" Menangislah jika itu membuatmu lega Nay," ucap Vira penuh kasih sayang.
__ADS_1
" Mami selalu menangis untuk menumpahkan rasa sakit dan bahagia."
" Huhhhhuihuhuhuhu...," tangis Nayla pecah.Ia menangis tersedu-sedu.Ia menangis bukan karena sedih tapi karena bahagia sebentar lagi Dee akan tahu siapa dirinya dan keluarganya.Dee bukanlah anak haram seperti dugaannya selama ini.Ketakutan Dee ketika akad nikah tak menyebut nama ayahnya tak akan terjadi.
" Lo kenapa nangis oneng? " tanya Luna mengiba.Ia ikutan sedih melihat Nayla bersedih.
" Saat Dee akan dikasih tahu siapa dirinya malah dia menghilang sekarang.Hiks....hiksss.hiksssssss...Aku ga bisa kayak gini.....," tangis Nayla mulai lebay.
" Cup cup cup." Vira menepuk pundak Nayla menenangkan.Vira bahkan memeluk Nayla.Rasa nyaman menyesapi Nayla.Pasti Dee akan bahagia dan nyaman dalam pelukan Vira.
" Aku juga mau dipeluk," Luna berlari memeluk Vira dan Nayla.
" Mami apa Dee akan ditemukan?" tanya Luna dalam sesi pelukan.
" Hmmm.Doni sangat berpengalaman Lun.Dia pasti bisa melacak Dee."
" Semalam ini mi.Udah jam tidur ?" tanya Nayla tak yakin.
" Jangankan semalam ini.24 jam mami minta Doni sanggup."
" Mami Doni itu masih muda atau sudah tua? " tanya Luna centil mencairkan suasana.
" Lo mau apa? " tanya Nayla sewot."Jika dia masih muda dan jomblo lo mau gitu? Jangan jadi jomblo menyedihkan Lun.Jadilah jomblo bermartabat.Gua ga akan akui lo teman jika sikap lo kayak gini."
Luna melepaskan pelukan dan bersedekap.Ia mengangkat sebelah alisnya.
" Susah punya teman kalo selera humornya payah kayak lo.Gue cuma mau hibur mami aja biar ga sedih."
Mulut Nayla membulat membentuk Huruf O.
" Kirain bulan sayang.Gue kira lo frustasi karena terlalu lama menyandang status jomblo."
" Luna bahasa." Vira mengingatkan Luna agar bicara lebih sopan.
" Kampret lo.Gara-gara lo," geram Luna dengan seringai iblis.
Vira menengahi pertengkaran kecil antara Luna dan Nayla.
" Anak-anak mami udah dewasa.Malu ah calon dokter pecicilan kayak gini.Bentar lagi bergelar dokter lo," Vira mengingatkan dengan lembut.
Dering ponsel Vira menyadarkan mereka.Vira bergegas mengangkat ponselnya.Ia sudah tak sabar menunggu kabar tentang Dee.Semoga Doni membawa berita baik dan tidak mengecewakan.
" Bagaimana pencarian Dee? " tanya Vira tanpa basa basi.
" Tadi saya sudah retas nomor ponsel nona Dee buk.Nona Dee berada dirumah sakit harapan."
" Kenapa dia ada disana? Apa dia kecelakaan?" wajah Vira berubah histeris.Luna dan Nayla segera mendekat ikut mendengar ucapan Doni ditelpon.
Melihat Nayla dan Luna ingin mendengar ucapan Doni,Vira memutuskan menghidupkan loudspeaker handphone agar mereka semua bisa mendengar percakapannya dengan Doni.
" Apa yang terjadi dengan Dee?" tanya Vira dengan mimik ketakutan seorang ibu.Wajah Vira pucat pasi.
" Nona Dee dirawat karena mengalami pendarahan di kepalanya.Seseorang telah memukul nona Dee dengan gelas namun kondisi nona Dee tidak mengkhawatirkan.Ia dirawat untuk observasi apakah ia gegar otak atau tidak.Saya sudah mengirim orang untuk berjaga-jaga walau nona sudah ada yang menjaga," ucap Doni malu-malu.
" Maksudnya?" tanya Vira tak mengerti.
__ADS_1
" Seorang pria sudah menjaga nona Dee dengan baik.Jangan khawatir Bu! nona baik-baik saja.Sekarang sudah dini hari.Ibu baru bisa menjenguk besok pagi."
" Siapa pria itu?Apa dia pria bule?" tanya Luna kepo.Luna tahu jika selama ini jomblo.Jika dekat dengan seorang lelaki itu hanya Bryan.
" Siapa itu buk?"tanya Doni diseberang.
" Temannya Dee.Siapa pria yang menemani Dee.Apa dia kekasih Dee?" tanya Vira tak kalah penasaran seperti Luna.
" Bukan bule.Pria Indonesia.Pria itu juga yang membawa nona Dee kerumah sakit.Dia juga yang membiayai perawatan nona Dee."
" Siapa dia?" tanya Nayla tak kalah heboh.
" Demir namanya."
" Apa?" kata Luna dan Nayla shock.Mereka berpandangan tak percaya.Apa mungkin Demir Alfarizi dosen mereka? Si pria kutub nan miski ekspresi?
" Kirim foto segera babang.Dedek kepo cepat kirim foto di WA.Kalo lama dedek cubit abang," kata Luna bernanda manja.
Doni terkekeh mendengar ucapan absurd dari mulut Luna.Teman nona Dee ternyata seru juga.Batin Doni.
" Buk saya tutup telponnya.Saya akan kirim fotonya," kata Doni sembari memutuskan sambungan telpon.
Klik!!! Notifikasi pesan WA dari Doni.
Dengan gerak cepat Vira segera membuka pesan WA dan mendownload gambar yang dikirim oleh Doni.
" Kalian kenal sama cowok ini? " Vira memperlihatkan foto Dee yang terbaring diranjang.Lelaki itu menggenggam tangan Dee dengan erat dan tatapannya penuh dengan cinta seakan takut Dee kenapa-napa.
Napas Nayla dan Luna memburu sesaat setelah melihat foto kiriman Doni.Mata mereka seakan mau lepas dari tempatnya.Inilah kenyataannya. Pria itu memang benar Demir dosen mereka.Dugaan mereka tidak meleset.
" Bulan tolong cubit atau tampar gue," ucap Nayla pada Luna.
Tanpa aba-aba Luna segera menampar pipi Nayla dengan keras.
Plak.........
" Sakit kampret," maki Nayla mengelus pipinya.Nayla menatap Luna sebal.
Ini bukan mimpi dan nyata.Mereka menerima kenyataan di depan matanya bahwa Demir dosen mereka yang terkenal killer,pemarah,tegas,skeptis akan cinta dan alergi berdekatan dengan wanita memiliki hubungan spesial dengan Dee. Dee wanita yang berhasil mencairkan hati si pria kutub.
" Bukannya lo yang minta kampret?" Luna menyerang balik memaki Nayla.
" Tapi ga gini juga kali...... Kita ga mimpi Lun.Dee dan Pak Demir mereka pacaran.Kita kena tikung sama Dee." Nayla mengepalkan tangan.
" Siapa Pak Demir?" Vira menyela pembicaraan Luna dan Nayla.
" Dia dosen tertampan dikampus kami mami.Lelaki idaman para mahasiswa kedokteran.Dia tampan,pintar,wajah Arabnya bikin adem.Calon suami impian walau dia itu dingin,killer, pemarah dan skeptis dengan cinta," Nayla bercerita dengan semangat.
" Dan kalian iri sama Dee karena berhasil menaklukan lelaki dingin itu," tembak Vira membuat Luna dan Nayla bungkam.
" Bukan gitu mami cuma kami merasa ditikung aja.Ga ada tanda-tanda mereka dekat dan ternyata hayati menemukan kenyataan ini.Pak Demir dan Dee dekat bahkan Pak Demir sampai jagain Dee di rumah sakit dan Pak Demir juga pegang tangan Dee.Sedih mami sedih," ucap Luna lebay dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat.
" Iya mami kami hanya kaget dan tak menyangka Dee selangkah lebih maju.Operasi senyap," cicit Nayla gemas.
Vira tertawa kecil melihat tingkah kedua
__ADS_1
sahabat Dee.Vira jadi terkenang masa muda.
" Dee hutang penjelasan sama kita Lun," ucap Nayla lantang.