Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
TIGA PULUH TIGA


__ADS_3

Karena koment dan like ga capai target author kurang semangat nulis.Dukungan dan semangat kalian sangat membantu memberi semangat author menulis.Maafnya masih update satu- satu.


❤❤❤


" Sama lo juga bikin gue kesel.Saran gue Mir ungkapin isi hati lo sama dia.Dekati dia ambil hati dan segera nikahin biar lo mesum secara halal," geram Tomi dengan gigi gemeletuk.


" Anjir lo mesum halal.Bahasa lo."


Tomi terkekeh.Ia bersyukur sahabat baiknya akhirnya bisa tersenyum dan jatuh cinta lagi.Demir lelaki setia.Sekali ia jatuh cinta ia akan mempertahankan wanita itu bertahta dihatinya.


Tomi salah satu sahabat yang menjadi saksi bisu cinta Demir dan Uty.Betapa terpukulnya Demir ketika mengetahui Rizki dan Uty kawin lari dan tak lama kemudian mereka mempunyai anak.


Demir terluka,sakit hati dan jatuh sejatuhnya. Ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula.Demir sakit dikhianati oleh Uty.Tanpa ada angin dan hujan Uty meminta putus dan meninggalkannya.Lebih sakit lagi ketika mengetahui Uty menikah dengan Rizki yang notabene sahabatnya sendiri.


Saat kuliah dulu Demir memiliki empat orang sahabat yaitu Tomi, Jacky, Rizki dan Tomi.


Namun semua hanya masa lalu. Semuanya sudah CLEAR karena Demir sudah tahu alasan Uty meninggalkannya. Demir tak lagi memiliki dendam pada Rizki dan Uty.


Demir sadar jika Uty bukanlah jodohnya dan jodohnya adalah seorang Deniza Sefa  gadis cantik yang memiliki IQ tinggi,gadis lincah,ceria dan selalu membuatnya rindu.


" Gue bahagia liat lo gini Mir," Tomi mengajak bicara lebih serius.


" Thanks Tom."


" Lo berhak bahagia Mir.Ingat juga jangan terlalu mencintai terlalu dalam jika tak ingin merasakan sakit lagi.Cintai sewajarnya karena sesuatu yang berlebihan itu tidak akan baik."


" Lo benar. Tapi kali gini gak bakalan sakit lagi.Gue maunya bahagia.Bahagia menikah dengan Deniz."


" Namanya siapa sich sebenarnya? Dee apa Deniz? Kadang gue mikir mereka dua orang."


" Panggilannya Dee.Biasa nama beken.Kalo gue manggil dia Deniz karena ingin manggilnya berbeda dengan yang lain."


" Ckkck.Lo udah ikutan alay."


" Sirik aja lo.Biar kebawa muda Tom.Kita udah tua," Demir tak henti-hentinya tertawa apalagi sejak dapat 'jatah' dari Dee hatinya berbunga-bunga.


" Btw kapan lo nikah lagi? Mantan istri lo dah nikah lo kapan? Masa mau kalah."


" Nikah bukan masalah kalah ato menang Mir.Gue harus menata hati lagi.Gue ga mau gagal lagi," wajah Tomi mendadak sendu mengingat perpisahannya dengan Ica.Mereka gagal membina rumah tangga  dan berujung pada perceraian.Tomi terlalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai seorang dokter sehingga mengabaikan istri cantiknya.Tomi menomor duakan Ica sehingga mantan istrinya merasa kesepian.


Demir menepuk bahu Tomi memberi semangat.


"Gue ga mau kalah sama lo Mir.Gue mau cari daun muda kayak lo juga kayaknya biar tambah muda," Tomi tersenyum ngakak menggoda Demir.


" Boleh. Teman Dee cantik cantik lo.Mungkin ada yang selera lo."


" Setelah gue gagal Mir gue masih ragu untuk menikah lagi.Gue takut gagal kedua kalinya," Tomi kembali tertunduk lesu mengingat kegagalannya membina rumah tangga.

__ADS_1


" Belajar dari kegagalan Tom.Lo jangan jadi lelaki cuek dan ga peduli pasangan lagi."


" Insya Allah akan gue coba Mir.Yuk ke dalam Dee sudah lama menunggu lo.Berapa hari harus gue tahan Dee disini? Sebenarnya dia udah bisa pulang hari ini."


" Tahan aja tiga hari please....Pandai-pandai aja lo bikin alasan," Demir memelas seperti anak kecil meminta mainan pada orang tuanya.


" Buat lo apa yang enggak," Tomi mencubit pipi Demir dengan gemas.


" Isssh lo jangan cubit pipi gue."


" Mir pesan gue buat lo kalo mau bermesraan dengan Dee jangan lupa kunci pintu.Ntar keciduk buat ketiga kalinya. Malunya itu lo."


" Kampret jangan lo ingatin.Gue malu," pipi Demir merona ketahuan berciuman.


Mereka kembali ke ruang rawat Dee. Perban di kepala Dee diganti oleh perawat. Dengan telaten perawat membersihkan luka Dee.


" Dokter apa rambutku nanti bisa tumbuh? " tanya Dee kepada Tomi.


" Pasti numbuh.Terpaksa dibotakin sedikit biar bisa jahit luka di kepalanya.Kalo kamu malu pakai saja topi untuk sementara waktu."


" Tetap cantik kok walau sedkit botak," Demir menenangkan Dee sekaligus menggombal.


Pria kutub ini semakin jago saja menggombaliku.Nanti aku blushing lagi Demir.Hentikan Bambang! Hayati tidak kuat mendengar rayuanmu.Nanti aku bisa melayang.Ciumanan tadi sudah membuatku lupa daratan.Please jangan lagi merusak jantungku.Batin Dee


" Sudah selesai ya mbak," ucap perawat memplester luka Dee.


Setelah tinggal bertiga.Dee mengingat sesuatu.Tapi ia mendadak lupa gara-gara melihat senyum Demir.Ia mencoba mengingat sesuatu.


" Oppa gawat," teriak Dee histeris.


Demir segera mendekati Dee karena khawatir.


" Kenapa Deniz?" tanya Demir tak kalah panik.


" Aku lupa mengabari mami dan kedua sahabatku.Aku tidak pulang semalaman. Mereka pasti khawatir.Mana handphoneku Oppa?" Dee mengadahkan tangan meminta ponselnya.


" Ada dalam laci.Aku sudah charger karena semalam kehabisan baterai."


Dee segera mengambil ponselnya dalam laci.Ia segera menghidupkan handphone.Baru saja menghidupkan handphone notifikasi pesan tak henti-hentinya membanjiri medsos Dee.


Luna dan Nayla membanjiri pesan di medsosnya.Grup WA kampus juga ramai membahas hilangnya Dee.Dee membaca pesan dari kedua sahabatnya.


Luna : Dee lo ada dimana oneng? Udah jam 12 malam kenapa lo blom pulang? Kenapa ga kabari kami?


Nayla : Oneng lo dimana sich? Kami dah putus asa cari lo.Jika ga pulang minimal kasih kabar.Jangan buat kami takut Dee.


Luna : Dee kasih kabar pleaseeee....mami histeris tahu lo menghilang.Dah kayak orang gila mencari lo.Mami takut lo jadi korban pemerkosaan seperti di TV.

__ADS_1


Nayla : Dee mami menangis histeris lo belum ada kabar.Kami akan lapor polisi jika ga ada kabar dari lo.


Dee merasa bersalah karena membuat khawatir Vira dan kedua sahabatnya.Dee bahagia karena Vira mengkhawatirkan Dee setidaknya ia merasakan kasih sayang seorang ibu semenjak bertemu dengan Vira.


Dee menghubungi ponsel Luna dan si empu segera menjawab.


📞 " Luna maaf gue buat khawatir kalian.Semalaman HP gue mati," ucap Dee penuh penyesalan.


📞 " Walaikumsalam Dee," Luna menyindir Dee karena tidak mengucapkan salam.


📞 " Assalamualaikum Lun," Dee mengucapkan salam.


📞 " Nah gitu dong bilang salam dulu baru ngomong."


📞 " Maaf baru kabari kalian.Gue ada dirumah sakit."


📞 " Ya gue udah tahu."


📞 " Tahu darimana lo?" tanya Dee heran menatap Demir dan Tomi.


📞 " Gue punya intelijen buat mematai lo."


📞 " Lagak lo oneng.Sok keren."


📞 " Bukan sok keren.Gue emang keren.Ne bentar lagi kami sampai diruangan lo."


📞 " Apa?" teriak Dee histeris.Ia buru buru menutup telpon.Dee panik jika kedua sahabatnya tahu Demir menjaganya semalaman.


" Ada apa Deniz?" tanya Demir disela kepanikan Dee.


" Gawat Oppa.Oppa harus pergi dari sini.Luna dan Nayla mau kesini.Kacau dunia persilatan jika mereka tahu ada Oppa disini."


" Kalo tahu apa salahnya?" Demir sok lugu tak memahami ketakutan Dee.


" Pokoknya Oppa pergi sekarang dari sini sebelum mereka sampai," Dee menarik tangan Demir dan keluar dari kamarnya.


Tak bisa Dee bayangkan bullyan yang akan di dapatkan dari kedua sahabatnya jika tahu Demir yang membawanya ke rumah sakit.


" Deniz santai aja kali.Jangan ketakutan gitu."


" Oppa mohon mengerti.Dokter Tomi tolong amankan Demir," rengek Dee melirik Tomi.


" Kita kenapa kayak maling Dee?"


" Pokoknya Oppa pergi dulu," Dee menarik lengan Demir menariknya ke arah pintu keluar.


" Mau kemana Pak?" tanya Luna dari balik pintu.Ia muncul bersama Vira dan Nayla.

__ADS_1


Dee berteriak histeris seperti liat hantu melihat kedatangan Luna,Nayla dan Vira.Wajah pucat dan memutih.Habis sudah ia akan dikuliti kedua sahabatnya.


__ADS_2