Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
TIGA PULUH EMPAT


__ADS_3

" Mau kemana Pak?" tanya Luna dari balik pintu.Ia muncul bersama Vira dan Nayla.


Dee berteriak histeris seperti liat hantu melihat kedatangan Luna,Nayla dan Vira.Wajah pucat dan memutih.Habis sudah ia akan dikuliti kedua sahabatnya.


" Gak ada.Saya kebetulan mampir kesini aja.Liat keadaan rumah sakit.Kebetulan ini rumah sakit milik keluarga saya," kilah Demir melindungi Dee.


" Cie cie cie melindungi pacar ceritanya," goda Luna mengusili Demir.


Sejenak Luna lupa jika pria di depannya ini adalah dosennya.Rasa segannya mendadak hilang.Luna malah semakin bernafsu menggoda Demir dan Dee.


" Jelas dilindungi Bulan, kekasih hati.Kalo ga dilindungi sama Pak Demir nanti dedek Dee marah dan ngambek," celetuk Nayla berkomplot membully Dee dan Demir.


" Ga ada angin ga ada hujan.Tiba-tiba dekat.Kayak operasi inteligen ya Nay senyap.Tahu-tahu udah jalan bareng aja," celoteh Luna membuat Dee dan Demir salah tingkah.


Dee merasa riwayatnya akan tamat ditangan kedua sahabatnya.Ia berusaha bersikap sedatar mungkin walau ia sangat gelisah.


" Kalian bisa sekali bercandanya," kelakar Dee menyembunyikan kegugupannya.


" Mi ini Pak Demir dosen kami," Nayla memperkenalkan Demir pada Vira.


Demir mengangguk menyalami Vira.Terlihat kegugupan di wajah Demir seperti lelaki yang bertemu calon mertua.


" Demir tante," ucap Demir sopan.


" Dosen kami sekaligus calon menantu mami," Luna menambahkan.Luna merasa diatas angin karena tak ada perlawanan dari Dee dan Demir.Kapan lagi bisa menggoda dosennya yang paling killer dan pemarah itu.


Dee dan Demir langsung kikuk tak tahu harus bicara apa.Wajah mereka merona.


" Gue ga ada hubungan apa-apa sama Oppa," upssss Dee kelepasan bicara memanggil Demir dengan sebutan 'Oppa'.Saking gugup dan takut ketahuan ia menjadi keceplosan.Lidah Dee keseleo memanggil Demir 'Oppa' di depan Nayla dan Luna.


Cobaan apalagi ini Ya Allah? Habis sudah aku ditangan duo kampret ini.Mereka tidak akan pernah berhenti untuk menggodaku.Batin Dee bermonolog.


" Cie cie yang manggil Oppa sama Pak Demir.Kayaknya mereka dah jadian nich Bulan," Nayla melirik Luna.


" Iya Nay.Hubungan Dee sama Pak Demir dah go public kayaknya.Oh ya Nay kalo dijadiin FTV.Judul yang cocok apa ya? Menggambarkan kisah cinta Dee dan Pak Demir," Luna sok- sok berpikir.


" Dosen killer yang dingin bak es kutub utara itu adalah kekasihku," jawab Nayla spontan mengundang tawa Luna, Vira dan Tomi.Mereka semua tak dapat menyembunyikan tawanya.


Tomi merasa dapat hiburan tersendiri meihat Dee dan Demir digoda oleh Luna dan Nayla.Mata Tomi tak berkedip memandang Luna.Gadis berambut panjang itu menarik perhatiannya.


" Luna,Nayla sudah.Hentikan! Liat itu muka Dee dah merah kayak kepiting rebus," ucap Vira melarang Luna dan Nayla menggoda Dee.


" Mami kami belum selesai.Mami setuju ga kalo Pak Demir jadi mantu mami?" tanya Nayla usil mengangkat sebelah alisnya.


Demir serasa mendapat angin karena kedua sahabat Dee merestui hubungannya.


Vira mengatur napas dan mengontrol suaranya.


" Kalo Dee mau gapapa.Mami setuju aja.Asal Dee bahagia," jawab Vira diplomatis.


" Pak Demir hubungan Bapak dah direstui mami Vira itu," kata Luna menatap wajah ganteng Demir.


Demir hanya bersikap datar menyembunyikan kebahagiaannya.Di dalam hati ia bersorak gembira.Sedikit lagi ia akan menjadikan Dee istrinya. Mereka akan menjadi suami istri.


Duggggggg....


Jantung Luna berdetak lebih kencang.Jantungnya bekerja lebih keras memompa darah karena melihat seorang Tomi.Kenapa ia baru menyadari bahwa ada pria tampan disamping Demir.


Luna terlalu sibuk untuk menggoda Dee sehingga tak menyadari makhluk Tuhan yang paling tampan seperti Tomi.


Tomi tampan dan sangat menawan. Wajahnya dipenuhi cambang halus.Mata bulat,tinggi sekitar 180 cm,bertubuh tegap,


Menurut Luna Tomi tambah tampan karena memiliki cambang halus.Luna dan Tomi beradu netra.Sejenak mereka terdiam dan saling menatap.


Tomi merasakan hawa sejuk menatap wajah jelita Luna.Hati Tomi sejuk bak di tetesi embun di pagi hati.Wanita di depannya mampu mengalihkan dunianya.Debaran di jantungnya semakin kencang apalagi Luna juga menatapnya. Apa ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama.


Bibir Luna bungkam ketika menatap Tomi.


" Hmmmmmm," Demir berdehem menyadarkan Luna dan Tomi.

__ADS_1


Dua insan itu kelabakan karena terciduk saling memandang.


" Ooooo kamu ketahuan....," giliran Dee meledek Luna sembari bernyanyi memplesetkan lagu Matta Band.


Rasain lo Bulan! Lo kena batunya.Cepat banget lo kena karma.Tuhan emang Maha Adil.Batin Dee berteriak lantang mentertawai Luna.


" Jantungku berdebar saat kau menatapku.Jadi salah tingkah bicara sama kamu.Bibirku terbungkam melihat senyummu.Aku tak kuasa saat didepanmu," Nayla ikut bernyanyi menggoda Luna.Nayla menyanyikan penggalan lagu 'Suka Sama Kamu' dari D'Bagindas.


Wajah Luna dan Tomi merona karena digoda oleh Dee dan Nayla.Vira hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku para anak muda di depannya.


" Maling teriak maling rupanya," ledek Dee mentertawakan Luna.Keadaan berbalik Luna merasa terpojokan.


Dee merangkul Nayla mengajak berkomplot untuk memojokan Luna.Mereka bernyanyi meledek Luna.


Pandangan pertama


awal aku berjumpa


pandangan pertama


awal aku berjumpa


seolah olah hanya


impian yang berlalu


sungguh tak kusangka


dan rasa tak percaya


**cowok setampan dia


datang menghampiriku


hampir-hampir aku


tak sadar di buatnya**


aku di depan anda


memberanikan diri


bergaya dan bernyanyi


( Pandangan Pertama : Slank )


Luna makin blushing karena lirik lagu yang dinyanyikan Dee dan Nayla sangat cocok menggambarkan situasinya saat ini.


Ah kenapa jadi gue yang di pojokin? Harusnya aku yang meledek Dee dan Pak Demir.Senjata makan tuan ini namanya.Ini si ganteng cuma diam aja.Bantu aku dong ganteng selamatin aku dari sini dari dua bedebah ini.Aku ga kuat.Batin Luna menatap Tomi.


" Oh ya saya permisi dulu masih ada pasien yang akan di visit," Tomi buka suara dan meninggalkan ruangan Dee.


Langkah Tomi terhenti karena ia melupakan sesuatu. Tomi berbalik melirik Demir.


Demir mengerti arti tatapan Tomi.Mereka sudah bersahabat lebih dari 14 tahun tentu Demir mengerti maksud lirikan Tomi.


" Luna boleh bagi nomor hape dan WA ?" tanya Demir menjadi juru bicara Tomi.


Tomi senyum-senyum sendiri karena Demir mengerti arti lirikannya.Ia meninggalkan ruangan Dee dengan bahagia.Ia serasa mendapatkan jackpot bisa bertemu dengan Luna.Baru saja mengatakan pada Demir jika ingin mencari daun muda seperti Demir sekarang Tuhan mempertemukannya dengan Luna.Secepat itu....


Ini yang dinamakan jodoh.Pucuk dicinta ulampun tiba.


Sepertinya cupid sedang melancarkan panah cinta untuk Luna dan Tomi.


" Boleh Pak," ucap Luna terbata-bata.Ia dan Demir bertukar nomor handphone.


" Hemmmmm," Dee berdehem mengusik Demir dan Luna.


Dee cemburu melihat  kedekatan Demir dan Luna.

__ADS_1


Nayla dan Vira senyum- senyum melihat Dee terbakar cemburu.


" Air mana air? Ada yang kepanasan," sarkas Nayla menggoda Dee.


" Luna tolong jaga jarak dengan Oppa Demir," Nayla memperingatkan Luna.


Luna tersentak dan menjaga jarak dengan Demir.


" Tenang Dee gue ga bakal embat Oppa lo," celetuk Luna memasang wajah licik.


Pipi Dee merona tapi ia buru-buru menyembunyikan wajah malu-malunya.


" Siapa bilang gue cemburu? Gue dan Pak Demir ga punya hubungan apa-apa," Dee mengelak.Ia memasang wajah angkuh.


" Muna banget ga punya hubungan apa-apa.Tolong jawab ini Bambang," Luna memperlihatkan foto Dee dan Demir yang sedang tertidur.Tangan mereka berpegangan erat.Posisi Dee berbaring di ranjang dan Demir tidur dalam posisi duduk.Wajah mereka bahkan berdekatan.


" Masa ga punya hubungan apa-apa bisa semesra ini dan Pak Demir nungguin lo semalaman disini."


Dee tersentak dan panik melihat foto yang ditunjukan Luna dan ia makin panik ketika Luna tahu  Demir menungguinya semalaman di rumah sakit.


" Ke-Kenapa lo ada foto ini? Dan kapan lo mengambilnya?" tanya Dee panik. Lidahnya terasa kelu untuk berbicara karena Luna memiliki bukti.


Situasi makin sulit untuk Dee.


" Lo tahu darimana Lun?" tanya Dee panik berusaha merebut handphone Luna.Ia berusaha menghapus foto itu dari ponsel Luna.Berkat kegigihan Dee ia berhasil merebut ponsel Luna.Ia bersorak riang karena sudah menghapus foto itu.


" Jangan senang dulu oneng.Fotonya dah gue back up.Nayla juga punya foto itu," ucap Luna memudarkan senyum Dee.


Kampret lo berdua.Kalian benar-benar licik.Arrrrgggggggghhhhhhh.


" Dengan kekuatan hengpon jadul cekrek-cekrek upload," ucap Nayla menirukan jargon salah satu akun gosip.


" Benaran ga punya hubungan sama Pak Demir? Masa boong sama sahabat sendiri oneng," ucap Nayla lagi.


" Benaran Pak Demir dan Dee ga punya hubungan?" Luna mengklarifikasi pada Demir.


Dee menatap Demir sendu.Gadis itu berharap Demir tidak buka mulut mengenai hubungan mereka.


" Saya hanya menolong Dee.Sesama manusia bukannya harus saling tolong menolong.Ada wanita stress yang memukul kepala Dee.Kebetulan saya dan Jacky ada dilokasi jadi kami membawa Dee kesini."


" Tadi bilangnya kebetulan liat rumah sakit makanya bersama Dee eh sekarang bilangnya kebetulan ada di lokasi dan bawa Dee ke rumah sakit.Yang benar yang mana Pak?" ucap Nayla membuat Demir bungkam.


Luna dan Nayla terlalu pintar untuk dibohongi.


" Iya.Kemaren saya antar Dee ke rumah sakit.Pagi ini saya ada disini karena memantau rumah sakit.Saya hnya mengecek keadaan mahasiswa saya," kilah Demir.


Luna dan Nayla hanya manggut-manggut.Pura-pura mempercayai omongan Demir.


**Kami bukan anak SD yang gampang dibohongi Bambang.Batin Nayla bermonolog.


Masih juga berbohong padahal bukti sudah ada di depan mata.Apa susahnya sich mengakui perasaan kalian dan anda menemani Dee semalam Pak.Ga dosa jika kalian jatuh cinta.Rasain kalian gue kerjain! Luna bermonolog dalam hati**.


Luna tersenyum licik karena menemukan ide untuk mengerjai Dee.


" Luna,Nayla sudahlah.Jangan mengusili Dee.Pusing mami liat kalian," Vira memegangi kepala tak kuat menyaksikan kekonyolan Dee and the genk.


" Iya mami kami berhenti," Luna tertawa ngakak memegangi perutnya.Perutnya sangat sakit karena tertawa sedari tadi.


" Kami angkat bendera putih mi," tambah Nayla.


" Kasian Dee sudah memerah dan malu kami jahili," celetuk Luna.


Dee dan Demir bernapas lega karena Luna dan Nayla menghentikan aksi keponya.


" Saya pamit dulu," ucap Demir permisi dari ruangan Dee.


" TADI ALEX WA GUE LO DEE.TANYAIN LO DIMANA.GUE JAWAB LO DI RUMKIT.SEKARANG ALEX OTW NENGOKIN LO," ucap Luna dengan suara keras agar terdengar oleh Demir.


Langkah Demir terhenti karena mendengar Alex mau datang ke rumah sakit menengok Dee.Demir memasang wajah Devil.

__ADS_1


Sialan baru saja kehilangan satu pesaing sudah ada pesaing lain.Brengsek! Ga mudah untuk mendapatkan kamu Deniz! Umpat Demir dalam hati.


__ADS_2