
Demir berlutut di depan Dee seraya menunjukan cincin.
" Deniza Sefa anak Bapak Fahad Setiawan.Maukah kamu menikah denganku dan menjadi ibu dari anak-anakku?"
Dee menatap Vira dan Fahad meminta restu. Kedua orang tuanya mengangguk. Dee yakin dengan keputusannya setelah mendapat lampu hijau dari kedua orang tuanya.
" Terima. Terima," teriak para supporter yang terdiri dari teman-teman Dee dan Demir. Mereka tidak sabar menunggu jawaban dari bibir Dee.
Ada Jacky, Onya, Tamara, Guntur, Nayla, Luna, Tomi, dan Doni. Mereka semua terharu melihat acara lamaran Demir. Para pria terinspirasi melamar wanitanya dengan lamaran unik seperti yang Demir lakuka.
Walau diawal lamaran Dee dikerjai karena harus mengejar badut-badut kiriman Demir namun semua berakhir bahagia.
" Mas sebelum aku menjawab aku ingin mengatakan sesuatu. Apa boleh?" Dee bertanya ragu-ragu. Dee tak mau pertanyaannya membuat semua orang menjadi sedih.
"Boleh," jawab Demir.
Dee mendekati Nona dan memeluk calon mertuanya. Dee menahan napas sebelum bicara pada Nona. Hening beberapa menit membuat semua orang yang ada disana H2C ( Harap- Harap Cemas ) jika Dee menolak lamaran Demir.
" Mi, Aku mau minta maaf sebelumnya." Dee mulai bicara dan membuat suasana semakin tegang. Untung yang tegang cuma suasana coba kalo kemesuman Demir tegang entah apa yang terjadi.
Demir keringat dingin karena takut ditolak.
Suasana mencekam layaknya pengumuman pemenang idol. Eng......I.....Eng.......Juara satu ****** idol adalah.............Setelah pesan-pesan berikut ini....dan penonton naik darah mendadakak gebuk MC.
"Minta maaf buat apa Dee? " Nona menjadi Gegana ( Gelisah Galau Merana) jika Dee menolak lamaran Demir. Lantunan lagu dangdut Gegana Cita Citata mendengung di telinganya.
"Sebelum aku jawab lamaran Mas Demir. Aku mau tanya sama mami. Mami tahu kisah hidup aku gimana. Sejak kecil aku terbiasa mandiri. Menjadi dokter merupakan cita-cita aku semenjak kecil. Disisi lain aku tahu mami sangat ingin punya cucu. Usia Dee masih 21 tahun. Jika Dee terima lamaran Mas Demir dan langsung hamil berarti Dee harus mengubur impian menjadi dokter. Disini aku minta restu mami. Andai aku terima lamaran Mas Demir tapi kami nunda punya anak dulu gimana? Aku ga mau karena hamil koas aku terhenti dan ga bisa koas bareng Nayla dan Luna. Kami menikah tapi menunda punya anak dulu," ucap Dee perlahan-lahan.
Dee tahu permintaannya akan sulit untuk Nona karena mami Demir sangat ingin menimang cucu. Dee harus egois kali ini demi masa depannya. Perjuangannya dititik sekarang tidaklah mudah. Ia tak ingin menyia-nyiakan perjuangannya selama ini.
Raut wajah Nona langsung berubah mendung. Nona tahu jika ia tak setuju Dee dan Demir menunda punya anak ketika mereka menikah Dee akan menolak lamaran anaknya. Nona dilema. Satu sisi jika ia tak setuju dengan permintaan Dee maka lamaran Demir akan ditolak sementara Demir sudah cinta buta pada Dee. Disatu sisi Demir sudah 32 tahun sudah harus memiliki anak dan ia sudah merindukan tangis bayi. Nona menatap Demir seakan minta bantuan untuk menjawab pertanyaan Dee. Nona tahu jika Dee tak ingin mengecewakannya sehingga Dee menanyakan soal tunda punya anak sebelum pernikahan terjadi.
Demir mengangguk pada Nona. Dosen tampan itu tahu jika sang ibu sedikit kecewa karena permintaan Dee menunda punya anak.
"Dee mami memang ngepet eh ngebet maksudnya." Lidah Nona terpeleset. "Mami emang ngebet mau punya cucu tapi jika permintaan mami harus mengubur mimpi kamu gapapa Dee. Asal kalian bahagia. Setelah koas kamu selesai kamu hutang cucu buat mami. Kasian Demir ketuaan nanti punya anak. Dia udah setengah abad anaknya masih SD keburu mati kasian kamu besarin anak seorang diri."
"Mami...." Demir menegur Nona karena tak terima perkataan Nona yang bilang ia udah setengah abad anak masih SD.
" Demir mami ga ajak kamu ngobrol,"ucap Nona menyambar Demir. Semua yang ada disana hanya tertawa mesem liat perdebatan ibu dan anak.
Dee menangis bahagia karena Nona mengerti permintaannya. Dee memeluk Nona erat.
" Ayo Dee jawab lamaran Pak Demir," teriak teman-teman Dee menyemangati.
Dee melepaskan pelukannya dan berjalan mendekati Demir. Dengan malu-malu Dee bicara pada Demir.
" Demir Alfarizi. Dosen yang merangkap jadi pacar aku. Dulunya kamu nyebelin, killer, ketus dan aku kasih nama pria kutub karena sikapmu yang dingin. Aku Deniza Sefa mahasiswi kamu yang cantik dan imut menerima lamaranmu. Aku bersedia menikah denganmu."
Demir bersorak riang karena lamarannya diterima. Lelaki itu segera memasangkan cincin di jari kanan Dee dan mengucap tangan Dee.
"Ich liebe dich Danke dass Sie bereit sind, ich zu sein," kata Demir dalam bahasa Jerman. Dee sendiri kaget karena Demir bisa bicara bahasa Jerman. ( Aku mencintaimu. Terima kasih karena kamu telah bersedia menjadi istriku.)
" Sejak kapan Mas bisa bahasa Jerman?" Tanya Dee penuh selidik.
__ADS_1
" Semenjak kamu bergosip dengan papi dan si bule itu masih gencar mengejarmu."
" Dasar lelaki posesif," sindir Dee tertawa ngakak.
"Tapi kamu cintakan?" Demir menaik turunkan alisnya.
" No comment. Nyai lagi marah sama wartawan," ucap Dee menirukan omongan artis kontroversi yang suka nyinyir dengan artis lain. Ucapan Dee membuat semua orang disana tertawa. Bisa juga Dee melucu ketika dilamar. Seketika Demir gemas dan ingin menghukum Dee dengan menyandarkan Dee didinding dan mencium bibir lembutnya. Seketika jiwa mesum Demir bangkit tapi sayang mereka bersama keluarga mereka. Kalau tidak ia sudah menerkam Dee.
Demir mendekati Dee dan berbisik di telinga Dee,"Tunda punya anak boleh, tapi kalo bikin anak tetap. Kalo Mas mau abis akad langsung tancap gas."
Dee mencubit dada Demir karena gemas. Entah kenapa akhir-akhir ini kekasihnya mendadak mesum. Entah salah makan obat atau apa. Dee ga tahu sejak kapan Demir jadi konyol seperti ini.
Selesai Dee menerima lamaran Demir, Guntur dengan gercep (gerak cepat) meniup terompet sebagai wujud selebrasi keberhasilan acara lamaran Dee. Mereka bersorak gembira merayakan kebahagiaan ini. Tanpa mereka sadari acara lamaran tadi disiarkan secara live via IG oleh seseorang yang mengaku selebgram alias Onya. Lamaran Demir untuk Dee sontak membuat heboh dan viral di kampus UI. Para wanita pemuja Demir mendadak patah hati berjamaah. Hari ini mereka peringati sebagai hari patah hati nasional. Demir Alfarizi sudah SOLD OUT.
Bukan hanya para pemuja Demir yang patah hati. Pemuja Dee juga merasakan hal yang sama. Entah apa yang ada di pikiran Bryan. Ia tahu jika hari ini Dee kompre. Bryan datang ke kampus untuk memberi semangat dan membawa sebuket bunga. Namun seusai sidang yudisium Dee pergi mengejar badut yang mengerjainya. Tanpa Dee tahu Bryan diam-diam mengikutinya.
Hati Bryan bagai teriris sembilu ketika melihat keluarga Demir dan kedua orang tua Dee mendukung acara lamaran Demir. Dee berkata YA atas lamaran Demir.
Tak ada yang bisa diperbuat Bryan selain menyaksikan lamaran itu dengan pilu. Bryan tak kuat melihat wanita yang sangat dicintainya dilamar lelaki lain. Bryan mencintai Dee tanpa syarat. Lelaki itu memutuskan pindah ke Indonesia agar bisa dekat dengan Dee dan mempersunting wanita itu. Namun Dee tak melabuhkan cintanya pada Bryan.
Sebagai lelaki malu rasanya menangis namun Bryan menangisi nasibnya. Cintanya harus bertepuk sebelah tangan. Dee tak mencintainya dan hanya menyayanginya sebagai sahabat.
Bryan membuang buket bunga yang akan diberikan pada Dee ke tong sampah. Ia tak sanggup melihat Demir dan Dee. Demir sudah melamar Dee dan dua keluarga merestui hubungan mereka. Bryan menyeka air matanya. Ketika Bryan pergi Dee melihatnya. Dee berusaha memanggil Bryan namun pria bule itu sudah pergi jauh. Perasaan Dee tidak enak karena ia melihat Bryan menangis. Hati Dee serasa diremas dan dicabik melihat mendung di wajah Bryan.
****
Bryan menyendiri di kantor seraya meminum Alkohol. Lelaki itu sudah menghabiskan wine sebanyak tiga botol. Bryan patah hati dan melampiaskannya dengan minum. Bryan menangisi nasibnya karena tak dapat bersanding dengan Dee. Kenapa ia harus kalah dari Demir dengan perjuangan yang begitu berat. Ia rela meninggalkan Clara walau status wanita itu tunangannya. Tak ada cinta untuk Clara dan Bryan hanya menganggap wanita itu sebagai adik.
"Dee apa salah aku? Kenapa kamu menerima cinta Demir bukan aku? Aku ga kuat Dee liat kamu dan Demir menikah. Kamu menikahnya sama aku bukan sama dia. Kenapa kamu lebih milih dia daripada aku? Salahku dimana?" Bryan meracau bicara sendiri dan menangis. Jika ada yang melihat Bryan sekarang pasti teriris sembilu dan kasihan.
" Pak anda tidak pulang? Kenapa anda mabuk?" Sapa Citra, sekretaris Bryan.
Citra kembali ke kantor karena ada sesuatu yang tertinggal. Ketika mendengar isak tangis dari ruangan Bryan ia mendadak kepo dan ingin tahu apa yang terjadi.
Bryan berhalusinasi. Ia melihat Citra adalah Dee. Bryan tersenyum menatap Citra yang tampak seperti Dee.
"Dee kamu datang." Raut wajah Bryan berubah bahagia. Ia mendekati Citra dan menyentuh wajah cantik sekretarisnya. Bryan membelai rambut dan wajah Citra seolah-olah membelai wajah Dee.
"Dee jangan menikah dengan Demir. Menikahlah denganku. Aku pindah kesini hanya demi kamu Dee." Bryan menangis terisak-isak.
Citra bergidik ngeri karena bosnya menjadi aneh. Ini bukan Bryan yang biasanya. Citra tahu jika bosnya sangat mencintai Dee, mahasiswa kedokteran UI. Citra juga tahu jika Bryan bersedia pindah ke Indonesia demi Dee.
Melihat gelagat Bryan yang sangat aneh Citra menjadi takut dan mundur perlahan-lahan. Bryan menarik tangan Citra dan memeluknya dari belakang. Bryan mencium tengkuk Citra yang membuat gadis itu merinding. Alkohol membuat Bryan hilang kesadaran dan bertindak diluar kendali.
"Jangan tinggalkan aku Dee. Aku mencintaimu dan tak bisa hidup tanpamu." Bryan meraba-raba tubuh Citra. Bryan meraba wajahnya turun ke leher lalu ke dada dan payudaranya.
Tangis Citra langsung pecah karena sang bos melecehkannya. Citra tak terima diperlakukan seperti ini. Gadis itu berusaha memberontak tapi tenaganya kalah kuat.
"Pak, saya bukan Dee. Tolong hentikan semua ini. Saya Citra sekretaris anda," kata Citra mengiba seraya menangis. Tangisannya sudah menganak sungai karena pelecehan yang di terimanya.
"Kamu Dee bukan Citra," hardik Bryan dengan suara baritonnya.
"Sadarlah Pak! Anda salah orang. Saya bukan Dee," ucap Citra mencoba menyadarkan Bryan. Walau ia tahu tidak mudah menyadarkan Bryan yang mabuk.
__ADS_1
"Kamu Dee dan kamu ga boleh membantahnya." Bryan semakin galak dan melepaskan Citra dari pelukan.
Merasa ada peluang kabur Citra pasang langkah seribu untuk kabur.
"Mau kemana kamu Dee," teriak Bryan menatap Citra dengan buas.
Bryan mengejar Citra yang berusaha kabur. Gadis itu semakin ketakutan. Wajahnya pucat dengan mata bengkak karena menangis. Citra berlari namun berhasil ditangkap oleh Bryan. Bryan memeluk Citra erat.
"Kamu tidak boleh pergi Dee. Kamu milikku bukan milik Demir," ucap Bryan posesif mencium Citra walau gadis itu berusaha menghindar.
"Pak anda keterlaluan. Aku bukan Dee. Aku Citra," teriak Citra dengan amarah.
Berteriak minta tolong percuma karena ruangan Bryan berada dilantai paling atas dan hari sudah malam. Tak ada lagi karyawan lain di kantor kecuali satpam yang berjaga-jaga di lantai bawah.
"Kamu Dee. Jika aku bilang Dee kamu memang Dee." Mata Bryan memerah karena marah.
" Anda mabuk Pak. Saya bukan Dee!" Tegas Clara menginjak kaki Bryan hingga bule itu mengaduh kesakitan.
"Kamu menguji kesabaranmu Dee. Malam ini aku akan menjadikan kamu milikku," ucap Bryan menatap Citra dengan seringai iblis.
Bryan menarik tangan Citra dan merebahkan tubuh gadis itu dalam sofa. Bryan merobek pakaian Citra hingga menampakan bra-nya. Citra menangis dan memberontak tapi Bryan tak menggubrisnya. Semakin kuat Citra berontak perlakuan Bryan semakin kasar.
" Hanya dengan ini aku bisa memilikimu Dee," ucap Bryan diiringi isak tangis.
Bryan membelai wajah Citra yang dianggap Dee. Bryan mencium bibir Citra dengan kasar dan mengintimidasi. Bryan melepas rok Citra dengan kasar. Setelah menelanjangi Citra, Bryan melepas pakaiannya.
Dibawah isak tangis Citra, Bryan memperkosa sang sekretaris. Bryan meracau memanggil nama Dee ketika menyatukan tubuh mereka. Bryan memacu tubuhnya diatas tubuh Citra. Tangisan dan permohonan Citra membuatnya nafsunya semakin menggebu. Citra merintih kesakitan karena ini yang pertama baginya dan Bryan seorang bule dan itu menambah penderitaannya.
Tubuh Citra terasa dicabik-cabik. Bryan tak berhenti menggaulinya. Rintihan dan tangisannya tak dihiraukan Bryan. Semakin keras tangisannya hentakan ditubuhnya semakin kuat. Ketika keperawanannya robek dan berdarah Bryan semakin gila. Tanpa rasa iba Bryan terus memasuki Citra.
Citra ingin mati saja malam ini. Hidupnya sudah hancur dan kehormatannya telah dirampas paksa sang bos.
Bryan meracau meraih pelepasan. Ia ambruk diatas tubuh Citra.
*****
Dee menatap jendela kamarnya. Langit terlihat mendung. Entah kenapa malam ini Dee memikirkan Bryan.
Tatapan pias dan melihat Bryan menangis membuatnya menjadi tak enak hati. Ia tahu lelaki itu mencintainya. Bryan patah hati dan kecewa karena Dee memilih Demir dan mereka akan segera menikah.
Seseorang menyentuh pundak Dee dan itu membuatnya kaget.
"Astagfirullah. Ternyata lo." Dee mengelus dada. Ia kaget karena Nayla menyentuh pundaknya. Luna terlelap tidur di ranjang.
" Udah malam kenapa lo blom tidur?" Tanya Nayla.
" Gue ga bisa tidur. Gue kepikiran Bryan. Tadi gue liat Bryan di taman saat Mas Demir melamar gue. Entah kenapa perasaan gue gak enak sama Bryan. Seperti telah terjadi sesuatu sama Bryan."
"Dee lo udah jadi calon istri orang. Ga boleh mikirin lelaki lain." Nayla mengingatkan status Dee. Menurut Nayla memikirkan lelaki lain hal yang salah karena Dee sudah punya calon suami.
"Gue ga mikirin lelaki lain. Cuma feeling gue ga enak sama Bryan."
"Lupakan Bryan dan kembalilah tidur," titah Nayla dibalas anggukan oleh Dee.
__ADS_1
Bersambung................