
Demir dan Rizki menghampiri Uty dan Dee yang sedang asik mengobrol.Ruhi pun ikut dalam pembicaraan dua orang wanita dewasa tersebut.
Sesekali Dee terlihat tertawa mendengar cerita Uty.Demir menatapnya dan makin jatuh cinta pada kekasihnya itu.
Senyummu mengalihkan duniaku Sayang.Batin Demir.
Rizki melambaikan tangannya di depan wajah Demir.
“ Ngucap Mir.Jaga pandangan.Zina mata,” kelakar Rizki mentertawakan Demir.” Om-om kalo jatuh cinta rada sableng.”
“ Kampret lo ah.Ganggu aja.Suka-suka gue pandangan pacar gue.Dia aja ga protes kenapa lo yang protes?”
“ Anggap aja cewek lo adik gue dan gue lagi melindungi adik gue dari om-om mesum kayak lo,” ucap Rizki berlari menghindari amukan Demir.
“ Rizki tunggu !” teriak Demir menyusul Rizki berlari.
Napas Demir dan Rizko ngos-ngosan.Walau mereka sering fitness namun mereka jarang berlari.Mereka mengambil napas sejenak seraya menormalkan detak jantung mereka.
“ Papa kenapa? “ tanya Ruhi menghampiri Rizki.
“ Papa abis berlari sama om Demir.” Rizki menunjuk Demir.
“ Salim sama omnya nak!” Ruhi segera bersalaman dengan Demir.
“ Namanya siapa cantik?” sapa Demir menyentuh dagu Ruhi.
Melihat Ruhi ia ingin segera memiliki anak secantik Ruhi.Demir menatap Dee intens.Ia jadi membayangkan punya anak yang lucu dengan Dee.
“ Buruan halalin Dee ya Demir biar lo bisa cepat punya anak dan ga mupeng liat anak gue,” giliran Uty mencandai Demir.
Wajah Dee merona mendengar ucapan Uty.Dia dan Demir punya anak.Tak pernah ada dalam pikirannya selama ini.Jangankan menikah dan punya anak.Pacaran seperti ini saja tak pernah ada dalam pikirannya.
“ Ga laki ga bini sama aja mulutnya,” protes Demir menggeram kesal.
“ Namanya juga laki bini wajar dong kita sama mulutnya.Jodoh itu cerminan kita.Kalo kita baik jodoh kita juga baik,” celoteh Uty mencibir Demir.
“ Mama kata mama kita ga boleh julurin lidah kayak gitu.Katanya wawaw yang suka julurin lidah itu,” ucap Ruhi dengan polos.
Uty menutup mulutnya Ia lupa jika sedang bersama Ruhi dan ia kelepasan.Demir dan Dee tertawa terpingkal-pingkal mendengar ucap Ruhi.
__ADS_1
“ Rasain lo kena batunya,” ucap Demir penuh kemenangan.” Mama dan papa Ruhi jahat sama om.Marahin dong nak.”
“ Mama dan papa aku itu orang baik.Om aja jahat makanya dijahatin papa dan mama,” ucap Ruhi membela kedua orang tuanya.
Rizki dan Uty tos karena anak mereka membela mereka.Mereka bersorak penuh kemenangan sementara itu Dee hanya tertawa ngakak melihat kekonyolan mereka.
“ Seneng lo berdua,” gerutu Demir dengan kesal.
“ Mas jangan gitu.” Dee mengingatkan Demir.” Ada Ruhi lo.Nanti dia takut ketemu Mas.”
“ Mas kita langsung balik ya.Aku khawatir sama mami dan papa.” Dee mengajak Demir pulang.
Demir mengambil walkie talkie dan menghubungi Rino.
“ Rino.Aku mau pulang.Tenda dah aku bongkar. Kamu tinggal bawa aja ke bawah."
“ Ok Mas Demir.”
“ Ki,Uty,Ruhi.Kami pulang dulu ya.Maaf ga bisa lama lama ngobrolnya.Papanya Dee lagi sakit.” Demir pamit pada keluarga Rizki.
“ Gue akan atur waktu buat kita berempat ketemu.”
“ Okay Demir.Gue tunggu ya.Pesan gue buat lo.Cepat halalin tuch Dee.Anak orang dah dibawa bermalam,” ucap Rizki mencandai Demir untuk kesekian kalinya.
“ Mas,” ucap Dee dengan tersipu malu.Ia blushing lagi.Wajahnya bak kepiting rebus.
“ Ngapain malu-malu sich humaira Mas.”
Demir mulai menggoda Dee.
Ia menjadi gemas melihat wajah Dee yang merona.Ia jadi gemas sendiri dan ingin memakan Dee.
“ Mama tolong pijit tengkuk papa,” pinta Rizki pada Uty.Ia sok bermanja-manja pada Uty.Sang istri segera memijit tengkuk Rizki dengan lembut.
“ Papa mau muntah,” sarkas Rizki menggoda Demir.
“ Sirik aja lo jadi orang.Ruhi kalo dah besar jangan nyebelin kayak papa ya,” ucap Demir mencubit pipi temben Ruhi.
“ Gue pulang duluan ya.Kalian hati-hati,” ucap Demir menggandeng Dee.
__ADS_1
“ Semuanya aku pulang ya.” Dee melambaikan tangan.Gadis itu balik menggandeng tangan sang dosen dan turun ke bawah.
“ Ikutan alay itu si Demir,” ucap Rizki membuka obrolan dengan sang istri.
“ Syukurlah Pa.Dee bawa perubahan buat Demir kalo ga juteknya minta ampun,” ucap Uty biasa memanggil Rizki dengan ‘papa’.
“ Alhamdulilah ya ma.Papa juga agak kaget pas ngobrol ma Demir.Dia welcome dan memaafkan kita.Andai kita dari dulu berani temui dia mungkin kami bisa bersahabat kayak dulu lagi.”
“ Apa aja yang papa obrolin sama Demir? “
“ Adalah.Obrolan cowok .Kalo mama ngobrolin apa sama Dee.”
“ Adalah.Obrolan cewek,” ucap Uty membalas Rizki.
“ Mama sama tante Dee tadi ngobrolin om Demir papa.” Ruhi buka suara.
Rizki merunduk agar sejajar dengan Ruhi.Ia langsung menggendong anaknya seraya mendaratkan ciuman di kedua pipi Ruhi.
“ Trus ngobrolin apa lagi nak?”
“ Kata tante Dee om itu romantis papa dan bisa main gitar.”
“ Jadi yang semalam kita dengar nyanyi itu Demir dan Dee?” tanya Rizki menoleh pada Uty.Uty menganggukan kepalanya.
“ Masa iya Demir kayak itu?” jidat Rizki berlipat tiga karena tak yakin Demir seperti itu.
“ Kalo orang dah jadi bucin emang gitu ya Ma,” kelakar Rizki tersenyum lucu.
“ Papa ga boleh ketawain Demir.Ga ingat dulu papa gimana ingin memenangkan hati mama ampe nangis,” ucap Uty mengingatkan Rizki saat dulu mereka awal merajut rumah tangga.
Uty tak pernah menganggap Rizki ada.Ia pasrah menikah dengan Rizki karena ia telah di usir kedua orang tuanya ketika hamil diluar nikah.
Mereka menikah tapi tak ada cinta diantara mereka.Uty sangat membenci Rizki kala itu.Karena Rizki ia harus menanggung beban hang begitu berat.Dianggap wanita murahan karena hamil anak dari laki-laki yang bukan kekasihnya,diusir dari rumah, dan tak ada tempat untuk mengadu.
Uty kala itu tak punya pilihan selain menikah dengan Rizki.Ia tak memiliki pilihan lain.Uty tak pernah menganggap Rizki ada walau lelaki itu ayah dari bayi yang dikandungnya.
Saat itu Uty harus merelakan koasnya tertunda karena hamil.Rumah tangga mereka diwarnai pertengkaran.Setiap hari mereka selalu bertengkar.Uty tak pernah menganggap kebaikan Rizki.Untung saja lelaki itu sabar menghadapi sikap ketus dan menyebalkan Uty.
Pernah satu titik Rizki menyerah dengan sikap Uty dan ia akan menceraikan Uty ketika sudah melahirkan namun karena nasehat kedua orang tuanya Rizki mengurungkan niatnya.Ia tak ingin anaknya memiliki keluarga broken home.
__ADS_1
Rizki berusaha memberikan cintanya hingga Uty lulu dan menerimanya sebagai suaminya.Mereka membuka lembaran baru dalam hidup mereka.Mereka bahu membahu dalam menjaga Ruhi.Mereka sengaja memilih jam dinas di waktu yang berbeda agar bisa bergantian menjadi Ruhi.
Sepuluh tahun sudah mereka berumah tangga namun sayang mereka belum memberikan adik untuk Ruhi.Mungkin karena kesibukan mereka hingga adik Ruhi belum hadir ditengah mereka.