Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
DUA PULUH DUA


__ADS_3

Terima kasih atas support dan antusiasnya para reader.Yang udah kasih like dan komen semoga rejekinya dimudahkan oleh Allah.Dukung author dengan like dan komen 😁😁😀.


Happy Reading 💪💪💪💪


❤❤❤❤


Bak seorang pesakitan Demir dan Dee diadili oleh Nona.Wanita itu mengelus dada melihat kelakuan anaknya.Berani-berani mencium anak gadis orang di dalam rumah.Ga mau nikah tapi anak gadis orang di grepe-grepe.Nona memukul Demir berulang kali.Dia terlalu gemas dan geram melihat kelakuan anak bujangnya.


Nona memukul lengan kekar Demir menggunakan alat garuk punggung. Situasi genting seperti ini alat garuk beralih fungsi jadi alat pukul.


Dee tertunduk malu karena ketahuan berciuman oleh Onya dan Nona.Dua wanita itu menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.Dee tak sanggup untuk melihat mereka berdua.


Dee mengumpat kesal dan merutuki nasibnya.Ia meratapi nasib buruknya. Semua gara-gara Demir.Pria kutub itu membawa sial untuk dirinya.Semenjak berurusan dengan Demir, ia mengalami kesialan bertubi-tubi.


Apa salah dan dosa Dee Ya Allah? Kenapa semua bisa sial seperti ini? Maafkan juga kekhilafan Dee.Batin menangis.


Kepergok sedang ciuman merupakan hal yang paling memalukan dalam hidupnya.Apalagi dipergoki oleh mama dan adik si cowok.Menurut Dee hal ini lebih memalukan daripada Vanessa Angel yang kepergok 'menjemput rezeki'.


Nona sebenarnya sudah sejak tadi pulang ke rumah.Ia tak bersuara melihat Dee membersihkan luka Demir.So sweet melihat kedekatan anak dan calon mantunya.Ia mengintip  di balik partisi yang membatasi ruang tamu dan ruang tengah.Demir dan Dee duduk di ruang tengah.


Ketika Onya mau mendekati Demir dan Dee dicegah oleh Nona.Bak detektif mereka mengintip.Nona senyum-senyum sendiri melihat Demir dan Dee.Nona jadi mengingat masa muda ketika masih pacaran dengan Rahman,papi Demir dan Onya.


Onya dan Nona mengintip perdebatan Demir dan Dee.Mereka tertawa cekikikan tanpa mengeluarkan suara.Demir berubah total jika bersama Dee.Tak lagi kaku dan banyak senyum.Nona suka melihat perubahan Demir dan itu berkat Dee.


Nona dan Onya tak sempat mencegah Demir mencium Dee.Dalam waktu sesingkat-singkatnya Demir nyosor mencium Dee.Buyar sudah rencana Onya dan Nona dirusak moment ciuman.


Melihat ciuman mereka semakin panas.Nona mengambil sepatu dan melemparkan ke kepala Demir.Dalam bahasa Padang dia mengumpat Demir


"Demir, parangai ang lai," (Kelakuan kamu).


Dee dan Demir tertunduk lesu tak mampu bicara.Nona dan Onya bersikap bak seorang hakim yang akan menjatuhkan vonis untuk tersangka.


Nona mondar-mandir seraya memegang alat garuk punggung.Biasanya alat itu digunakan Nona untuk menggaruk punggungnya yang gatal.


"Mami kesal sama abang,"sekali lagi Nona melayangkan pukulan di lengan Demir.Nona kalap memukul Demir membuat sang adik menatap kasihan.Walau Demir nyebelin tapi Onya ga sanggup melihat abangnya terluka karena pukulan mami.


Dosen muda nan tegas itu hanya diam dan tak melawan.Ia tahu ia salah dan merasa bersalah pada Dee.Ia sudah membuat gadis itu terlibat urusan keluarganya.


"Mami kecewa sama abang.Belum nikah udah grepe-grepe anak gadis orang. Jatuhnya kalian zina.Ingat Allah sudah menerangkan dalam Alquran  'Jangan mendekati zina karena sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji' (Surat Al Isra ayat 32).Kalian sudah berzina.Makanya dari awal mami dah bilang sama abang.Nikah...nikah....karena pernikahan menjauhkan abang dari perbuatan zina.Perbuatan kalian tidak bisa mami maafkan.Dosa mami sebagai orang tua biarin anak mami berzina." Nona mengambil napas lalu melanjutkan perkataannya."Mami ga bisa biarin kalian seperti ini lagi.Di rumah aja yang ada Onya kalian berani berciuman. Apalagi jika kalian hanya berdua di kost Dee.Mungkin kalian bisa melakukan perbuatan yang lebih parah dan di laknat oleh Allah.Kamu enak bang cowok sementara Dee bakal menanggung akibat dari perbuatan kamu.Wanita itu ibarat gelas kaca, sekali retak ga bakal pernah utuh seperti sedia kala.Sekali kamu rusak anak gadis orang maka bekasnya akan selalu keliatan.Kamu mau terima karma bang? Jika Onya di posisi Dee apa kamu bakal terima?"


Demir tak menjawab ucapan mami.


Mami benar jika ada cowok yang menyentuh Onya ia akan marah dan akan menghajar cowok itu hingga babak belur kalo perlu mati sekalian.


Dee merasa tertohok mendengar kata-kata Nona.Ia menatap nanar pada Nona dan sudut mata Dee berkaca-kaca.Gadis itu tak bisa menahan tangis.Dee menumpahkan perasaannya dengan menangis.Air mata Dee mengalir tanpa bisa di cegah.Andai ia bisa menjaga diri dan menolak Demir semua ini tak akan terjadi.Ia tak dapat akan mendapatkan penghakiman dari Nona dan Onya.


Nona memang tak memarahinya namun kata-kata Nona mengatakannya telah berzina dan wanita ibarat gelas kaca sekali retak tak akan kembali utuh sangat menghujam jantungnya. Hati teriris-iris. Dadanya sesak mendengar kata-kata yang  terucap dari bibir Nona.


Onya tak tega melihat Dee menangis.Rasa  bersalah Demir semakin besar pada Dee.Andai tak mengikuti emosinya yang cemburu Dee dekat dengan Alex mungkin mereka tak akan berakhir seperti ini.


Demir menatap Dee kasihan.Dia merasa sangat berdosa telah berbuat asusila.Dee kelihatan rapuh mendapat penghakiman dari Nona.Tatapan Demir pada Dee mendapatkan pukulan lagi dari Nona.


"Masih ga bisa jaga mata.Lagi dimarahin masih pandang-pandangan.Jaga mata! Udah zina mata namanya ini.Dan harus kalian ketahui zina itu tak hanya ketika kalian berciuman atau wik wik. Berpandangan seperti ini jatuhnya tetap zina.Kalo gini kalian ga bisa dibiarin lagi.Ga usah nunggu Dee wisuda.Kalian harus segera nikah."


"Apa nikah?"tanya Dee dan Demir berbarengan.Nona menganggukan kepala.

__ADS_1


Persendian tubuh Dee mendadak lemas dan lidahnya terasa kelu.Tatapannya nanar.Dee mau teriak dan berontak namun ia tak mampu. Entah apa penyebabnya Dee sendiri tidak tahu.


"Mami ga bisa biarin kalian pacaran lagi.Kalian dah sama-sama dewasa.Gaya pacaran kalian udah kayak suami istri.Suka atau tidak suka kalian harus menikah dalam waktu dekat.Titik tanpa koma," tegas Nona dengan suara lantang.


Jelas sekali Nona sangat marah dan kecewa dengan kelakuan Demir.Nona melampiaskan kemarahannya dengan memukul Demir.


"Mami ada berita buruk," teriak Onya dengan nada lebay.Onya tak tega melihat Demir dipukul terus-terusan.


"Berita buruk apa?"Nona berhenti memukul Demir.


"Song Song couple bercerai," teriak Onya hiperbola.


"Apa?"ucap Nona tak kalah lebay.Persis seperti tokoh antagonis dalam sebuah sinetron yang kaget rencananya tidak berjalan mulus.


Hening sesaat.Nona menyadari sesuatu.


"Onya kamu mau tipu mami ya? Song Song couple sudah lama bercerai.Ini anak benar-benarlah."


Onya tersenyum lucu.


"Jika ga bilang gitu mami ga bakal berhenti mukul abang.Kasian abang terus-terusan di pukul.Secara tidak langsung mami sudah menyakiti psikis kak Dee.Mending mami berhenti mukul dan bicara baik-baik. Emang abang udah kurang ajar cipok kak Dee.Cuma kalo mukul abang tidak akan menyelesaikan masalah.Mending mami ajak abang dan kak Dee ngobrol dari hati ke hati.Ga usah pake urat," kata Onya sok dewasa.


Demir melirik adiknya sejenak.Tumben Onya bijaksana.Ini Onya atau bukan ? Mungkinkah jiwa Onya tertukar dengan jiwa orang lain? batin Demir bermonolog.


"Dee kamu cuci muka dulu.Tenangin diri kamu dulu dan nanti kita bicara.Maaf mami udah bikin kamu nangis.Onya tunjukin kamar kamu," titah Nona pada Onya.


Onya menuntun Dee ke kamarnya dan habis itu kembali ke bawah bersama Demir dan Nona.


"Abang harus tanggung jawab sama Dee" ucap Nona tegas.Mata kucing Nona menelisik anak bujangnya yang paling ganteng sedunia.Ada sedikit penyesalan di lubuk hatinya.Demir baru saja babak belur karena berkelahi dan ia malah memukulnya lagi.Pasti badan Demir tambah sakit.


"Mi udah selesai marah-marahnya?" tanya Demir dingin.Akhirnya Demir buka suara setelah lama bungkam menerima pukulan Nona.


"Jika mami marah terus bisa-bisa tensi darah mami naik lagi.Satu lagi mami kalo marah mirip emaknya Gu Jun Pyo."Demir menggoda Nona.


Nona paling anti dikatakan mirip emak Gu Jun Pyo dalam drama Korea Boys Berfore Flower.Emosi Nona mereda karena tidak mau dibilang mirip emak Gu Jun Pyo yang antagonis.Ibu Gu Jun Pyo egois dan tega mengorbankan kebahagiaan anak-anaknya demi ambisinya.Nona tentu tidak mau disamakan karena baginya kebahagiaan anak-anaknya di atas segalanya.


"Bang.Mandi dulu gih.Badan abang bau.Abis mandi kita bicara.Awas kalo abang mampir ke kamar Onya nyusulin Dee.Mami sate abang." Nona mengultimatum.


"Iya abang tahu.Abang ga sebejat itu juga," gerutu Demir kesal karena disudutkan.Ia lalu pergi ke kamar untuk mandi.


Selepas Demir pergi Onya menarik tangan Nona dan mengajak maminya duduk di pendopo belakang rumah.


"Mami....mami...mami," panggil Onya lebay dengan suara pelan.


" Onya ambil napas dan keluarkan," Nona bak instruktur senam menuntun Onya tarik napas biar rileks.


Onya melakukan instruksi dari Nona.Gadis imut itu mengambil napas dalam-dalam dan melepaskan.Ada kelegaan di dada Onya setelah melakukannya.


"Mami akting mami luar biasa.Diluar ekspektasi Onya.Mami bisa jadi saingan Meriam Bellina.Mami menjiwai banget perannya.Onya aja ampe ga bisa bedain mana akting,mana beneran saking bagusnya akting mami," puji Onya mengebu-ngebu.Onya bersuara pelan supaya tak ada yang dengar pembicaraan mereka.


"Maminya siapa dulu dong?" Nona tersenyum bangga.


"Tentu maminya Onya yang paling cantik,paling manis,paling oke sejagat raya,awet muda sepanjang masa.Kalo jalan sama Onya dibilang kakaknya Onya.Mami awet muda mengalahkan formalin. " Onya seakan tak kehabisan kata-kata memuji sang Ibu.


Wajah Nona memerah menerima pujian Onya setinggi langit.

__ADS_1


"Ehmmmmm,"Onya berdeham dan mulai bicara serius. "Mami apa tadi tidak terlalu kejam sama Abang dan kak Dee. Onya ga tega lo liat abang mami pukulin kayak gitu.Tadi abis berantem sama si Alex rebutin kak Dee nyampe rumah malah dipukul sama mami."


"Gapapa Dee sayang.Abang kamu itu lelaki.Sudah sepantasnya dia dihukum seperti itu.Lelaki itu harus kuat dan ga boleh cengeng.Lagian seenak udel nyosor anak orang."


" Iya sich mi.Tadi mami dah dengar semua obrolan Abang dan kak Dee.Mami tentu belum budek.Kalo mereka bilang kalo mereka hanya pura-pura dan kak Dee hanya pacar sewaannya abang."


"Udah.Makanya mami tadi marah sama abang karena merasa dibohongi. Mami melampiaskannya dengan memukul abangmu."


"Bukan marah karena abang dan kak Dee cipokan?" tanya Onya ragu.Ternyata maminya memang rada sableng dan pemikirannya susah ditebak.


"Marah juga sich,tapi tadi mami ga akting lo.Emang marah beneran.Rencana kita ga seperti itu Onya.Situasinya ga terkendali.Mami kira abang kamu bakal berhenti ketika wajahnya hampir dekat Dee dan kita akan muncul kagetin mereka lalu ledekin abang ga tahan dan cepat nikah biar halal nempel sama Dee. Eh nyatanya abang kamu nepsong sama Dee.Bibirnya main nyosor aja.Kayak pengantin baru.Senggol dikit langsung bacok." kata Nona bersemangat.


" Skenario hancur nich mi.Trus kita harus gimana? Masa iya mami suruh abang segera nikahin kak Dee gara-gara kita menciduk mereka ciuman."


"Mereka emang harus nikah.Mau ga mau suka atau tidak suka mereka harus nikah.Kamu ga liat apa mereka sebenarnya saling cinta namun tak mau untuk mengakuinya.Kita hanya bantu mereka biar sadar perasaan masing-masing."


"Maksud mami?"Onya tak paham maksud ucapan Nona.Onya tak pernah bisa membaca pikiran maminya karena maminya sangat unik dan sulit ditebak.


"Mereka mempermainkan mami.Mami akan balas dengan mempermainkan balik.Belum tahu dia siapa mami.Orang tua dilawan kualat ntar mereka."


"Tunggu Onya masih ga ngerti sama mami."


"Sini dech kamu," Nona melambaikan tangan mengisyaratkan Onya untuk mendekat.


Nona membisikan rencananya.Onya memasang tampang licik setelah mendengar rencana Nona.


Sekali lagi mami emang yang terbaik , number one dan tak bisa dilawan.Batin Onya kegirangan.


❤❤❤


Alex langsung menuju rumah ketika pulang dari mall.Wajahnya babak belur dan tak mungkin untuk balik ke kantor dengan wajah tak berbentuk.Pasti akan menghebohkan satu kantor jika balik dengan kondisi seperti ini.


Bibirnya robek dan matanya lebam. Rambut awut-awutan.Kemeja kotor dan bau keringat asem.Alex mengumpati kondisinya yang seperti. Jika bukan karena Demir mungkin tak akan berakhir seperti ini.


Lagi-lagi Alex harus bersitegang masalah wanita dengan Demir.Selera mereka soal wanita memang sama.Kondisi ini membuat Alex bernostalgia ke masa SMA ketika bersaing memperebutkan cinta Indi.Kala itu Demir yang duluan berhasil mendapatkan cinta Indi.


Namun tak ada kata menyerah untuk Alex.Sebelum janur kuning melengkung cintanya pada Indi harus di perjuangkan. Rasa cinta yang begitu besar dan tak mempedulikan persahabatanya dengan Demir.Alex menikung Demir.Ketika hubungan Demir dan Indi mengalami konflik Alex masuk menjadi orang ketiga dan merebut Indi dari sisi Demir.


Alex sedikit egois dengan cinta.Ia pria yang sangat sulit jatuh cinta sehingga sekali jatuh cinta ia akan memperjuangkannya mati-matian.


Sekali lagi ia harus berjuang keras untuk mendapatkan cinta Dee.Saingannya masih sama dan tentu sekarang lebih sulit karena Demir tak mungkin mau di tikung dua kali.


Malam itu ketika Dee menjadi pacar sewaannya untuk datang ke acara reuni.Alex sudah terpesona dengan kecantikan.Ia spechless ketika di pertemukan dengan Dee di kantor kencan online.Ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Penampilan Dee memakai hijab membuatnya pangling dan makin jatuh cinta.Alex dikenal sebagai lelaki religius sehingga ia ingin kekasih yang berhijab.


Waktu itu Alex terkesan dengan akting Dee dan tak segan membayar lebih.Semenjak malam itu Alex ingin tahu semua tentang Dee.Malam itu Alex mengirim pesan WA namun tak terkirim.


Alex yakin jika Dee menggunakan dua handphone.


Alex tersenyum bahagia berjumpa Dee.Walau berakhir babak belur namun rasa sakitnya terobati dengan bertemu Dee.Setidaknya mereka sudah tukaran nomor handphone.Mereka bisa mulai membangun komunikasi.


Saat masuk rumah Erna,mama Alex berteriak histeris melihat Alex pulang dalam keadaan babak belur.


"Alex kamu kenapa? Kok bisa kayak gini?" Erna sangat khawatir melihat wajah Alex lebam.Bibir sobek dan mata membiru.


"Biasa ma.Namanya juga laki-laki.Alex mandi dulu nanti akan cerita sama mama."

__ADS_1


"Ok.Mama ambilkan P3K dulu." Erna beranjak pergi.Wanita paruh baya itu geleng-geleng kepala melihat kelakuan anaknya.


BERSAMBUNG


__ADS_2