Bukan Pacar Sewaan

Bukan Pacar Sewaan
TIGA PULUH LIMA


__ADS_3

Pendek dulu ya.Biar bisa ga lama update.Like and Koment 200 langsung double up.Kalo cuma komen Next thor,lanjut thor, ga dihitung ya 😁😁😁😁. Please silent kasih komentar dan like.Selalu silent reader lebih banyak.Kalo kalian ga dukung author kurang semangat akutuh.Makin lama buat update.


Ide aku lagi bagusnya di novel Jodoh Tak Pernah Salah.Lagi semangat nulis kisah cinta Uni Dila dan Uda Bara.Bacaan khusus yang sudah nikah atau 21+.


❤❤❤


" TADI ALEX WA GUE LO DEE.TANYAIN LO DIMANA.GUE JAWAB LO DI RUMKIT.SEKARANG ALEX OTW  NENGOKIN LO," ucap Luna dengan suara keras agar terdengar oleh Demir.


Langkah Demir terhenti karena mendengar Alex mau datang ke rumah sakit menengok Dee.Demir memasang wajah Devil.


Sialan baru saja kehilangan satu pesaing sudah ada pesaing lain.Brengsek! Ga mudah untuk mendapatkan kamu Deniz! Umpat Demir dalam hati.


Demir menoleh melihat Dee.Ia berkamuflase menyembunyikan kecemburuannya.Demir membanting pintu dengan keras melampiaskan kekesalannya.


" Astagfirullah galaknya lagi," kelakar Nayla menahan tawa.


Nayla dan Luna tertawa Lucu  melihat ekspresi cemburu di wajah Demir.Akhirnya mereka mengetahui sifat asli seorang Demir Alfarizi.


" Dee kenapa bisa kayak gini nak?" Vira memeluk Dee dengan penuh kasih sayang.Vira mengelus punggung Dee.


Vira menumpahkan kasih sayangnya untuk Dee.Ia bahkan mencium Dee bertubi-tubi melampiaskan kelegaannya.Semalam ia tak bisa tidur karena memikirkan Dee.Ia seperti orang gila saking khawatirnya.


Vira berjanji akan melindungi Dee dan menjaga Dee seumur hidupnya.Sudah cukup Dee menderita selama ini.Sudah waktunya Dee mendapatkan kebahagiaan.


Jika mengingat ke belakang bagaimana Dee dititipkan di panti asuhan dan hidup serba kekurangan membuat hati Vira pilu.Namun ia bangga terhadap Dee karena gadis itu kuat menghadapi cobaan dalam hidupnya bahkan menjadi anak berprestasi.


Vira tak dapat menahan tangisannya.Ia akan mengungkapkan siapa Dee sebenarnya dan apa hubungan mereka. Namun Vira belum berani mengungkapkannya.


Ia takut melihat reaksi Dee yang tak menerima kenyataan dan mengganggu mental Dee.


" Mami tidak usah nangis.Aku baik-baik saja," Dee berusaha menenangkan Vira.


" Mami takut kenapa-napa sama kamu nak.Besok kamu harus hati-hati ya.Kenapa bisa kamu dipukul kayak gini? Gak terima mami."


" Mami tahu darimana aku dipukul ?"


" Tahulah.Apa sich yang ga bisa diketahui mami? Tinggal telpon Doni semua masalah jadi beres," malah Luna yang menjawab pertanyaan Dee.


Vira menggelengkan kepala.Kadang Luna bicara terlalu berlebihan dan terkesan lebay.


" Siapa yang melakukannya nak? Mami mau buat perhitungan sama dia.Berani sekali dia menyakiti kamu," geram Vira mengepalkan kedua tangannya.Sifat tak punya hatinya seketika muncul.


Dibalik sosoknya yang lembut dan anggun Vira seorang wanita berdarah dingin,tak punya perasaan dan perasaan.


Vira wanita pendendam.Bukti dari dendamnya wanita itu telah menghancurkan seorang lelaki berkeping-keping.Membuat laki-laki itu menjadi gila dan dirawat di rumah sakit jiwa.Bahkan Vira tak mengijinkan lelaki itu untuk sembuh.Ketika ada indikasi sembuh orang-orang Vira akan merecoki lelaki itu dengan obat agar kembali gila.


" Tidak perlu mi.Dee juga punya salah disini.Wanita itu cemburu karena Dee sangat dekat dengan tunangannya.Dee ga tahu jika pria itu sudah memiliki tunangan.Jika Dee diposisi wanita itu pasti akan melakukan hal yang sama apalagi dia datang dari Jerman.Jauh-jauh menyusul tunangannya."


" Jangan bilang lelaki itu Bryan," Nayla bergidik tak percaya.

__ADS_1


" Lelaki itu memang dia," jawab Dee tertunduk lesu.


" Ya Allah ga nyangka gue kalo bule ganteng itu playboy juga.Dah tahu punya tunangan tapi malah sok sok melamar lo.Kampret juga dia.Minta gue hajar," geram Luna berlagak mau memukul orang.


" Untung lo tolak Dee.Kalo ga udah jadi pelakor lo.Ogah gue punya teman pelakor. Ntar kayak buk Dendi lagi.Lo dilempar pake duit," kelakar Nayla menghibur Dee.


" Kamu pernah dilamar Bryan?" Vira bertanya dengan serius.


" Iya mi tapi Dee menolaknya."


" Kenapa lo menolaknya Dee? Bukannya lo suka sama dia?" cecar Luna penasaran.


" Suka boleh tapi harus realistis juga Lun.Gue siapa dan dia siapa? Bryan seorang CEO dan gue siapa? Gue saja anak haram yang ga jelas asal usulnya," ucap Dee pelan meratapi takdir.


Luna dan Nayla saling lirik mendengar ucapan Dee.Mereka ingin mengatakan yang sebenarnya tapi dilarang Vira.


Hati Vira teriris sembilu mendengar ucapan Dee.Wanita itu menangis pilu dan memberontak di dalam hati.Andai ia lebih cepat mengetahui Dee mungkin kejadiannya tak seperti ini dan Dee tak di anggap anak haram.


Dee bukanlah anak haram seperti dugaannya.Ia anak yang terlahir dari pernikahan yang sah.Keadaanlah yang membuatnya harus berakhir di panti asuhan.


" Cukup Dee! " bentak Vira melambaikan tangan menyuruh Dee berhenti bicara.


" Kamu bukan anak haram.Bayi lahir dalam keadaan suci walau ia lahir diluar pernikahan.Perbuatan orang tuanyalah yang haram sehingga ia hadir ke dunia.Mami ga mau dengar kamu bilang diri kamu anak haram."


" Aku memang anak haram mami.Anak yang kelahirannya tak pernah diinginkan," Dee ngotot dengan ucapannya.


" Kenyataannya seperti itu mami.Aku anak haram sehingga berakhir di panti asuhan.Walau aku anak yang tak diinginkan aku akan buat mereka menyesal membuangku."


" Stop Dee.Jangan bicara sembarangan," Vira menangis sembilu.Tak menyangka Dee menaruh dendam pada orang tuanya.


" Tahu apa mami soal hidupku?Mami hanya orang asing yang hadir di hidupku.Mami tak pernah tahu aku sangat membenci mereka.Mereka tak pantas menyandang gelar sebagai orang tua dari aku," Dee menumpahkan semua perasaannya.


" Hentikan!" teriak Vira menutup kedua telinganya.Vira tak sanggup mendengar ucapan Dee.


" Kamu bukan anak haram Dee," Vira menangis pilu.


" Siapa mami sebenarnya? Apa yang mami tahu soal hidupku?Mami bisa bilang aku bukan anak haram?" tanya Dee penuh selidik.


Luna dan Nayla merinding melihat perdebatan Dee dan Vira.Mereka tak mau ikut campur karena bukan kapasitas mereka.Mereka sudah tahu siapa Dee sebenarnya.Mereka ingin Dee tahu dari mulut Vira.Apa hubungan mereka berdua.


" Mami tahu semua Dee.Mami......," ucap Vira terbata.Ia masih ragu untuk menceritakan semuanya.


" Kenapa mami diam? Ayo jawab!" bentak Dee frustasi." Jangan mengaku mama kandungku karena aku tak akan mengakui mami."


Luna dan Nayla terperangah mendengar ucapan Dee.Tak biasanya Dee bersikap kasar seperti itu.Vira menggelengkan kepala tak percaya mendengar ucapan Dee.


" Aku bukannya bodoh mami.Aku terlalu pintar untuk mami bodohi.Sikap mami padaku menyiratkan penyesalan. Mami ingin menebus rasa bersalah kepadaku. Aku juga tahu mami berkomplot dengan kedua sahabatku untuk mencuri sampel rambutku untuk membuktikan aku anak mami atau bukan," Dee berbicara dengan nada tinggi.


" Aku ga buta mi menyadari kalo muka kita mirip.Mungkin aku sekarang gambaran mami di masa muda."

__ADS_1


Vira,Luna dan Nayla makin kaget mendengar penuturan Dee.Mereka seperti tersambar petir di siang bolong. Mereka menyangka Dee tak tahu apa-apa.


Ternyata Dee tipikal manusia yang bisa menyembunyikan perasaannya.Tahu sesuatu tapi berlagak tak tahu apa-apa.Ia ikuti saja alur yang diciptakan oleh Vira.


" Aku benarkan mi?" sarkas Dee menatap Vira dengan tajam.


" Dee bukan seperti itu," Luna berusaha membela Vira.


" Diam lo! " bentak Dee kasar. " Kalian pengkhianat.Kalian tahu sesuatu tapi kalian menyembunyikannya dari gue."


" Bu-bukan gitu Dee," Nayla berusaha membela diri.


" Gue ga butuh alasan kalian.Gue kecewa sama kalian.Kalian keluarga gue satu-satunya dan kalian mengkhianati gue," Dee menangis tersedu-sedu.


" Dee bukan seperti itu.Lo masih mengetahuinya setengah-setengah," Luna menangis terisak.Ia mendekati Dee dma menyentuh pundak Dee namun tangannya ditepis.


" Kalian pergi saja dari sini.Gue ga butuh sahabat seperti kalian," ucap Dee melankis.Dee menangis menganak sungai.


" Mungkin takdir gue menjadi anak terbuang dan dikhianati sahabat.Dan untuk mami jangan pernah datang di hidupku lagi.Aku sudah bahagia.Aku tak butuh mami dan aku tak ingin pengakuan dari mami.Aku membenci mami.Mami telah membuangku.Aku tak akan kembali ke mami.Apa yang telah dibuang tak baik untuk di pungut kembali."


" Lo ga boleh ngomong kayak gitu Dee," Nayla mengingatkan.


" Gue benci sama wanita yang telah melahirkan dia.Jika gue bisa memilih gue gak mau lahir dari rahimnya," ucap Dee emosional.


Plak....Plak...


Pipi Dee dihadiahi tamparan keras oleh Vira.Matanya merah karena menangis. Hatinya sakit mendengar ucapan kasar Dee.


" Jaga ucapan kamu! Kamu sudah menjadi anak durhaka," darah Vira mendidih mendengar ucapan Dee.


" Kamu boleh membenci papamu tapi tidak dengan mamamu.Dia sangat mencintaimu.Dia bahkan rela mengorbankan nyawanya agar kamu terlahir ke dunia."


" Jadi Dee bukan anak kandung mami?" tanya Luna dan Nayla serentak.


" Mami berbohong sama kami?" Nayla bersuara.


Setahu mereka Vira adalah ibu kandung Dee.Mereka tahu cerita ini ketika vertigo Vira kambuh.


Vira menceritakan bahwa Dee dibuang oleh papanya karena papanya karena tak ingin memiliki anak perempuan.Papanya berambisi memiliki anak laki-laki untuk meneruskan perusahaannya.Tanpa sepengetahuan Vira, Dee di buang ke panti asuhan oleh papanya.


Ternyata Vira penuh misteri.Ia tak menceritakan kejadian yang sebenarnya.


" Maafkan mami.Mami belum siap menceritakan semuanya.Ini terlalu pahit untuk mami ceritakan."


" Katakan sejujurnya mami siapa anda sebenarnya?" tanya Dee menghapus air matanya.


" Kamu bukan anak kandungku.Aku adalah saudara kembar dari mamamu.Kami kembar identik.Mamamu bernama Sera.Sera meninggal setelah melahirkanmu," ungkap Vira membuka tabir satu persatu.


" Apa?" Dee terduduk diranjang tak mempercayai apa yang telah didengarnya.

__ADS_1


__ADS_2